Home / Daerah / Pemerintah / Peristiwa

Minggu, 18 Januari 2026 - 15:30 WIB

BNPB Rampungkan Huntara untuk 50 KK di Pidie Jaya

Farid Ismullah

Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana banjir di Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Sabtu (17/1). (Foto : NOA.co.id/HO-BNPB).

Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana banjir di Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Sabtu (17/1). (Foto : NOA.co.id/HO-BNPB).

Pidie Jaya – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merampungkan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya.

Tenaga Ahli BNPB Kolonel (Purn) Agus Marsanto menyampaikan bahwa sebanyak 10 kopel atau barak huntara yang diperuntukkan bagi 50 kepala keluarga (KK) telah selesai dibangun. Huntara yang telah dibangun sejak 1 Januari tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada pemerintah daerah untuk segera ditempati oleh masyarakat terdampak.

“Pembangunan huntara di Desa Manyang Cut dilakukan di atas lahan seluas kurang lebih 2.000 meter persegi dengan melibatkan perusahaan lokal setempat. Setiap unit huntara dilengkapi dengan fasilitas pendukung kebutuhan dasar, antara lain jaringan listrik dari PLN yang telah masuk ke lokasi serta ketersediaan air bersih melalui pembangunan sumur bor,” Kata Agus Marsanto, Minggu (18/1).

Baca Juga :  Wujudkan Masjid Bersih dan Representatif, Pemkab dan DMI Gelar Penilaian Masjid Kecamatan se-Aceh Besar

Dia Menjelaskan, Huntara ini diperuntukkan bagi warga yang rumahnya mengalami rusak berat akibat bencana. Selain melalui huntara, pemerintah juga menyalurkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi warga terdampak yang tidak menempati huntara.

“Secara teknis, setiap unit huntara memiliki ukuran bangunan 3,6 meter x 4,8 meter, kamar mandi berukuran 1,2 meter x 1,2 meter serta teras berukuran 1,2 meter x 3,6 meter. Selain 10 barak yang telah rampung, terdapat rencana penambahan 13 barak untuk 65 KK dengan progres pembangunan saat ini sekitar 20 persen,” Terangnya.

Baca Juga :  Bahan Pangan di Aceh Besar Stabil, Minyak Makan Curah Naik Tipis

Agus berharap keberadaan huntara ini dapat menjadi tempat tinggal sementara yang aman dan layak, sekaligus mendukung proses pemulihan kehidupan masyarakat.

“BNPB bersama pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan terus mempercepat penyediaan hunian sementara sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana di Kabupaten Pidie Jaya,” Katanya.

Baca Juga :  17 Perempuan Asal Indonesia diduga jadi korban TPPO

Adapun target pembangunan huntara terus dikebut sehingga masyarakat terdampak dapat segera menempati huntara ketika menyambut Bulan Suci Ramadan.

“Selain di Desa Manyang Cut, proses pembangunan huntara juga berlangsung di beberapa lokasi lain di Kabupaten Pidie Jaya, yakni di Desa Blang Awe, Kecamatan Meureudu sebanyak 10 kopel untuk 50KK,” Ujarnya.

Sedangkan di Kecamatan Meurah Dua, sebanyak 9 kopel untuk 45 KK tengah dibangun di Desa Geunteng dan 34 kopel untuk 170KK dalam proses pembangunan di Desa Meunasah Bie.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

HIMAB Gelar LAGA Chapter 2: Menerawang Isi keberlanjutan Pasangan Mawardi Ali & Ust. Irawan Abdullah

Daerah

DPRA Mendukung agenda ratifikasi Konvensi ILO No. 188

Daerah

Desak Revisi Pergub, Tenaga kesehatan RSUDZA berkumpul di Kantor Gubernur Aceh

Aceh Besar

Wakili Pj Bupati, Kadisparpora Aceh Besar Hadiri Pembukaan Turnamen DJBC Boxing Cup I 2025

Peristiwa

Turut berduka, Emiko Asda Sambangi dan memberikan santunan Keluarga Korban Longsor Tambang

Daerah

Asosiasi Nelayan Kepiting Langsa Temui Haji Uma, Minta Permen KP untuk di Kaji Ulang

Hukrim

JPU Diduga Berpihak kepada Terdakwa, Korban KDRT Menangis

Nasional

Perkuat Angkatan Udara Indonesia, Presiden Prabowo Serahkan Airbus A-400M ke Panglima TNI