Aceh Barat Daya – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Aceh Barat Daya (Abdya) mulai memicu desakan keras dari pemerintah gampong.
Berdasarkan laporan di RSUD Teungku Peukan (RSUD-TP) Abdya mencatat 100 pasien DBD menjalani perawatan sejak Juni hingga September 2026.
Angka tersebut mendorong Ketua Forum Keuchik Abdya, Venny Kurnia, mendesak Dinas Kesehatan Abdya segera memperluas program fogging ke seluruh desa.
Keuchik Gampong Guhang, Kecamatan Blangpidie ini menilai pemerintah perlu bergerak sebelum kasus berkembang dan menimbulkan korban lebih besar.
“Tolong program fogging-nya Pak Kadinkes untuk seluruh desa. Mohon kerja samanya sebelum jatuh korban lebih besar. Kami siap membantu dari desa,” kata Venny, Senin (28/9/2026).
Venny bahkan melontarkan kritik lebih keras terhadap pola penanganan DBD yang menurutnya terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
“Jangan tunggu orang meninggal baru fogging. Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, pihak Dinas Kesehatan ini baru bergerak kalau korban sudah ada yang meninggal. Untuk kondisi saat ini, tolong segera diatasi,” tegasnya.
Menurut Venny, kondisi saat ini membutuhkan respons cepat. Seratus pasien yang menjalani perawatan bukan angka yang layak terabaikan.
“Terlebih kasus DBD dapat berkembang apabila masyarakat dan pemerintah terlambat melakukan pencegahan, Dinas Kesehatan jangan tunggu korban,” tegasnya.
Pihak RSUD-TP juga melakukan sosialisasi mengenai gejala DBD sebagai bagian dari upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit tersebut.
Di tingkat gampong, sejumlah langkah pencegahan mulai berjalan.
Salah satunya oleh Pemerintah Gampong Mata Ie, Kecamatan Blangpidie.
Dengan menggandeng Dinkes Abdya untuk melaksanakan fogging massal.
Namun, Venny meminta langkah tersebut tidak berhenti di desa tertentu.
“Kami siap membantu dari desa. Dengan catatan sebanyak ini, perhatian terhadap pencegahan DBD di tingkat lingkungan menjadi semakin penting,” ujarnya.
Venny menegaskan pemerintah gampong siap membantu Dinas Kesehatan melakukan pencegahan di lapangan.
Ia juga meminta masyarakat memperkuat pemberantasan sarang nyamuk dengan membersihkan lingkungan.
Selain itu, Venny meminta warga untuk menghilangkan tempat yang berpotensi menjadi lokasi berkembang biaknya nyamuk penyebab DBD.
“Kami selaku Ketua Forum Keuchik Abdya mendorong sinergi yang lebih luas antara Dinas Kesehatan dan pemerintah gampong agar upaya pencegahan tidak menunggu kasus bertambah atau korban jatuh,” pungkasnya.
Forum Keuchik Abdya kini meminta Dinas kesehatan tidak sekadar menunggu laporan kasus dari rumah sakit.
Dengan 100 pasien tercatat menjalani perawatan sejak Juni, Venny mendorong langkah pencegahan turun langsung ke desa sebelum situasi berkembang lebih serius.
Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar










