Home / Opini / Politik

Minggu, 18 Agustus 2024 - 12:45 WIB

Sang Kandidat

mm Redaksi

Foto : Ilustrasi Sang Kadidat

Foto : Ilustrasi Sang Kadidat

Aku pernah punya jas sekaligus dasi. Kemana-mana ciri dua status sosial ini ku selalu ku bawa. Ada tambahan lain, sepatu mengkilat dan mobil terbaru.

“Kandidat kita datang,” teriak beberapa orang yang pakai sandal jepit ketika mobilku berhenti di sebuah warung pinggir jalan.

Mereka menyambut dan tak luput mencium tanganku. Ada yang menepuk bahu seolah-olah bangga dengan diri ku.

Baca Juga :  Bakal Calon Bupati Aceh Singkil 2024-2029, Dulmusrid Masih Menunggu Rekomendasi Partai

“Hebat, bapak Kandidat telah berkunjung ke kampung kami,” seorang berkepala botak seperti profesor merangkul ku.

“Kami senang,” lanjutnya sambil menyilahkan aku masuk warung.

“Tenang, pesan saja kopi,” bapak Kandidat yang bayar, aku menunjuk diri.

“Bodohnya mereka,” kutukku dalam hati.

“Aku hanya datang sekali lima tahun mau saja kalian ku tipu,” aku sempat terkekeh, namun cepat-cepat aku menyembunyikan ketawaku.

Baca Juga :  Emak - Emak Warakawuri Dukung Muhammad Balia Maju di Pilkada Banda Aceh

Baju jas dan dasi, sepatu mengkilat dan mobil terbaruku telah menghipnotis mereka.

Di pojok, seorang anak muda kerempeng dengan gajetnya tidak menghiraukan kehadiranku. Ia asyik dengan tatapannya di benda setapak tangan itu.

Aku menghampirinya. “Bagaimana, anak muda,” aku mendekat.

“Kalau ada maunya, begitu,” sindirnya tajam.

Sebagai Kandidat yang telah banyak makan asam garam, aku tidak boleh tersinggung apalagi marah. Aku hanya senyum-senyum saja.

Baca Juga :  Warga Aceh Besar Desak Bustami dalam Kontestasi Pilgub di Pilkada 2024

“Nanti ganti gajetnya, biar bapak yang beli,” aku langsung tawarkan tanpa basa-basi

Kulihat ia sempat terkejut dan air mukanya berubah.

“Sudahlah, nanti malam ke rumah ya.”

Ia pun mengangguk. Aku tahu, mustahil ayam menolak padi.

Penulis : Kas Pani

Share :

Baca Juga

Politik

Mualem Diminta Segera Lakukan Mutasi

Opini

Perjalanan Menginspirasi dari Desa ke Puncak Kesuksesan Melalui Pendidikan Hingga Bercita-cita Jadi Profesor

Aceh Timur

Ditepung Tawar Oleh Tengku Nektu Dan Amad Leumbeng Temu Ramah Dengan Tokoh masyarakat 

Daerah

Resmi Lapor ke DKPP, SAPA Desak Pemecatan Komisioner KIP Aceh

Aceh Barat Daya

Pencalonan Jufri Hasanuddin Sebagai Bacabup Ditolak KPA/PA

Opini

Pak Tua, Sudahlah !

Politik

Aktif Gelar Sunatan Massal, Fachrul Razi Sosok yang Peduli Anak Yatim dan Fakir Miskin

Daerah

Kemenko Polkam Tugaskan Tim Khusus Pantau Pilkada Aceh 2024