Home / Daerah / Peristiwa

Selasa, 30 Desember 2025 - 18:53 WIB

Misi Kemanusiaan, AMPN salurkan Bantuan ke Aceh Tamiang dan Aceh Timur

Farid Ismullah

Misi Kemanusiaan, AMPN salurkan Bantuan ke Aceh Tamiang dan Aceh Timur. (Foto : NOA.co.id/HO-HO-AMPN).

Misi Kemanusiaan, AMPN salurkan Bantuan ke Aceh Tamiang dan Aceh Timur. (Foto : NOA.co.id/HO-HO-AMPN).

Banda Aceh -‎Aliansi Masyarakat Peduli Nanggroe kembali melaksanakan aksi penyaluran donasi dan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak bencana alam di Provinsi Aceh. Aksi ini merupakan kegiatan kemanusiaan tahap kedua yang dilakukan aliansi tersebut sebagai bentuk komitmen berkelanjutan dalam merespons dampak bencana yang meluas di sejumlah daerah.

Iwan Rismadi, selaku Koordinator Lapangan, menyampaikan bahwa keterlibatan langsung aliansi di lapangan merupakan bentuk kepedulian nyata sekaligus respons atas lambannya distribusi bantuan di beberapa wilayah.

“Ini adalah kali kedua kami turun langsung menyalurkan donasi. Sebelumnya kami sudah hadir di Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Bireuen, dan hari ini kami kembali turun ke Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Aceh Timur. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat terdampak, terutama yang berada jauh dari pusat pemerintahan, tidak dibiarkan menghadapi dampak bencana sendirian,” ujar Iwan dalam keterangan resminya, Selasa (30/12/2025).

Dia menjelaskan, ‎Berdasarkan kondisi lapangan yang ditemukan selama dua tahap penyaluran bantuan tersebut, Aliansi Masyarakat Peduli Nanggroe menilai bahwa skala bencana yang terjadi membutuhkan perhatian lebih serius dari negara, khususnya pemerintah pusat.

Baca Juga :  Warga Terserang DBD, Bambang Haryo Langsung Beri Bantuan

“Kami berharap pemerintah pusat dapat melihat kondisi ini secara utuh dan menetapkan bencana alam yang terjadi di wilayah Sumatra, khususnya Aceh, sebagai bencana nasional. Penetapan ini penting agar penanganan dapat dilakukan secara terkoordinasi dan menyeluruh, tidak parsial, dan benar-benar menjangkau masyarakat di pelosok,” tegasnya.

‎pihaknya juga menekankan bahwa negara harus menunjukkan kehadiran nyata dalam situasi darurat kemanusiaan.

“Negara tidak boleh absen ketika rakyatnya sedang berada dalam kondisi paling sulit. Penanganan bencana tidak boleh setengah-setengah dan tidak boleh hanya terpusat di wilayah tertentu saja,” tambah Iwan.

‎Aliansi Masyarakat Peduli Nanggroe menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu kemanusiaan, memperluas jangkauan bantuan, serta mendorong kebijakan yang berpihak kepada masyarakat terdampak. Aliansi ini juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menunjukkan solidaritas dan memastikan tidak ada warga yang tertinggal dalam penanganan bencana.

Baca Juga :  Polres Pidie Tutup Tambang Emas ilegal di Geumpang

Sebelumnya, Aliansi Masyarakat Peduli Nanggroe telah lebih dulu menyalurkan donasi ke dua kabupaten terdampak, yakni Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Bireuen. Pada tahap kedua ini, aliansi kembali turun langsung ke lapangan dengan menyasar wilayah Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Aceh Timur, yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius.

‎Aliansi Masyarakat Peduli Nanggroe merupakan gabungan dari tiga organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, yaitu Cakrawala Muda Aceh (CMA), Forum Solidaritas Mahasiswa Pemuda Aceh (SMPA), dan Ikatan Pelajar Mahasiswa Aceh Singkil (IPMA Singkil). Seluruh rangkaian kegiatan di lapangan dikoordinatori oleh Iwan Rismadi selaku Koordinator Lapangan Aliansi Masyarakat Peduli Nanggroe.

‎Penyaluran donasi pada tahap kedua ini berlangsung selama 27 hingga 29 Desember 2025 dan dilakukan secara langsung ke sejumlah desa terdampak di Kabupaten Aceh Timur dan Kabupaten Aceh Tamiang, antara lain:

‎Desa Batu Sumbang, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur
‎Desa Pantai Jempa, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang
‎Desa Alur Selebuk, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang
‎Desa Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang

‎Dalam proses penyaluran bantuan, Aliansi Masyarakat Peduli Nanggroe menemukan bahwa masih banyak masyarakat di wilayah-wilayah tersebut yang menghadapi keterbatasan serius pascabencana, baik dari sisi pemulihan sosial, kondisi ekonomi, maupun akses terhadap bantuan lanjutan. Sejumlah daerah terdampak, khususnya yang berada jauh dari pusat kota, masih minim perhatian dan penanganan yang memadai.

Baca Juga :  Persiraja dan BSI Gelar MoU, Sepak Bola Aceh Lantak Laju

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Daerah

Masyarakat Desa Kuala Makmur Padati Kunjungan Nurhayati di Pantai Teluk Nibung

Daerah

Pengurus PWI Aceh Melayat ke Kediaman Almarhum Abu Madinah

Daerah

Selama PON XXI, BSI Aceh Buka Layanan Weekend Banking dan Optimalkan QRIS serta EDC

Daerah

Baju Khas Pidie Diluncurkan

Internasional

Kemlu RI dan Enam Perwakilan terus pantau dari dekat kebijakan imigrasi AS

Daerah

Kakanwil kemenkum Aceh : Terus berpikir Positif dan Memotivasi Diri

Daerah

Mendagri Tito Ungkap Strategi Percepatan Penanganan Pascabencana Sumatra

Hukrim

Tak Cuma Etik, Komjak RI Dorong Oknum Jaksa Terjerat OTT KPK Diproses Pidana