Home / Daerah / Ekbis

Senin, 3 Maret 2025 - 21:32 WIB

Saat Bulan Ramadhan, Permintaan cincau di Aceh meningkat

mm Redaksi

Pekerja saat proses produksi cincau di salah satu Industri Kecil Menengah (IKM), Kampung Laksana, Kuta Alam, Banda Aceh, Aceh, Senin (3/3/2025). (Foto : Farid Ismullah/NOA.co.id).

Pekerja saat proses produksi cincau di salah satu Industri Kecil Menengah (IKM), Kampung Laksana, Kuta Alam, Banda Aceh, Aceh, Senin (3/3/2025). (Foto : Farid Ismullah/NOA.co.id).

Banda Aceh – Pengrajin cincau di Kota Banda Aceh menyebutkan permintaan bahan campuran minuman tersebut di Banda Aceh pada Ramadhan 1446 Hijriah atau 2025 Masehi.

“Ada peningkatan permintaan cincau di awal bulan puasa ini. Biasanya, peningkatan permintaan tersebut hingga pertengahan Ramadhan, setelah itu kembali seperti biasa,” kata Djoek Fa, pengrajin cincau, di Banda Aceh, Senin 3 Maret.

Djoek Fa menjelaskan peningkatan permintaan tersebut dilihat dari produk. Dalam beberapa hari Ramadhan, cincau yang produksi mencapai 400 kaleng. Sedangkan hari biasa, produksinya berkisar 40 hingga 50 kaleng.

Baca Juga :  Pj Gubernur Safrizal Terima Audiensi Prima DMI Aceh

Menurut dia, jika dibandingkan dengan bulan puasa tahun sebelumnya, permintaan tersebut turun. Pada Ramadhan sebelumnya, permintaan cincau berkisar 500 hingga 700 kaleng.

“Permintaan cincau pada bulan puasa tahun ini menurun dibandingkan bulan puasa tahun lalu. Sekarang 400-an kaleng, tahun lalu 500 hingga 700-an kaleng. Kendati begitu, permintaan dalam bulan puasa meningkat dibandingkan hari biasa,” katanya.

Djoek FA menyebutkan cincau yang diproduksi tidak hanya dijual di Kota Banda Aceh dan sekitarnya, tetapi juga dipasarkan ke berbagai kabupaten kota di Provinsi Aceh, baik di wilayah pantai barat maupun pantai timur.

Baca Juga :  Karutan Kelas IIB Aceh Singkil : Setiap pot selai berbicara tentang manusia yang bangkit dari keterpurukan

“Kalau di pantai barat, hingga Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan. Ada juga yang beli dari Pulau Simeulue. Kalau di wilayah pantai timur, hingga Kabupaten Bireuen,” kata Djoek Fa menyebutkan.

Menyangkut harga, kata Djoek FA dijual Rp25 ribu per kaleng. Harga tidak naik sejak beberapa tahun terakhir, walau harga bahan baku naik dan kini berkisar Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.

Baca Juga :  Aksi Donor Darah Bank Aceh Kumpulkan 1.384 Kantong Darah pada HUT ke 51

“Pasokan bahan baku selama ini lancar. Bahan baku kami datangkan dari Sumatera Utara dan Pulau Jawa. Kalau dari Aceh, belum ada. Kalau kendala selama ini, tidak ada, kecuali pasokan bahan baku terlambat,” kata Djoek Fa.

Usaha cincau Djoek Fa merupakan usaha rintisan keluarga. Djoek Fa merupakan generasi ketiga yang membuat cincau di Kota Banda Aceh.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Ekbis

Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda, Mahasiswa Banda Aceh Ikuti LIKE IT 2026

Daerah

Kakanwil Kemenkum Aceh Dorong Pemerintah Kota Raih Indeks Hukum Terbaik

Daerah

DSI Kota Banda Aceh Gelar Gerakan Bersih Masjid di Al-Maghfirah Lamdingin

Daerah

Musrenbang di Peukan Bada, Asisten II Sekda Aceh Besar Tegaskan Pentingnya Usulan Program yang Bermanfaat

Aceh Barat

Pj Bupati Aceh Barat dan Pj Ketua Dekranasda Kunjungi Usaha Rumah Tangga di Gampong Kuala Bubon

Aceh Besar

IPPERMATA Galang Dana Rp107 Juta untuk Korban Banjir di Aceh

Aceh Barat

Panwaslih Aceh Barat Minta Pemilih Lapor Bila Ada Kekeliruan Data

Daerah

KRI Teluk Gilimanuk-531 Bawa Bantuan Logistik Menuju Aceh