Banda Aceh — Pemerintah Kota Banda Aceh terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin dan kelompok rentan melalui berbagai program sosial, ekonomi, dan pelayanan dasar yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah yang berorientasi pada pengurangan angka kemiskinan, peningkatan kualitas hidup masyarakat, serta memperluas akses layanan bagi kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, perempuan kepala keluarga, dan anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menyampaikan, pemerintah kota saat ini memfokuskan kebijakan pada penguatan perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat agar warga tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mandiri secara ekonomi.
“Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat miskin dan rentan mendapatkan perhatian yang layak, baik melalui bantuan sosial, peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, maupun program pemberdayaan ekonomi,” ujarnya, dikutip Kamis (14/5/2026).
Sejumlah program prioritas yang terus diperkuat antara lain bantuan pangan bagi keluarga kurang mampu, dukungan modal usaha mikro, pelatihan keterampilan kerja, serta peningkatan kualitas hunian bagi warga berpenghasilan rendah. Selain itu, pemerintah juga mendorong kolaborasi lintas sektor agar penanganan kemiskinan dilakukan secara terpadu dan tepat sasaran.
Di bidang kesehatan, Pemerintah Kota Banda Aceh memastikan masyarakat miskin tetap memperoleh akses pelayanan kesehatan yang mudah dan terjangkau. Sementara pada sektor pendidikan, berbagai bantuan perlengkapan sekolah dan dukungan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu terus disalurkan.
Pemerintah kota juga memperkuat pendataan masyarakat miskin dan rentan agar kebijakan yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Pendekatan berbasis data dinilai penting untuk memastikan tidak ada warga yang luput dari perhatian pemerintah.
Selain bantuan sosial, pendekatan pemberdayaan menjadi fokus utama dalam upaya menekan angka kemiskinan. Pemerintah berharap masyarakat penerima manfaat dapat meningkatkan kapasitas ekonomi keluarga melalui pelatihan dan dukungan usaha produktif.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh optimistis kesejahteraan masyarakat akan terus meningkat dan angka kemiskinan dapat ditekan secara bertahap, sejalan dengan visi pembangunan kota yang inklusif dan berkeadilan sosial. (Adv)
Editor: RedaksiReporter: Redaksi











