Home / Daerah

Kamis, 15 Januari 2026 - 17:13 WIB

Awi Juli Dukung Sidak DPRK, Minta Penimbun Bantuan Diadili

mm Redaksi

Tokoh masyarakat Bireuen sekaligus eks kombatan GAM, Hasnawi Ilyas alias Awi Juli. Foto: Dok. Istimewa

Tokoh masyarakat Bireuen sekaligus eks kombatan GAM, Hasnawi Ilyas alias Awi Juli. Foto: Dok. Istimewa

Bireuen — Tokoh masyarakat Bireuen yang juga eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Hasnawi Ilyas alias Awi Juli, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah DPRK Bireuen yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang BPBD terkait penyaluran bantuan bagi korban banjir dan longsor.

Menurut Awi Juli, sidak tersebut menunjukkan DPRK Bireuen mulai berani menjalankan mandatnya sebagai wakil rakyat. Ia menegaskan bahwa fungsi utama DPRK adalah mengawasi kinerja pemerintah kabupaten, bukan justru menjadi pendukung kebijakan pemerintah yang bermasalah.

Baca Juga :  Kapolri Raih Penghargaan Extraordinary Dedication of Patriotism

“Ini langkah yang patut diapresiasi. DPRK sudah mulai bernyali dan menjalankan tugasnya dengan benar, yakni mengawasi pemerintah, bukan malah membela atau menutupi persoalan,” ujar Awi Juli kepada wartawan, Kamis, 15 Januari 2026.

Ia mengaku tidak habis pikir melihat masih adanya bantuan yang menumpuk di gudang BPBD, sementara musibah banjir dan longsor di Bireuen telah berlangsung hampir dua bulan dan masyarakat terdampak masih hidup dalam penderitaan.

“Sudah dua bulan rakyat menjadi korban banjir dan longsor, tapi pemerintah daerah masih berani menumpuk bantuan. Hari ini rakyat terpaksa mengeluarkan uang pribadi untuk membersihkan lumpur di rumah mereka,” ungkapnya.

Baca Juga :  PWI Aceh Dukung Penuh Rekonsiliasi PWI Pusat

Awi Juli juga menyoroti akar persoalan bencana, yang menurutnya tidak bisa dilepaskan dari kerusakan hutan di Bireuen akibat alih fungsi lahan menjadi perkebunan sawit. Ia menyebut praktik tersebut diduga melibatkan oknum-oknum yang memiliki kekuasaan.

“Yang dirusak itu hutan Bireuen untuk kepentingan perkebunan sawit para oknum berkuasa. Tapi yang menanggung dampaknya justru rakyat kecil,” tegasnya.

Baca Juga :  Plt Kadis Pendidikan Aceh Singkil Dikecam Terkait Pernyataan "Binasakan" Kepala Sekolah

Selain mendesak penindakan hukum terhadap pihak yang diduga menimbun bantuan, Awi Juli juga meminta aparat penegak hukum turun langsung mengusut persoalan tersebut hingga tuntas. Ia turut mendesak adanya penertiban perkebunan sawit tanpa izin di kawasan hutan Bireuen.

“Kalau memang serius melindungi rakyat, tertibkan sawit ilegal di kawasan hutan. Jangan hanya rakyat yang disuruh bersabar, sementara perusak lingkungan dibiarkan,” pungkas Awi Juli. (R)

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Daerah

“Pelajaran” Berujung Laporan Polisi: Kisah Lima Remaja yang Diamankan di Desa Wel-Wel

Daerah

Lapas Sinabang Tanam 1000 Batang Pisang untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Daerah

2,5 Ton Logistik dan RON Bantuan Mabes Polri untuk Aceh Tiba di Bandara SIM

Daerah

Terjaring Razia di Medan, Anggota DPRK Simeulue Bantah Pakai Narkoba dan Minta Maaf

Daerah

Didaftarin Aplikasi Dana, Dapat Uang Rp 20 Ribu

Aceh Besar

Gaji 13 ASN Aceh Besar segera Cair 

Daerah

Sah PC IAI Bireun Dilantik, H Mukhlis Sebut Apoteker Harus Jadi Mitra KONI Bireun

Daerah

Wakili Pj Bupati, Sekda Aceh Besar Hadiri Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi DPRK Aceh Besar Raqan Pertanggungjawaban APBK 2023