Home / Aceh Besar / Pemerintah

Rabu, 31 Desember 2025 - 23:54 WIB

Syech Muharram Tegaskan Tidak Ada Perayaan Tahun Baru Masehi di Aceh Besar

mm Redaksi

Bupati Aceh Besar H Muharram Idris memberikan keterangan pers terkait perayaan pengantian tahun baru disela peninjauan Pasar Hewan Sibreh, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar, Rabu (31/12/2025). Foto: Dok. MC Aceh Besar

Bupati Aceh Besar H Muharram Idris memberikan keterangan pers terkait perayaan pengantian tahun baru disela peninjauan Pasar Hewan Sibreh, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar, Rabu (31/12/2025). Foto: Dok. MC Aceh Besar

Kota Jantho — Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris yang akrab disapa Syech Muharram menegaskan bahwa tidak akan ada perayaan penyambutan Tahun Baru Masehi di wilayah Kabupaten Aceh Besar. Penegasan tersebut disampaikan Bupati usai melakukan peninjauan ke Pasar Hewan Sibreh, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar, Rabu (31/12/2025).

Menurut Syech Muharram, kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk kepedulian dan empati terhadap masyarakat Aceh yang saat ini sedang dilanda musibah bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah wilayah. Ia menilai, suasana duka yang masih menyelimuti masyarakat tidak pantas disandingkan dengan euforia perayaan tahun baru.

Baca Juga :  Pj Gubernur Tinjau Pos Terpadu Lebaran di Pelabuhan Ulhee Lheue

“Di Aceh Besar tidak ada perayaan tahun baru, dan kami juga berharap seluruh wilayah Aceh melakukan hal yang sama,” tegas Bupati.

Ia menjelaskan, saat ini pemerintah daerah bersama masyarakat tengah fokus melakukan pembenahan dan pemulihan pascabencana. Proses pemulihan tersebut masih terus berlangsung, seiring dengan intensitas hujan yang masih cukup tinggi, sehingga kondisi lingkungan di sejumlah kawasan belum sepenuhnya kembali normal.

Oleh karena itu, Bupati mengimbau masyarakat untuk tidak merayakan pergantian tahun secara berlebihan. Masyarakat diharapkan cukup menunggu pergantian tahun dengan cara yang sederhana, tanpa membakar mercon, petasan, atau melakukan aktivitas lain yang berpotensi mengganggu ketertiban dan keselamatan.

Baca Juga :  Pj Bupati Muhammad Iswanto Tutup Tadarus Ramadhan di Meuligoe

“Pelarangan ini bukan tanpa alasan. Ini merupakan bentuk penghormatan kepada keluarga korban yang meninggal dunia akibat musibah yang baru saja terjadi, serta wujud empati kepada saudara-saudara kita yang saat ini masih tinggal di tenda-tenda pengungsian dan sangat membutuhkan bantuan,” ujar Syech Muharram.

Lebih lanjut, Bupati juga menegaskan bahwa pengamanan malam pergantian tahun tetap disiapkan oleh aparat terkait sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku. Namun, ia kembali menekankan bahwa pengamanan tersebut bukan untuk perayaan, melainkan untuk memastikan kondisi tetap aman, tertib, dan kondusif.

Baca Juga :  Fondasi Kedaulatan Nasional, Kemenko Polkam Tegaskan Sinkronisasi Tata Ruang Pertahanan

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar berharap seluruh elemen masyarakat dapat mendukung kebijakan tersebut demi menjaga stabilitas daerah, memperkuat rasa kebersamaan, serta menumbuhkan solidaritas sosial di tengah kondisi duka yang sedang dialami bersama.

Dengan sikap saling peduli dan menahan diri, Bupati meyakini Aceh Besar dan Aceh secara umum akan mampu melewati masa sulit ini dan bangkit kembali dengan semangat kebersamaan.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Daerah

Pelayanan keimigrasian Di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh

Daerah

Kemendagri Berhentikan Sementara Bupati Aceh Selatan

Aceh Barat

Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat Sidak RSUD Cut Nyak Dhien, Cek Fasilitas dan Layanan Pasien

Aceh Besar

Wakili Pj Bupati, Asisten I Buka Rakor Jadwal Kampaye Pemilu 2024 

Aceh Besar

Qari Aceh Besar Tampil Maksimal di Cabang Tahfiz 30 Juz

Nasional

Penasihat DWP Kemendagri : Menjaga Netralitas ASN menjelang Pilkada Serentak 2024

Pemerintah

Kepala BPPA Hadiri Acara Puncak Hari Pers Nasional 2024 

Pemerintah

Pj Ketua PKK Ajak Anak Muda Bangkitkan Kembali Wastra Aceh