Simeulue – Sekretaris Daerah (Sekda) Simeulue Asludin, S.E., M.Kes., melakukan inspeksi mendadak, ke sejumlah kios pengencer pupuk bersubsidi. Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan penyaluran pupuk sesuai ketentuan dan dijual berdasarkan Harga Eceran Tertinggi (HET), Rabu (17/12/2025).
Asludin yang didampingi Kepala Dinas Pertanian Simeulue, Samsuar, S.P., mengatakan pengawasan dilakukan sebagai upaya mencegah penyimpangan dalam distribusi pupuk subsidi. Ia menegaskan tidak boleh ada kios yang menjual pupuk bersubsidi di atas HET.
“Kita berharap ke depan tidak ada lagi kios-kios yang nakal menjual pupuk subsidi di atas harga HET. Tindakan itu melanggar hukum dan dapat dikenai sanksi pidana,” kata Asludin.
Sebagai Ketua Tim Pengawas Pupuk Bersubsidi di Simeulue, Asludin memastikan pemerintah daerah akan menindak tegas distributor maupun kios yang terbukti melakukan pelanggaran. Menurut dia, pupuk subsidi harus tepat sasaran dan benar-benar diterima petani yang berhak.
“Jika ke depan ditemukan distributor atau kios yang menjual di atas HET, maka akan ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Simeulue, Samsuar, menyatakan pihaknya tidak terlibat dalam proses penjualan pupuk bersubsidi. Dinas Pertanian, kata dia, hanya berperan dalam pengawasan bersama tim yang diketuai langsung oleh Sekda.
“Kalau pengawasan, kami hanya sebagai anggota. Ketua tim pengawas langsung Pak Sekda,” ujar Samsuar.
Meski demikian, Samsuar menegaskan pihaknya akan menelusuri informasi terkait dugaan penjualan pupuk subsidi di atas HET. Ia juga berencana memanggil pihak distributor untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
“Kalau nanti ditemukan, baik distributor maupun kios yang nakal, pasti akan ditindak sesuai aturan. Tidak ada yang main-main dengan pupuk subsidi ini, karena diperuntukkan bagi petani yang kurang mampu,” kata dia.
Editor: Redaksi










