Home / Opini

Kamis, 12 Juni 2025 - 20:38 WIB

Pak Tua, Sudahlah !

mm Redaksi

Pak Tua. (Foto : Ilustrasi)

Pak Tua. (Foto : Ilustrasi)

Penulis : Kas Pani

Saya pikir, kalau satu atau dua tahun lagi pensiun, tidak perlu ambisi kali untuk merebut atau mempertahankan jabatan.

Banyak banget resikonya, selain fisik sudah encok-an, lutut sudah bunyi ” kretek, kretek ” setiap berdiri, jantung berdebar kencang seperti drum band. Belum lagi daya pikir semakin lemot, tapi masih juga dengan semangat membara ingin jabatan.

Baca Juga :  Semestinya Aceh Singkil Bersyukur

Kalau begini, sungguh inspiratif kali pak tua ini.

Betapa malunya, ada pimpinan dinas di usia tua diolok-olok juniornya. Ada pula yang terbirit-birit, ngacir ketakutan ketika hendak dijumpai anggota sebuah organisasi profesi.

Kita respek banget, melihat seorang pimpinan dinas di usia tuanya minum teh hangat sambil menikmati angin sore bersama cucu dari pada wara wiri memperkaya diri dan mempertahankan kursi jabatannya.

Baca Juga :  Eksistensi UU Kejaksaan Vs UU KPK, Memperkuat Kewenangan Kejaksaan Menangani Kasus Korupsi

” sudah bagaimana, Pak ? ” ketus seseorang di medsosnya.

Apalagi bila ada kasus, bisa-bisa menderita insomnia akut.

” Bagaimana, ya. Bagaimana, ya ? ” seperti orang ngigau.

Makanya, betul lirik lagu, ” Pak Tua, sudahlah ! “

Artinya, kepada Pak Tua diminta untuk istirahat. Tak perlu terlalu ngotot dengan jabatan.

Padahal, di luar sana banyak anak muda yang ” baterainya ” masih penuh, otaknya belum korup, dan integritasnya belum sempat terkikis oleh lamanya duduk di kursi empuk.

Baca Juga :  Tokoh Spiritual Al-Mukarram Tgk H. Ahmad Tajuddin Ketum Partai Gabthat Apresiasi Kerja KPU Pusat

Tapi, ah, untuk apa memberi kesempatan kepada yang muda-muda, lebih baik jabatan dipertahankan sampai akhir hayat, biar nanti pensiunnya sekalian bawa kursi ke alam baka.

Sekedar nasihat, mending pensiun duluan dari pada dipensiunkan oleh umur.

Share :

Baca Juga

Opini

Bagaimana Cara Memperoleh Ilmu Pengetahuan?

Opini

Dana Khusus Tanpa Kekuatan Regulatif Tak Bermakna

Opini

Dokter Muda Bekerja Tanpa Kepastian Perlindungan

Opini

Pemerhati Sosial Apresiasi Kinerja Sekda Aceh M Nasir dalam Penanganan Banjir dan Longsor

Opini

Qanun Pidie Jaya, Sebuah Pelanggaran Oleh Pemerintah Daerah

Opini

Aceh di Titik Nadir: Darurat Kemanusiaan, Ingatan Sejarah, dan Krisis Kepercayaan

Opini

Cerita Biasa yang Tidak Biasa

Opini

Saya Tahu, Siapa Dia. Walau Dia tak Tahu Saya