Home / Aceh Barat Daya / Pemerintah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Pokir Hilang di APBK 2027, Bupati Abdya Pegang Kendali Penuh

mm Teuku Nizar

Bupati Safaruddin saat melaunching aplikasi My Tirta Abdya di Lobi Kantor Bupati setempat. Foto. Dok. Teukunizar/noa.co.id

Bupati Safaruddin saat melaunching aplikasi My Tirta Abdya di Lobi Kantor Bupati setempat. Foto. Dok. Teukunizar/noa.co.id

Aceh Barat Daya – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengambil alih pola pengalokasian anggaran yang sebelumnya berkaitan dengan Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRK dalam penyusunan APBK tahun anggaran 2027.

Tidak lagi muncul sebagai alokasi Pokir masing-masing anggota DPRK, arah anggaran tersebut menjadi program prioritas pemerintah daerah.

Prioritas tersebut berdasarkan kebutuhan pembangunan masyarakat.

Kondisi itu menempatkan pemerintah daerah, di bawah kepemimpinan Bupati Abdya Dr. Safaruddin, S.Sos., MSP, sebagai pihak yang menentukan arah pengalokasian program pembangunan dalam APBK 2027.

Safaruddin mengatakan penghapusan alokasi Pokir tidak berarti pemerintah mengabaikan aspirasi masyarakat yang sebelumnya melalui anggota DPRK.

“Pokir anggota DPRK Abdya kita tiadakan, tapi mereka tidak ribut,” kata Safaruddin, Rabu (30/9/2026).

Baca Juga :  Hari ke-9 TMMD, Segini Progres Pengerjaan Jalan Baru 

Menurutnya, kebutuhan masyarakat tetap masuk dalam perencanaan pembangunan.

Namun, pemerintah tidak lagi mengemasnya dalam bentuk alokasi Pokir yang melekat pada masing-masing anggota DPRK.

“Pemerintah tetap memasukkan kebutuhan pembangunan masyarakat ke dalam program prioritas, tetapi tidak lagi menggunakan skema alokasi Pokir anggota DPRK,” jelas Safaruddin.

Ia menjelaskan pemerintah menyusun program berdasarkan kebutuhan masyarakat yang muncul dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), terutama dari tingkat desa.

Dengan pola tersebut, usulan pembangunan tidak lagi berdasarkan jatah Pokir per anggota DPRK, tetapi pemerintah menggabungkannya ke dalam program prioritas daerah.

Safaruddin mencontohkan alokasi sekitar Rp2 miliar yang sebelumnya berkaitan dengan Ketua DPRK Abdya teralihkan untuk pembangunan jalan di kawasan Lhok Batee Intat, Kecamatan Lembah Sabil.

Baca Juga :  Bupati Aceh Barat Tinjau Pascabanjir di Jambak, Canggai, dan Lawet, Serahkan Bantuan untuk Warga

“Jadi alokasi anggaran Ketua DPRK Abdya itu kita alihkan ke Lhok Batee Intat, Kecamatan Lembah Sabil. Insyaallah, di tahun 2027 nanti di sana sudah ada jalan baru,” jelasnya.

Kemudian, alokasi sekitar Rp1,5 miliar yang sebelumnya berkaitan dengan Wakil Ketua DPRK Abdya, Nurdianto, arahkan untuk pengaspalan jalan desa.

Sementara alokasi yang berkaitan dengan Wakil Ketua I DPRK Abdya, Tgk. Mustiari, untuk penanganan persoalan banjir di Desa Ie Mirah, Kecamatan Babahrot.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah daerah tidak lagi mempertahankan identitas anggaran berdasarkan Pokir anggota DPRK.

Pengarahan anggaran sesuai program dan kebutuhan pembangunan yang menjadi prioritas pemerintah.

Safaruddin menegaskan program yang menggantikan alokasi Pokir tetap bersumber dari kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  Pj Bupati Muhammad Iswanto Sambut Kunker Kapolda di Mapolres Aceh Besar

“Begitulah cara kita menyusun program-program prioritas dari Pokir DPRK, dan ini juga berlaku bagi seluruh anggota dewan,” ujarnya.

Menurut Safaruddin, pola tersebut membuat kewenangan penentuan arah program pembangunan menjadi lebih terpusat pada perencanaan pemerintah daerah.

Ia bahkan menyebut Abdya menjadi daerah yang berbeda daerah lain karena anggota DPRK tidak lagi memiliki alokasi Pokir dalam APBK 2027.

“Pokir anggota DPRK Abdya kita tiadakan, tapi mereka tidak ribut,” katanya kembali.

Safaruddin juga mengapresiasi pimpinan DPRK yang menurutnya memilih berjalan searah dengan pemerintah.

“Saya selaku Bupati salut dengan pimpinan anggota DPRK yang mau sejalan dengan pemerintah untuk membantu rakyat,” pungkasnya.

Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar

Share :

Baca Juga

Internasional

Presiden Joko Widodo Ajak Negara Global South Perkuat Solidaritas Hadapi Tantangan Global

Nasional

Menko Polkam: Guru Hebat Penentu Masa Depan Bangsa

Aceh Barat Daya

Hingga Hari Ke-3 Pencarian, Pemerintah Abdya Belum Dirikan Dapur Umum

Aceh Barat

Pj Bupati Mahdi Efendi, Pimpin Upacara HUT ke-79 Kemerdekaan RI

Aceh Besar

Pj Bupati Aceh Besar Pimpin Upacara Apel Tahunan Pesantren Modern Al-Falah Abu Lam U

Aceh Barat

Jadi Pembina Upacara Hari Guru, Ini yang Disampaikan Oleh Pj Bupati Aceh Barat

Aceh Besar

Pj Bupati Iswanto Teken Prasasti Sumur Bor, Menara Air dan Pipanisasi Gampong Maheng

Pemerintah

Kemendagri Siapkan Langkah Strategis Fasilitasi Penyelesaian Polemik Status Empat Pulau Aceh–Sumut