Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Kesehatan mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penyakit pasca banjir yang melanda sejumlah kawasan hingga saat ini.
Kepala Dinas Kesehatan Banda Aceh, Wahyudi, mengatakan bahwa kondisi lingkungan yang masih dipenuhi lumpur, sampah, dan genangan air dapat menjadi sumber berbagai penyakit menular.
Menurut Wahyudi, beberapa penyakit yang kini berpotensi melonjak adalah diare, leptospirosis, demam berdarah dengue (DBD), ISPA, serta infeksi kulit. Seluruhnya sangat mudah menyebar saat air banjir mulai surut dan warga kembali beraktivitas di luar rumah.
“Setelah banjir besar seperti ini, risiko penyakit meningkat tajam. Air yang tercemar dan lingkungan yang belum sepenuhnya bersih bisa menjadi media penyebaran. Karena itu kami mengimbau warga untuk sangat berhati-hati,” katanya, Minggu (30/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa sumber air bersih menjadi perhatian utama. Masyarakat diminta memastikan air layak konsumsi, termasuk merebus air hingga mendidih sebelum diminum.
Selain itu, kebersihan lingkungan juga harus segera dipulihkan dengan membersihkan sisa lumpur dan sampah yang menumpuk di sekitar rumah. Genangan air yang dibiarkan berhari-hari akan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk pembawa DBD.
“Kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun, memakai alas kaki, dan tidak beraktivitas di area yang airnya masih kotor sangat penting dalam situasi seperti ini,” kata Wahyudi.
Dinkes juga meminta warga segera memeriksakan diri ke puskesmas apabila mengalami gejala seperti demam, diare, nyeri otot, ruam, atau keluhan pernapasan. Menurut Wahyudi, pelayanan kesehatan di seluruh puskesmas telah ditingkatkan untuk mengantisipasi lonjakan pasien pasca banjir.
“Kami sudah meminta seluruh fasilitas kesehatan di Banda Aceh siaga penuh. Yang terpenting adalah warga tidak menunda. Deteksi dini dan penanganan cepat bisa mencegah kondisi memburuk,” tegasnya.
Editor: Amiruddin. MK









