Aceh Jaya – Memasuki awal tahun 2026, harga minyak nilam di Kabupaten Aceh Jaya masih bertahan di angka Rp700 ribu per kilogram. Harga ini jauh menurun dibandingkan tahun 2025 lalu yang sempat menyentuh Rp2,3 juta per kilogram.
Samsuarni, salah seorang petani sekaligus penampung minyak nilam di Aceh Jaya, mengatakan penurunan harga sudah terjadi sejak akhir tahun 2025 dan belum menunjukkan tanda-tanda kenaikan hingga saat ini.
“Sejak akhir 2025 sampai sekarang harga minyak nilam masih di Rp700 ribu per kilogram,” kata Samsuarni di Calang. Selasa, (6/1/2026).
Menurutnya, penurunan harga sudah berlangsung cukup lama, sekitar sembilan bulan sejak harga tertinggi berada di angka Rp2,3 juta per kilogram di tingkat pengumpul.
“Kalau dibandingkan awal 2025 lalu, harga sekarang jelas jauh turun,” ujarnya.
Turunnya harga minyak nilam ini, kata Samsuarni, berdampak pada menurunnya jumlah penjualan. Banyak petani memilih menahan minyak nilam mereka dan tidak langsung menjual ke pengumpul.
“Kalau dulu bisa masuk sampai 100 kilogram per hari, sekarang paling tinggi hanya sekitar 30 kilogram,” ungkapnya.
Abdo Rani seorang petani nilam asal Aceh Jaya, mengaku masih bisa bekerja jika memiliki ketel penyuling sendiri, namun dengan kondisi harga saat ini dirinya menunda penjualan.
“Kalau ketel sendiri masih bisa jalan, tapi minyaknya tidak langsung saya jual, saya simpang dulu hingga harga naik,” ujarnya.
Abdo berharap harga minyak nilam ke depan bisa kembali meningkat agar petani nilam di Aceh Jaya tetap bisa bertahan dan tidak mengalami kerugian.
“Kami berharap harga bisa naik lagi seperti dulu, supaya petani tidak terus dirugikan,” tutupnya.
Editor: Amiruddin. MKReporter: Sanusi










