Home / Ekbis / Nagan Raya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:47 WIB

Dari Nagan Raya ke Istana Negara, Toke Aris Wandi Hadiri Peringatan HUT ke-81 RI

mm Redaksi

Pengusaha asal Nagan Raya, Toke Aris Wandi bersama istri, Cut Nurmawan, menghadiri rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Negara, Jakarta, Senin (17/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Pengusaha asal Nagan Raya, Toke Aris Wandi bersama istri, Cut Nurmawan, menghadiri rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Negara, Jakarta, Senin (17/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

Jakarta — Undangan menghadiri rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, menjadi momentum istimewa bagi pengusaha asal Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Toke Aris Wandi.

Toke Aris Wandi hadir bersama istrinya, Cut Nurmawan, serta didampingi ajudan pribadi, Mursalin, dalam rangkaian agenda kenegaraan pada Senin (17/8/2026).

Kehadiran tersebut merupakan bagian dari undangan resmi yang telah diterimanya dari pihak Istana Negara sebelum pelaksanaan peringatan HUT Kemerdekaan. Bersama sang istri, ia berangkat dari Nagan Raya pada Sabtu dan tiba di Jakarta pada Minggu, sebelum mengikuti rangkaian kegiatan kenegaraan pada Senin.

Bagi Aris Wandi, kesempatan tersebut tidak sekadar menjadi pengalaman menghadiri peringatan hari kemerdekaan di tingkat nasional. Momentum itu juga menjadi kebanggaan tersendiri karena membawa identitas sebagai pelaku usaha dari daerah ke tengah perayaan nasional.

Berangkat dari Sektor Pangan

Aris Wandi dikenal sebagai pelaku usaha yang telah lama berkecimpung di sektor pangan, khususnya usaha penggilingan dan perdagangan beras. Ia merupakan pemilik CV KP Rizki Perkasa dan menjabat sebagai direktur utama perusahaan tersebut.

Baca Juga :  Petani di Abdya Diminta Ambil Kesempatan, Ada Apa?

Perjalanan usahanya di bidang pangan telah dimulai sejak sekitar tahun 2000. Salah satu unit usaha penggilingan padi yang dikembangkannya berada di kawasan Jalan Beutong–Takengon, Kabupaten Nagan Raya, dan menjadi bagian dari jaringan usaha pengolahan serta penyediaan beras di wilayah Aceh.

Dalam perkembangannya, CV KP Rizki Perkasa juga turut mendukung kebutuhan pasokan beras untuk Bulog wilayah Meulaboh, sesuai kapasitas dan kebutuhan pengadaan yang dijalankan perusahaan.

Pengalaman lebih dari dua dekade di sektor perberasan membuat Aris Wandi melihat ketahanan pangan bukan semata persoalan produksi. Menurut perspektif pelaku usaha, rantai pangan membutuhkan ekosistem yang saling terhubung, mulai dari penyerapan gabah petani, penggilingan, pengolahan, penyimpanan hingga distribusi kepada konsumen maupun lembaga yang membutuhkan.

Dari Daerah untuk Ketahanan Pangan

Dengan kapasitas usaha dan jaringan yang dibangun selama bertahun-tahun, perusahaan yang dipimpinnya mampu mengelola serta menyediakan beras dalam jumlah besar, termasuk dalam skala ribuan ton sesuai kebutuhan dan kemampuan produksi.

Peran pelaku usaha seperti ini menjadi salah satu bagian dari mata rantai penting dalam menjaga ketersediaan pangan. Pemerintah sendiri terus menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu agenda strategis pembangunan nasional, termasuk melalui penguatan produksi pertanian, peningkatan produktivitas petani, pengelolaan cadangan pangan dan penguatan distribusi.

Baca Juga :  Selama PON XXI, BSI Aceh Buka Layanan Weekend Banking dan Optimalkan QRIS serta EDC

Di tengah agenda tersebut, pelaku usaha daerah memiliki ruang untuk berkontribusi melalui investasi, penyerapan hasil pertanian, pengolahan serta distribusi komoditas pangan.
Bagi Aris Wandi, kiprah di sektor pangan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas bisnis. Keberlangsungan usaha juga bersinggungan langsung dengan kehidupan petani dan masyarakat yang berada dalam rantai produksi pangan.

Karena itu, perjalanan panjang membangun usaha penggilingan padi di Nagan Raya menjadi bagian dari kontribusinya sebagai pengusaha daerah dalam mendukung sektor pangan.

Momentum di Istana Negara

Dari Nagan Raya ke Istana Negara, Toke Aris Wandi Hadiri Peringatan HUT ke-81 RIKehadiran Aris Wandi bersama Cut Nurmawan di Istana Negara pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI kemudian menjadi catatan tersendiri dalam perjalanan usahanya.

Dari daerah yang dikenal sebagai salah satu kawasan pertanian di pantai barat-selatan Aceh, ia hadir dalam sebuah momentum nasional yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat dari berbagai daerah.

Baca Juga :  Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira, Soroti Serapan Tenaga Kerja Lokal

Sementara itu, Mursalin sebagai ajudan pribadi turut mendampingi dan membantu memastikan rangkaian perjalanan serta agenda Aris Wandi selama berada di Jakarta berlangsung tertib dan lancar.

Perjalanan tersebut pada akhirnya bukan hanya tentang seorang pengusaha daerah yang menghadiri undangan kenegaraan. Lebih jauh, momentum itu menggambarkan bagaimana aktivitas ekonomi di daerah memiliki keterkaitan dengan agenda pembangunan nasional, terutama dalam sektor strategis seperti pangan.

Dari aktivitas penggilingan padi di Nagan Raya hingga hadir di Istana Negara Jakarta, perjalanan Aris Wandi membawa satu pesan penting: ketahanan pangan membutuhkan keterlibatan banyak pihak—pemerintah, petani, dunia usaha dan masyarakat—yang bekerja dalam satu rantai yang saling menguatkan.

Bagi daerah, keberadaan pelaku usaha pangan yang mampu bertahan dan berkembang selama puluhan tahun juga menjadi bagian dari potensi ekonomi lokal yang dapat terus diperkuat untuk mendukung pembangunan dan ketahanan pangan nasional.

Reporter: Aprizal.43

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Nagan Raya

Panen Jagung Yonif TP 856/SBS, Kadis Pertanian Nagan Raya Dorong Sinergi Ketahanan Pangan

Ekbis

Hery Gunardi Dinobatkan CEO of The Year dan BSI Sebagai Bank Syariah Terbaik

Ekbis

Mahasiswa KKN STIE Lhokseumawe Latih Warga Buat Sabun Ramah Lingkungan dari Daun Pandan dan Jeruk Nipis

Ekbis

Bank Aceh luncurkan Fitur Baru Ationcash, Kini bisa tarik dan setor tunai tanpa kartu di ATM Bank Aceh

Aceh Barat

Aceh Barat Catat Realisasi Investasi Rp764,79 Miliar di 2025, Digitalisasi Perizinan Capai 100%

Daerah

Fadhil Ilyas Sebagai Plh Direktur Utama Bank Aceh

Aceh Barat Daya

Sambutan Hangat Untuk Pengusaha Sukses di Ajang Rekor MURI

Ekbis

BSI Siapkan 200 Kursi Roda di Tanah Suci Untuk Layani Jamaah Haji Lansia