Home / Pemerintah Aceh

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:25 WIB

Status Blangpadang sebagai Tanah Wakaf Masjid Raya Baiturrahman Dibahas Pemprov Aceh Bersama BWI Pusat

mm Redaksi

Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, didampingi Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Aceh, Drs. Syakir, M.Si, dan Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Tgk. H. Muhammad Ali (Abu Paya Pasi) melakukan silaturahmi dan audiensi dengan Wakil Badan Wakaf Indonesia (BWI) Pusat, Dr.Tatang Astarudin, S.Ag, SH, M.Si, beserta jajaran, di Kantor BWI Pusat, Jakarta, Kamis (23/7/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, didampingi Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Aceh, Drs. Syakir, M.Si, dan Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Tgk. H. Muhammad Ali (Abu Paya Pasi) melakukan silaturahmi dan audiensi dengan Wakil Badan Wakaf Indonesia (BWI) Pusat, Dr.Tatang Astarudin, S.Ag, SH, M.Si, beserta jajaran, di Kantor BWI Pusat, Jakarta, Kamis (23/7/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Jakarta – Pemerintah Aceh bersama para ulama Aceh melakukan kunjungan ke kantor Badan Wakaf Indonesia (BWI) Pusat di Jakarta, Kamis (23/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi langkah penting dalam membahas kejelasan status Lapangan Blangpadang yang diyakini sebagai tanah wakaf Masjid Raya Baiturrahman.

Delegasi Pemerintah Aceh dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, bersama Asisten I Sekretariat Daerah Aceh serta Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman, Abu Paya Pasi. Rombongan diterima oleh Wakil Ketua BWI Pusat, Dr. Tatang Astarudin.

Dalam pertemuan tersebut, Fadhlullah menyampaikan bahwa kedatangan Pemerintah Aceh bersama para ulama merupakan bagian dari upaya menjaga amanah sejarah serta mempertahankan marwah peninggalan para leluhur Aceh.

Baca Juga :  Pemerintah Aceh Dorong SDM Unggul Lewat Pendidikan Vokasi dan Sertifikasi Kompetensi

Menurutnya, masyarakat Aceh berharap status Lapangan Blangpadang dapat segera memperoleh kepastian hukum sehingga dapat kembali dimanfaatkan sebagai bagian dari kemaslahatan umat.

“Tujuan kami bukan mencari pertentangan, tetapi merawat sejarah dan memastikan amanah dari indatu tetap terjaga. Kami telah melakukan penelusuran sejarah hingga ke museum di Belanda untuk mendapatkan gambaran yang objektif,” ujar Fadhlullah.

Ia menjelaskan, hasil penelusuran sejarah tersebut memperkuat keyakinan bahwa Blangpadang sejak masa Kerajaan Aceh merupakan alun-alun kebanggaan masyarakat dan bukan kawasan fasilitas militer Belanda.

Baca Juga :  Sekda Aceh Instruksikan Penguatan Layanan Kesehatan Darurat di 9 Kabupaten Terdampak Banjir

“Penelusuran itu mengonfirmasi bahwa Blangpadang merupakan aset luhur yang diwakafkan untuk Masjid Raya Baiturrahman,” katanya.

Fadhlullah menegaskan, upaya yang dilakukan Pemerintah Aceh bersama ulama bukan untuk mengabaikan aturan hukum, melainkan mendorong agar proses administrasi dan penerbitan sertifikat dapat segera diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Wakil Ketua BWI Pusat Dr. Tatang Astarudin mengapresiasi langkah Pemerintah Aceh dan para ulama yang mengedepankan pendekatan santun dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

“Secara yuridis, filosofis, maupun teologis, kita memiliki kesamaan pandangan bahwa ini adalah tanah wakaf. Yang perlu dilakukan saat ini adalah menyelaraskan proses administrasi antarinstansi dengan tetap menghormati prosedur yang berlaku,” ujar Tatang.

Baca Juga :  Dipimpin Pj Gubernur Safrizal, Hari ini Aceh Zero Case PMK

Ia menyampaikan, BWI akan membantu menjembatani komunikasi dengan sejumlah kementerian terkait, termasuk Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), guna mendapatkan penyelesaian terbaik terkait status tanah tersebut.

Tatang juga menyebutkan bahwa dokumen dan berkas yang disampaikan oleh Pemerintah Aceh serta para ulama akan menjadi bahan pembahasan dalam rapat pleno BWI untuk merumuskan langkah selanjutnya.

“Seluruh dokumen yang disampaikan akan kami bahas untuk menghasilkan sikap resmi BWI yang konstruktif,” tutupnya.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Gubernur Aceh Minta Pantauan Ketat Harga Sembako dan Distribusi BBM di Tengah Penanganan Bencana

News

Kepala DPMPTSP Aceh Pimpin Donor untuk Penuhi Kebutuhan Darah Aceh

News

Wagub Aceh Temui Dua Menteri di Jakarta, Minta Dukungan Perpanjangan Dana Otsus

News

Pemprov Aceh Dorong Kemandirian Dayah Lewat Kolaborasi Ulama dan Pemerintah

Pemerintah Aceh

Temu Ramah Paskibraka Aceh 2026, Sekda M. Nasir Tekankan Disiplin dan Integritas

Pemerintah Aceh

Pemprov Aceh Salurkan Bufferstock Bencana Senilai Rp5,38 Miliar ke Tiga Daerah

Daerah

PMI Kirim 500 Ton Beras ke Aceh Lewat Jalur Laut, Wagub Fadhlullah Terima Bantuan Kemanusiaan

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Dorong Mahasiswa KKN USK Berperan Aktif dalam Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi