Home / Pemerintah Aceh

Jumat, 11 September 2026 - 09:24 WIB

Dek Fadh Dorong Sumatera Jadi Kekuatan Ekonomi, Tekankan Konektivitas dan Hilirisasi

mm Redaksi

Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, foto bersama Menteri Dalam Negeri RI, Muhammad Tito Karnavian, usai menandatangani kesepakatan bersama dan berita acara pembentukan forum sumatera 10 dengan para Gubernur, dalam rangkaian agenda Pertemuan Tingkat Menteri Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32 di JW Marriot Hotel, Medan, Rabu (9/9/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, foto bersama Menteri Dalam Negeri RI, Muhammad Tito Karnavian, usai menandatangani kesepakatan bersama dan berita acara pembentukan forum sumatera 10 dengan para Gubernur, dalam rangkaian agenda Pertemuan Tingkat Menteri Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32 di JW Marriot Hotel, Medan, Rabu (9/9/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Medan — Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) menghadiri Rapat Koordinasi Gubernur se-Sumatera dalam rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32 di JW Marriott Hotel, Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (9/9/2026).

Rapat tersebut menjadi forum untuk memperkuat koordinasi dan kerja sama antardaerah di Sumatera, khususnya dalam mendorong kawasan tersebut menjadi satu kekuatan ekonomi yang saling terhubung.

Dalam pertemuan itu, sejumlah agenda strategis dibahas, di antaranya kesepakatan antarprovinsi, pembentukan kelembagaan dan rencana aksi bersama, percepatan implementasi lima prioritas, serta penguatan dukungan pemerintah pusat dan mitra strategis.

Dek Fadh menilai penguatan konektivitas dan sistem logistik menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing ekonomi Sumatera. Keterhubungan infrastruktur dan pusat-pusat pertumbuhan dinilai dapat memperlancar arus barang dan manusia, menekan biaya logistik, serta memperluas akses pasar.

Baca Juga :  Pemerintah Aceh Perkuat Respons Bencana, Salurkan Logistics Rescue ke Aceh Tengah

Selain konektivitas, ia mendorong penguatan ketahanan pangan dan hilirisasi komoditas unggulan daerah. Aceh memiliki berbagai komoditas potensial, seperti padi, kopi, kelapa sawit, kakao, hortikultura, dan nilam yang dapat dikembangkan melalui kerja sama antardaerah.

“Aceh memiliki komoditas unggulan seperti kopi dan nilam yang memiliki pasar dan nilai tambah besar. Kita ingin komoditas Aceh tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi terus didorong menuju hilirisasi sehingga memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Dek Fadh.

Dalam forum tersebut, Dek Fadh juga menyoroti posisi strategis Sabang sebagai bagian dari pengembangan konektivitas perdagangan, logistik, dan pariwisata.

Menurutnya, penguatan konektivitas laut dan udara diperlukan agar Sabang dapat terhubung lebih optimal dengan pusat-pusat ekonomi di Sumatera maupun kawasan internasional.

Baca Juga :  LMND Dukung Pemerintah Aceh Tertibkan Tambang Ilegal di Delapan Kabupaten

“Sabang memiliki posisi yang sangat strategis. Kita perlu memperkuat konektivitas Sabang melalui jalur laut dan udara agar dapat menjadi bagian penting dari jaringan perdagangan, logistik, pariwisata dan konektivitas Sumatera dengan kawasan internasional,” katanya.

Di sektor perdagangan dan investasi, Dek Fadh mengajak provinsi-provinsi di Sumatera membangun pasar yang saling menguatkan. Produk unggulan Aceh diharapkan dapat semakin mudah menjangkau pasar di daerah lain, begitu pula produk unggulan dari provinsi lain dapat berkembang di Aceh.

Kerja sama dalam menghadapi bencana dan perubahan iklim juga dinilai perlu diperkuat. Pengalaman Aceh dalam menghadapi bencana dan proses pemulihan masyarakat dapat menjadi pembelajaran bersama untuk membangun Sumatera yang lebih tangguh dan adaptif.

Selain itu, pengembangan pariwisata, sumber daya manusia, dan transformasi digital juga dinilai penting dalam memperkuat konektivitas kawasan. Dek Fadh mendorong pengembangan jejaring destinasi serta paket wisata lintas provinsi, termasuk penguatan potensi wisata ramah muslim.

Baca Juga :  Sekda Aceh Terima Audiensi Mahasiswa, Paparkan Capaian dan Percepatan Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi

Dek Fadh menegaskan pembangunan Sumatera membutuhkan kolaborasi lintas daerah, bukan hanya mengandalkan kekuatan masing-masing provinsi.

“Pembangunan Sumatera membutuhkan lebih dari sekadar kerja masing-masing provinsi. Kita perlu berbagi keunggulan, menghubungkan potensi, dan menyatukan langkah,” ujarnya.

Ia berharap Rakor Gubernur se-Sumatera dapat menghasilkan kerja sama yang lebih konkret sehingga konektivitas antardaerah semakin kuat dan Sumatera mampu meningkatkan daya saingnya sebagai salah satu kawasan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Bersatu dalam visi, terhubung dalam konektivitas, saling melengkapi dalam inovasi, tumbuh dalam kolaborasi, dan maju bersama untuk menjadikan Sumatera sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi,” kata Dek Fadh.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Daerah

TP PKK Aceh Tinjau Pengungsian Korban Banjir Bandang di Meurah Dua, Fokus pada Kesehatan dan Trauma Healing

Ekbis

Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor 100 Persen Mulai Berlaku di Aceh, Warga Diminta Segera Manfaatkan

Daerah

Wagub Aceh Minta Bantuan Banjir Tak Ditahan, Helikopter Disiagakan untuk Wilayah Terisolir

Kesehatan

Permohonan Tambahan Anggaran Aceh ke Kemenkeu Masih Diproses Pemerintah Pusat

Pemerintah Aceh

Wagub Fadhlullah Minta Ketum PPP Dukung Revisi UUPA Guna Perpanjangan Dana Otsus Aceh

Pemerintah Aceh

Taufik Ditunjuk sebagai Plt Sekda Aceh, Dek Fadh Tekankan Integritas dan Komunikasi

Nasional

Gubernur Aceh Ikuti Rakor Satgas Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Wilayah Sumatra

Pemerintah Aceh

Biro PBJ Aceh Komitmen Dampingi SKPA dalam Proses Monev yang Efektif dan Akuntabel