Home / Internasional / Peristiwa

Sabtu, 27 Desember 2025 - 22:44 WIB

Kemlu RI Pantau Perkembangan Situasi Terbaru di Yaman

mm Redaksi

Anggota pasukan kelompok separatis utama Yaman, Dewan Transisi Selatan, berkumpul di daerah pegunungan tempat mereka melancarkan operasi militer di provinsi selatan Abyan, Yaman, 15 Desember 2025. REUTERS/Stringer

Anggota pasukan kelompok separatis utama Yaman, Dewan Transisi Selatan, berkumpul di daerah pegunungan tempat mereka melancarkan operasi militer di provinsi selatan Abyan, Yaman, 15 Desember 2025. REUTERS/Stringer

Jakarta – Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu RI) mengatakan pemerintah mengikuti dengan seksama perkembangan situasi di Republik Yaman menyusul eskalasi permusuhan terbaru di Yaman.

“Indonesia mengikuti dengan seksama perkembangan situasi di Republik Yaman, termasuk di Hadramout dan Al-Mahra,” menurut keterangan Kemlu di akun resminya di X, @Kemlu_RI, Sabtu, 27 Desember 2025.

Baca Juga :  Polisi Masih Selidiki Identitas Pemotor yang Tewas Kecelakaan di Lamnga

Kemlu RI juga menyampaikan keprihatinan terhadap meningkatnya ketegangan yang berpotensi memperburuk kondisi keamanan dan menambah penderitaan rakyat Yaman.

Diketahui, Organisasi politik Dewan Transisi Selatan (Southern Transitional Council/STC) Yaman dilaporkan melakukan pergerakan militer sepihak dan mencapai kemajuan teritorial di kegubernuran timur Hadhramaut dan Al-Mahrah.

Tindakan-tindakan yang dilakukan oleh STC tersebut telah meningkatkan ketegangan dan mengancam lingkungan keamanan di negara itu.

Baca Juga :  Identitas Pemilik 10 Ruko Terbakar di Keude Blang Ara, Empat KK Mengungsi

Sebagaimana diwartakan, sejumlah kantor berita melaporkan bahwa pasukan Saudi telah meninggalkan kota Aden di Yaman selatan dan markas besar koalisi Arab yang mendukung otoritas Yaman yang diakui secara internasional, yang telah mereka pimpin sejak 2015.

Penarikan pasukan itu dilakukan di tengah perebutan provinsi-provinsi timur oleh kelompok separatis, menurut sumber di pemerintahan kota Aden kepada RIA Novosti.

Baca Juga :  Kemlu Pulangkan 84 WNIB Terduga Korban TPPO, Tiga Diantaranya Berasal Dari Aceh

“Truk-truk besar mengangkut peralatan-peralatan terakhir milik tentara Saudi dari markas komando koalisi di Kota Al-Shaab, sebelah barat Aden, menuju provinsi Hadhramaut, yang memiliki perbatasan darat dengan kerajaan tersebut,” kata sumber tersebut.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Hukrim

17 Perempuan Asal Indonesia diduga jadi korban TPPO

Peristiwa

Sumur Minyak Ilegal terbakar di Aceh Timur

Nasional

Kemenhut Tegaskan Komitmen Lindungi Kawasan Hutan Raja Ampat

Internasional

Perkembangan Terkini Situasi Keamanan di Perbatasan Kamboja-Thailand

Hukrim

Sinergi Kemendag, BIN dan BAIS TNI Amankan 19 Ribu Balpres Pakaian Impor Ilegal

Daerah

Bupati Aceh Singkil Kini Urus Rujuk Perceraian PPPK, Warga Terdampak Puting Beliung Terabaikan

Daerah

WALHI Aceh: Pemerintah Harus Hormati Sikap Warga Tolak Tambang di Pameu

Internasional

Kemlu RI Pantau WNI Ditahan di Norwegia