Meulaboh – Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM, bersama Wakil Bupati Said Fadheil SH dan Sekretaris Daerah menerima audiensi tim survei awal Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) serta Pusat Pengelolaan dan Pengembangan Kuliah Kerja Nyata (P2KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) di Aula Teuku Umar, Setdakab Aceh Barat, Jumat (16/10/2026).
Tarmizi mengatakan, audiensi tersebut membahas rencana pelaksanaan KKN reguler mahasiswa USK di wilayah Kabupaten Aceh Barat.
“Kami menyambut dengan baik rencana KKN ini dan insyaallah siap menerima mahasiswa yang akan melaksanakan KKN pada Desember mendatang. Pemkab Aceh Barat bersama Rektor USK sebelumnya juga telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama pada 2025,” kata Tarmizi.
Ia menjelaskan, pada Juni 2026, Pemkab Aceh Barat juga telah menerima 600 mahasiswa KKN dari Universitas Teuku Umar (UTU). Para mahasiswa tersebut ditempatkan di tiga kecamatan, yakni Johan Pahlawan, Samatiga, dan Arongan Lambalek.
Menurut Tarmizi, mahasiswa KKN USK nantinya akan ditempatkan di luar ketiga kecamatan tersebut agar pemerataan program pengabdian kepada masyarakat dapat terwujud.
“Tentu nantinya mahasiswa USK tidak lagi ditempatkan di lokasi yang sama dengan mahasiswa KKN UTU sebelumnya. Masyarakat banyak yang bertanya kenapa di desa kami tidak ada mahasiswa KKN. Jadi, demi pemerataan, mereka akan kita tempatkan di luar ketiga kecamatan itu,” ujarnya.
Selain pemerataan lokasi, Tarmizi mengatakan penempatan mahasiswa juga akan mempertimbangkan aspek keselamatan. Mengingat Aceh Barat telah memasuki musim penghujan, pemerintah daerah akan menghindari desa-desa yang berpotensi terdampak bencana alam, seperti banjir.
Ia juga berharap mahasiswa dapat berbaur dengan masyarakat dan berkontribusi melalui kegiatan yang bermanfaat, termasuk meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya kesehatan.
“Kami berharap, karena masyarakat sangat percaya kepada mahasiswa yang KKN, maka berbaurlah dengan masyarakat dan sosialisasikan terkait kesehatan agar masyarakat rajin melakukan cek kesehatan,” ujar Tarmizi.
Lebih lanjut, ia berharap pelaksanaan KKN selama satu bulan dapat menghasilkan setidaknya satu inovasi yang bermanfaat bagi desa lokasi pengabdian. Inovasi tersebut diharapkan menjadi kontribusi nyata mahasiswa sekaligus kebanggaan bagi USK dan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat.
Editor: Amiruddin. MK















