Aceh Barat Daya – Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Cabang Aceh Barat Daya (Abdya) mendorong para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk berani menatap dunia usaha sejak bangku sekolah.
Dorongan itu disampaikan melalui program IWAPI Saweu Sikula yang berlangsung di SMK Negeri 1 Blangpidie, Aceh Barat Daya, Kamis (19/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah perempuan pengusaha dari berbagai bidang usaha di Blangpidie.
Ketua IWAPI Abdya, Novarina, mengatakan program tersebut bertujuan memberikan motivasi.
Sekaligus membuka wawasan siswa mengenai peluang menjadi wirausaha setelah menyelesaikan pendidikan.
“Kami ingin memberikan motivasi kepada siswa agar mereka berani menjadi wirausaha. Mereka perlu mengetahui bahwa membangun usaha membutuhkan proses, keberanian dan ketekunan,” ujar Novarina.
Dalam kegiatan itu, IWAPI menghadirkan lima pemilik usaha yang telah melewati berbagai pengalaman dalam membangun bisnis.
Mereka antara lain Yanti Alya Cake, Salama yang bergerak dalam produksi kue kering tradisional, Nurhijay dari usaha laundry, owner Ida Ponsel, serta owner WANY Dekor Pelaminan.
Kelima pengusaha tersebut menceritakan perjalanan bisnis masing-masing kepada seratusan siswa SMK Negeri 1 Blangpidie.
Selanjutnya, mereka berbagi pengalaman tentang perjuangan membangun usaha, menghadapi kegagalan hingga mampu bertahan dan mengembangkan bisnis.
Kegiatan tersebut dipandu Ida Marhamah. Para pemateri juga mengajak siswa melihat dunia usaha dari pengalaman nyata, bukan sekadar teori.
Novarina menyebut IWAPI Abdya berencana melanjutkan program IWAPI Saweu Sikula ke seluruh SMK di Aceh Barat Daya.
“Rencananya kami akan mengunjungi semua SMK di Aceh Barat Daya yang berjumlah lima SMK,” katanya.
Menurutnya, program tersebut mendapat dukungan penuh dari Kacabdin Pendidikan Perwakilan Aceh Barat Daya.
Dukungan itu, kata Novarina, menjadi salah satu faktor penting untuk memperluas edukasi kewirausahaan kepada pelajar SMK.
Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan. Mereka mengajukan berbagai pertanyaan secara langsung kepada para pengusaha mengenai pengalaman merintis usaha, tantangan dalam berbisnis hingga cara mempertahankan usaha.
Sementara itu, Guru SMK Negeri 1 Blangpidie, Nasrul Johan, ST, menilai kegiatan tersebut sangat relevan dengan karakter pendidikan SMK.
“Ini sangat relevan dilakukan di SMK, karena murid SMK dipersiapkan untuk memiliki keterampilan dan mampu menjadi wirausaha, bukan hanya berorientasi menjadi ASN,” ujar Nasrul.
Pada kesempatan itu, ia berharap kegiatan seperti IWAPI Saweu Sikula dapat terus berlangsung.
Sehingga siswa memperoleh gambaran nyata mengenai dunia usaha sebelum mereka memasuki dunia kerja.
Program tersebut sekaligus menjadi ruang bagi para pengusaha perempuan Abdya untuk berbagi pengalaman.
Serta mendorong generasi muda agar melihat kewirausahaan sebagai salah satu pilihan masa depan.
Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar










