Aceh Jaya – Sebanyak 19 gampong di Kabupaten Aceh Jaya masih berstatus tertinggal berdasarkan data Indeks Desa Membangun (IDM) 2026.Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (DPMPKB) Aceh Jaya, Dahrial Saputra, mengatakan kondisi tersebut mengacu pada Surat Keputusan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia Nomor 343 Tahun 2025 tentang Kemajuan dan Kemandirian Desa Tahun 2025.
“Untuk saat ini masih ada 19 gampong dalam Kabupaten Aceh Jaya yang berstatus gampong tertinggal,” kata Dahrial kepada awak media NOA.co.id, Kamis (10/9/2026).
Ia mengatakan, Pemkab Aceh Jaya melalui DPMPKB telah meninjau sejumlah gampong tersebut dan akan bersinergi dengan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat, Pendamping Desa serta Pendamping Lokal Desa dalam mengevaluasi variabel yang menjadi dasar penetapan kemajuan dan kemandirian desa.
“Target kita pada tahun 2027 mendatang tidak ada lagi gampong dengan kategori gampong tertinggal di Kabupaten Aceh Jaya,” ujarnya.
Berdasarkan data IDM 2026, nilai gampong yang masih berstatus tertinggal berada pada rentang 50,55 hingga 57,32.
Delapan gampong di antaranya berada di Kecamatan Sampoiniet, yakni Babah Nipah dengan nilai IDM 57,32, Cot Langsat 54,80, Ie Jeureungeh 54,80, Mata Ie 51,50, Meunasah Kulam 54,80, Seumantok 52,91, Cot Punti 51,34 dan Krueng Ayon 50,55.
Nilai IDM terendah tercatat di Gampong Krueng Ayon, Kecamatan Sampoiniet, dengan nilai 50,55. Sementara nilai tertinggi dicatat Gampong Babah Nipah dengan nilai 57,32.
Di Kecamatan Jaya terdapat Gampong Mareu dengan nilai IDM 57,17 dan Babah Ie 52,91.
Kemudian di Kecamatan Darul Hikmah terdapat Gampong Baro Lamteungoh dengan nilai IDM 53,07, Alue Gajah 52,60, Arongan 54,02, Masen 52,28, Panton Krueng 53,23 dan Teupin Asan 53,70.
Selanjutnya, Kecamatan Setia Bakti terdapat Gampong Glee Seubak dengan nilai IDM 56,69 dan Padang 56,85. Sementara Kecamatan Panga terdapat Gampong Batee Meutudong dengan nilai IDM 54,80.
Sementara itu, Bupati Aceh Jaya, Safwandi, mengatakan pemerintah daerah terus berupaya menangani persoalan pembangunan di sejumlah gampong yang masih menghadapi keterbatasan akses dan kondisi ekonomi masyarakat.
Ia mencontohkan Gampong Buket Keumuneng di Kecamatan Pasie Raya yang masih menghadapi persoalan akses jalan. Sementara Gampong Mareu, Kecamatan Jaya, menurutnya memiliki kondisi berbeda karena tidak terdapat penduduk yang menetap di wilayah tersebut.
“Kalau Gampong Mareu, memang tidak ada penduduk di sana. Jadi bagaimana kita mempertahankan desa, karena masyarakat kita sudah turun ke bawah mengharapkan satu jembatan,” kata Safwandi saat dimintai tanggapan.
Safwandi mengatakan, keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) menjadi salah satu tantangan dalam mempercepat pembangunan.
“Keadaan APBK kita lihat di akhir-akhir tahun ini pada periode kita sangat menurun ekstrem. Intinya, lima tahun sekarang sama dengan satu tahun masa sebelum kita memimpin. Itu perbandingan anggaran dalam membangun,” ujarnya.
Meski demikian, Safwandi menegaskan Pemkab Aceh Jaya tetap berkomitmen mendorong gampong-gampong tersebut keluar dari status tertinggal.
“Kita tetap komitmen dan yakin berusaha untuk melepaskan status desa tertinggal menjadi desa-desa yang lain. Tapi ini butuh perjuangan yang berat dan besar,” katanya.
Menurut Safwandi, kondisi fiskal saat ini membuat pembangunan tidak hanya membutuhkan dukungan anggaran, tetapi juga inovasi dan kerja sama lintas sektor. Ia berharap DPMPKB dapat memfasilitasi gampong-gampong yang masih berstatus tertinggal, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Safwandi juga mendorong Dinas Pertanian untuk mengembangkan sektor pertanian dan perkebunan guna meningkatkan pendapatan masyarakat, terutama di wilayah yang masih memiliki lahan produktif.Ia berharap masyarakat turut mengambil peran dalam meningkatkan perekonomian gampong dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya yang tersedia.
“Yang penting masyarakat terus bekerja dan memanfaatkan apa yang mampu dikembangkan. Pemerintah daerah akan terus berupaya sesuai dengan kemampuan yang ada, sementara masyarakat juga harus terus bergerak untuk meningkatkan ekonomi bagi masyarakat dan keluarganya,” pungkasnya.
Editor: Amiruddin. MKReporter: Sanusi











