Home / Nasional / Pemerintah

Senin, 27 Oktober 2025 - 14:00 WIB

Kemenko Polkam Finalisasi Rancangan Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO

mm Redaksi

Rapat Koordinasi Finalisasi Penyusunan Rancangan Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Depok, Jawa Barat, Jumat (24/10/2025). (Foto : NOA.co.id/HO-Kemenko Polkam RI).

Rapat Koordinasi Finalisasi Penyusunan Rancangan Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Depok, Jawa Barat, Jumat (24/10/2025). (Foto : NOA.co.id/HO-Kemenko Polkam RI).

Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) melalui Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Finalisasi Penyusunan Rancangan Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Depok, Jawa Barat, Jumat (24/10).

Rapat bertujuan untuk menyempurnakan rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Gugus Tugas TPPO agar lebih kuat secara kelembagaan, jelas dalam pembagian peran, serta efektif dalam pelaksanaan di lapangan.

Irjen Pol Desman S Tarigan, Plt. Deputi Bidkoor Kamtibmas Kemenko Polkam menyampaikan bahwa revisi Perpres ini merupakan komitmen nyata pemerintah dalam melindungi warga negara dari praktik perdagangan orang yang semakin kompleks.

“Kita ingin menempatkan warga Indonesia bukan hanya sebagai objek perlindungan, tetapi juga sebagai agen perubahan menuju Indonesia bebas dari TPPO,” Tegasnya dalam sebuah pernyataan resmi, Senin, 27 Oktober 2025.

Baca Juga :  Deklarasi Bersama Berantas TPPO

Desman juga menambahkan bahwa sesuai arahan Menko Polkam, pemerintah harus bersikap tegas, cepat, dan terkoordinasi agar tidak kalah dari sindikat kejahatan transnasional.

Lebih lanjut, Plt. Deputi menekankan pentingnya soliditas nasional dan koordinasi lintas sektor. Ia menyoroti peningkatan kasus TPPO lintas negara, termasuk eksploitasi daring seperti scam center dan online sexual exploitation yang marak pasca-pandemi.

“Kerja sama antarinstansi menjadi keharusan. Tidak ada satu lembaga pun yang bisa bekerja sendiri. Kita harus bersatu dan bergerak bersama, dari pusat hingga daerah,” ujarnya.

Kemenko PMK menekankan perlunya memperluas keanggotaan Gugus Tugas dengan menyesuaikan nomenklatur kementerian/lembaga terkini serta memperkuat koordinasi antarinstansi. Ia juga mendorong pelaksanaan Rapat Tingkat Menteri (RTM) untuk memberikan pengesahan di level kebijakan nasional.

Dari Kementerian Hukum dan HAM menjelaskan bahwa perubahan substansi dalam revisi Perpres harus tetap di bawah 50 persen agar tidak dikategorikan sebagai pembentukan Perpres baru, serta perlu diselaraskan dengan aturan perundangan yang berlaku.

Baca Juga :  Sambut HUT RI Ke-79 Lapas Kelas II B Idi Berikan Remisi Umum

Beberapa kementerian/lembaga juga menyampaikan pandangan strategis. Polri menegaskan bahwa mekanisme penganggaran Gugus Tugas TPPO telah diatur dalam Perpres sebelumnya dan perlu disesuaikan dengan struktur yang baru. Kementerian Sosial menyoroti pentingnya aspek rehabilitasi korban, sementara LPSK menekankan perlunya jaminan perlindungan hukum dan akses layanan kesehatan bagi korban TPPO.

Kemenko PMK juga menekankan pentingnya memperjelas tanggung jawab antarinstansi agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan.

Plt. Deputi Bidkoor Kamtibmas menyampaikan kembali bahwa struktur Gugus Tugas TPPO harus “hemat struktur namun kaya fungsi”, dengan pembagian peran yang efisien dan tidak tumpang tindih. Ia juga mengingatkan agar setiap instansi menjaga semangat kolaborasi, menjauhkan ego sektoral, dan fokus pada tujuan bersama memberantas perdagangan orang.

Baca Juga :  Cegah TPPO, Imigrasi gagalkan keberangkatan 98 PMI Nonprosedural

“Koordinasi tidak akan terjalin jika kita masih mengedepankan ego dan kepentingan sendiri. Mari kita bekerja dengan rendah hati dan solid demi kepentingan kemanusiaan,” pungkasnya.

Rapat ini menghasilkan beberapa kesepakatan penting, antara lain perlunya memasukkan kementerian/lembaga dengan nomenklatur terbaru ke dalam struktur Gugus Tugas, penyusunan organisasi yang efisien, dan penegasan mekanisme penganggaran dari tingkat pusat hingga daerah.

Hasil finalisasi ini akan dibawa dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) sebelum diajukan kepada Presiden untuk penetapan revisi Perpres Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Irjen Pol Desman S Tarigan, Plt. Deputi Bidkoor Kamtibmas Kemenko Polkam ini dihadiri oleh perwakilan dari beberapa kementerian/lembaga, antara lain Polri, Kemenkumham, Kemenko PMK, KemenPPPA, Kemensos, Kemenlu, LPSK, KP2MI, dan lain-lain.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Aceh Barat

7 Keuchik di Aceh Barat Diberhentikan Sementara, Abaikan Temuan Audit Dana Desa

Hukrim

KPK Tahan Tiga Ketua Pokja terkait Kasus Suap Proyek DJKA Kemenhub

Aceh Barat

Bupati Aceh Barat Pimpin Gotong Royong ASN di Pantai Kasih, Ajak Masyarakat Peduli Kebersihan

Aceh Barat

Pimpin Hardikda ke-67, Bupati Aceh Barat Tegaskan Pendidikan Jadi Fokus Utama

Daerah

Kakanwil Ditjenim Aceh : Kami aktif lakukan pengawasan orang asing yang masuk secara ilegal ke Aceh

Aceh Besar

Pj Bupati Iswanto: Panas Bumi Gunung Seulawah Agam Langkah Strategis untuk Aceh Besar

Aceh Besar

Laporan Kinerja Terakhir Iswanto dan Standing Ovation Evaluator Itjen Kemendagri

Aceh Besar

Bupati Aceh Besar Buka Turnamen Bola Kaki HUT ke-61 Persalam Lamcot