Home / Nasional / Pemerintah / Pendidikan

Jumat, 6 Juni 2025 - 15:30 WIB

Penghargaan Satya Wanaraksa 2025: Apresiasi bagi Pejuang Konservasi Kawasan

mm Redaksi

Direktur Jenderal KSDAE, Satyawan Pudyatmoko. (Foto : NOA.co.id/HO-Kemenhut).

Direktur Jenderal KSDAE, Satyawan Pudyatmoko. (Foto : NOA.co.id/HO-Kemenhut).

Jakarta – Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian Kehutanan, secara resmi meluncurkan dan mensosialisasikan Penghargaan Satya Wanaraksa Tahun 2025.

Direktur Jenderal KSDAE, Satyawan Pudyatmoko, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada para pejuang konservasi di lapangan yang selama ini telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam perlindungan dan pengamanan kawasan konservasi.

“Kompleksitas dan dinamika tantangan kawasan menuntut pengelola dan petugas lapangan untuk terus berinovasi serta membuka diri (inklusif) atas berbagai peluang kerja sama demi mengatasi permasalahan di tingkat tapak,” Kata Satyawan, Jumat 6 Juni 2025.

Baca Juga :  Peran Generasi Muda Tingkatkan Potensi Ekonomi Biru

Beliau juga menyoroti pentingnya dokumentasi dan publikasi atas praktik-praktik terbaik yang telah dijalankan oleh para petugas di lapangan. Banyak pengalaman lapangan yang berhasil menyelesaikan konflik atau persoalan kawasan, namun belum terdokumentasi secara formal.

“Kesenjangan antara bukti kinerja nyata dan dokumentasi yang kurang memadai dapat menjadi tantangan, terutama dalam lingkungan kerja dewasa ini yang membutuhkan akuntabilitas formal dan proses validasi. Banyak ahli yang andal secara praktis tetapi kurang memiliki rekam jejak tertulis,” tambahnya.

Baca Juga :  Rafflesia zollingeriana Mekar dari Balik Bayangan Hutan

Dirjen KSDAE juga mengungkapkan keberhasilan studi kasus konservasi di Taman Nasional Way Kambas yang menerapkan pendekatan pemolisian berorientasi masalah (Problem-Oriented Policing) dengan model SARA (Scanning–Analysis–Response–Assessment). Studi ini berhasil meraih Herman Goldstein Award ke 32 Tahun 2024, sebuah penghargaan internasional bergengsi di bidang penyelesaian masalah keamanan.

Satyawan mengajak seluruh pejuang konservasi untuk mendokumentasikan hasil kerjanya dalam bentuk tulisan sebagai bentuk kontribusi kepada ilmu pengetahuan dan sejarah.

Baca Juga :  Mendagri Minta Pj. Gubernur Aceh Optimalkan Persiapan Penyelenggaraan PON 2024

“Saya ingin mengutip sebuah ungkapan dari Pramoedya Ananta Toer, ‘Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian,” tutupnya seraya meresmikan Penghargaan Satya Wanaraksa , Kamis (22/5).

Penghargaan Satya Wanaraksa diharapkan menjadi momentum penting dalam mendorong inovasi, kolaborasi, dan dokumentasi praktik-praktik terbaik perlindungan kawasan konservasi di Indonesia.

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Aceh Besar Akan Meriahkan Peringatan HUT HGN, PGRI dan KORPRI

Pemerintah

Cegah Stunting, Dinkes Pidie Gelar Gerakan Pengendalian Penyakit Prioritas

Aceh Barat

Pemkab Aceh Barat Terima Laporan Pertanggungjawaban APBK 2024 Disetujui Menjadi Qanun

Hukrim

Bongkar Akar Masalah Pencurian di Kebun Sawit

Aceh Besar

Pemkab Aceh Besar Lepas 10 Ribu Bibit Ikan Nila di Gampong Ulee Tuy

Nasional

Raih Empat Penghargaan Top CSR Awards 2025, SBI Tegaskan Komitmen pada Bisnis Berkelanjutan

Pendidikan

50 Awardee BSI Scholarship Pelajar di Aceh Lolos Masuk di PTN

Aceh Besar

Wabup Aceh Besar Pimpin Safari Ramadhan di Masjid Jamik Lamrabo, Serahkan 150 Sak Semen