Sigli – Ratusan kios di sepanjang jalan kawasan Kota Mini, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, mulai dibongkar oleh pemiliknya secara sukarela sejak 29 Juli 2026.
Pembongkaran dilakukan menyusul rencana Pemerintah Kabupaten Pidie menata kawasan tersebut untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan penyelenggaraan kegiatan tingkat kabupaten.
Sejumlah warga mengaku menerima kebijakan penataan setelah pemerintah melakukan sosialisasi sebelumnya. Mereka memilih membongkar sendiri bangunan yang ditempati tanpa menunggu tindakan penertiban dari pemerintah.
“Kami memahami penataan ini untuk kepentingan bersama. Pemerintah sudah menyampaikan sosialisasi dan pemberitahuan, sehingga kami mendukung dengan membongkar kios secara sukarela,” kata salah seorang warga.
Juru Bicara Bupati Pidie, Andi Firdhaus, mengatakan pemerintah daerah mengapresiasi sikap kooperatif masyarakat yang mendukung penataan kawasan Kota Mini.
Menurut Andi, sosialisasi penertiban telah dilakukan melalui surat Forkopimcam Mutiara Timur Nomor 300/363/2026 tertanggal 2 Juli 2026 tentang Sosialisasi dan Pemberitahuan Penertiban Pedagang Kaki Lima.
Ia menjelaskan, penataan kawasan dilakukan untuk mendukung sejumlah agenda pemerintah daerah. Selain akan dibangun kantor baru Kecamatan Mutiara Timur di kawasan Kota Mini, wilayah tersebut juga dipersiapkan menjadi lokasi pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-38 tingkat Kabupaten Pidie.
“Pemerintah mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah mendukung penataan ini serta kepada Forkopimcam Mutiara Timur yang telah melakukan sosialisasi kepada warga,” ujar Andi.
Pemerintah Kabupaten Pidie berharap proses penataan kawasan dapat berjalan sesuai rencana dengan tetap mengedepankan komunikasi bersama masyarakat. Pemerintah menilai dukungan warga menjadi faktor penting agar kawasan Kota Mini dapat ditata lebih tertib dan representatif sebagai pusat pelayanan publik sekaligus lokasi pelaksanaan agenda daerah.
Hingga berita ini ditulis, proses pembongkaran kios masih berlangsung secara bertahap. Belum diperoleh informasi mengenai jumlah pasti kios yang telah dibongkar maupun skema penataan lanjutan bagi para pedagang yang terdampak.
Editor: Amiruddin. MKReporter: Amir Sagita











