Nagan Raya — Upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Nagan Raya terus didorong melalui pemanfaatan lahan pertanian secara produktif dan sinergi lintas lembaga. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan panen jagung yang dilaksanakan Yonif TP 856/SBS di lahan pertanian Kompi Beutong, Desa Krueng Isep, Kecamatan Beutong, Nagan Raya, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan tersebut turut mendapat perhatian dari Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Nagan Raya, Marzuki, S.E., yang hadir dalam rangka monitoring sekaligus melihat langsung perkembangan pemanfaatan lahan pertanian yang dikelola Yonif TP 856/SBS.
Kehadiran pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun koordinasi dan sinergi antara unsur TNI, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, serta pihak terkait dalam mendorong produksi pangan di daerah.
Panen dimulai sekitar pukul 09.20 WIB. Dari lahan seluas kurang lebih 0,5 hektare, hasil panen jagung diperkirakan mencapai sekitar 1 ton.

Bagi pemerintah daerah, pemanfaatan lahan secara produktif tidak hanya berkaitan dengan hasil panen, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong kesadaran bersama bahwa ketahanan pangan membutuhkan keterlibatan berbagai unsur.
Marzuki mengatakan, kegiatan panen jagung yang dilakukan Yonif TP 856/SBS merupakan langkah positif dalam mendukung peningkatan produksi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Nagan Raya.
Menurutnya, pemanfaatan lahan pertanian secara produktif perlu terus didorong melalui kolaborasi dan pendampingan, sehingga potensi lahan yang tersedia dapat memberikan manfaat yang lebih besar.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena menunjukkan adanya kepedulian dan keterlibatan berbagai pihak dalam mendukung sektor pertanian. Pemanfaatan lahan secara produktif perlu terus kita dorong agar dapat memberikan manfaat bagi ketahanan pangan,” ujar Marzuki.
Ia juga mengapresiasi langkah Yonif TP 856/SBS dalam mengembangkan lahan pertanian dan berharap kegiatan tersebut dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan aspek budidaya, produktivitas, serta pendampingan teknis pertanian.
Sementara itu, kegiatan panen tersebut menjadi gambaran bahwa agenda ketahanan pangan dapat dibangun melalui sinergi konkret di lapangan. Pemerintah daerah melalui perangkat teknisnya dapat menjalankan fungsi monitoring dan pendampingan, sementara unsur lainnya turut mengambil peran dalam pemanfaatan lahan dan pengembangan produksi.
Dari lahan sekitar 0,5 hektare tersebut, hasil panen yang diperkirakan mencapai 1 ton menjadi salah satu indikator awal pemanfaatan lahan produktif yang dapat terus dievaluasi dan dikembangkan.
Setelah kegiatan panen selesai sekitar pukul 10.38 WIB, rombongan melanjutkan kegiatan pengecekan lahan peternakan dan pangkalan Yonif TP 856/SBS.
Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan panen, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama yang berkelanjutan dalam pemanfaatan lahan, peningkatan produksi, pendampingan petani, serta penguatan ketahanan pangan di Kabupaten Nagan Raya sebagai bagian dari kepedulian terhadap agenda pangan Indonesia.
Reporter: Aprizal.43
Editor: Amiruddin. MK

























