Home / Advetorial / Kesehatan / Pemko Banda Aceh

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:59 WIB

Kasus AIDS dan TBC Meningkat, Pemko Banda Aceh Libatkan Ulama hingga Sekolah Perkuat Pencegahan ATM

mm Redaksi

ILustrasi Aids/HIV. Foto: Dok. Istimewa

ILustrasi Aids/HIV. Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh memperkuat penanganan penyakit menular melalui kolaborasi lintas sektor untuk menekan kasus AIDS, tuberkulosis (TBC), dan malaria atau yang dikenal dengan program ATM. Langkah ini dilakukan menyusul masih adanya peningkatan kasus AIDS dan TBC di Banda Aceh, serta untuk mencegah munculnya kembali kasus malaria yang saat ini telah berhasil ditekan.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengatakan penanganan penyakit menular tidak dapat hanya dibebankan kepada sektor kesehatan. Menurutnya, dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar edukasi dan upaya pencegahan dapat menjangkau hingga tingkat keluarga.

“Kolaborasi lintas sektor terkait ATM terus kami perkuat. Kasus ini masih menjadi perhatian di Banda Aceh. Walaupun malaria sudah sangat terkendali, jangan sampai ada perkembangan kasus kembali di Banda Aceh,” kata Illiza.

Baca Juga :  Gubernur Harap DPD PAPPRI Aceh Memfasilitasi Musisi Lokal

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Banda Aceh telah melibatkan Tim Penggerak PKK, Dinas Pendidikan, para keuchik, tokoh agama, tokoh masyarakat, kader gampong hingga lingkungan sekolah dalam kampanye pencegahan penyakit menular. Edukasi akan dilakukan secara masif melalui berbagai saluran komunikasi yang dekat dengan masyarakat.

Salah satu strategi yang disiapkan adalah memanfaatkan mimbar-mimbar keagamaan sebagai media sosialisasi. Menurut Illiza, pesan-pesan kesehatan akan disampaikan melalui ceramah, khutbah, dan kegiatan dakwah agar masyarakat memperoleh informasi yang benar terkait pencegahan penyakit menular dan pentingnya menjaga kesehatan keluarga.

“Kita akan mengangkat isu-isu kesehatan ini dalam corong-corong dakwah dan khutbah agar masyarakat semakin memahami pentingnya pencegahan penyakit,” ujarnya.

Baca Juga :  Atasi Persoalan TBC, Mendagri Minta Kepala Daerah Gunakan Otoritas Lakukan Penanganan

Selain fokus pada penanganan AIDS dan TBC, Pemko Banda Aceh juga menyoroti rendahnya cakupan imunisasi yang dinilai dapat memperbesar risiko penyebaran penyakit menular. Saat ini cakupan imunisasi dasar di Banda Aceh baru mencapai 33 persen, sementara 63 persen anak masih berstatus zero dose atau belum pernah menerima vaksin dasar seperti DPT, Hepatitis B, dan Hib.

Illiza mengungkapkan salah satu tantangan terbesar dalam meningkatkan cakupan imunisasi justru berasal dari penolakan sebagian orang tua. Berdasarkan temuan di lapangan, penolakan lebih banyak datang dari pihak ayah dibandingkan ibu. Karena itu, pendekatan yang dilakukan tidak hanya melalui tenaga kesehatan, tetapi juga melibatkan ulama dan tokoh masyarakat yang memiliki pengaruh kuat di lingkungan keluarga.

Baca Juga :  Tokoh Adat dan Budaya Berperan Penting dalam Melestarikan Kehidupan Sosial Masyarakat

“Rata-rata yang melarang itu kelompok laki-laki atau bapak-bapaknya. Karena itu kita akan melakukan pendekatan yang lebih agamis dengan melibatkan ulama dan berbagai pihak yang dipercaya masyarakat,” katanya.

Tak hanya itu, pemerintah juga berencana menggandeng influencer dan tokoh publik untuk menyampaikan edukasi kesehatan melalui media sosial. Langkah tersebut diharapkan mampu menangkal hoaks dan kesalahpahaman yang masih berkembang terkait imunisasi maupun penyakit menular.

Illiza menegaskan pencegahan menjadi kunci utama untuk menekan angka AIDS, TBC, dan penyakit menular lainnya. Menurutnya, semakin tinggi kesadaran masyarakat terhadap imunisasi dan pola hidup sehat, semakin besar peluang Banda Aceh menekan penyebaran penyakit dan melindungi generasi mendatang dari risiko kesehatan yang lebih serius. (Adv)

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Advetorial

Rakornis Kearsipan dan Perpustakaan se-Aceh 2025: Dorong Digitalisasi dan Literasi Berbasis Data

Daerah

TNI AL Berikan Pelayanan Kesehatan bagi korban bencana alam Aceh di KRI Soeharso

Advetorial

Illiza: Masyarakat Diberdayakan, Perempuan Harus Melahirkan Pemimpin dan Penggerak Pembangunan

Advetorial

Pesona Wisata Pantai Kota Juang Nan Eksotis

Pemko Banda Aceh

Wawako Afdhal Hadiri Buka Puasa Muhammadiyah Banda Aceh di MCC, Perkuat Sinergi Sosial Ramadan 1447 H

Pemko Banda Aceh

Banda Aceh Fokus Tingkatkan Kesejahteraan Warga Miskin dan Rentan

Advetorial

Keren! Tiga Agenda Wisata Aceh Masuk Kharisma Event Nusantara 2022

Keagamaan

87 JCH Banda Aceh Kloter 14 Jadi Gelombang Terakhir Keberangkatan Haji 2026