Home / Pemerintah Aceh / Pendidikan

Rabu, 28 Januari 2026 - 13:55 WIB

Kadisdik Aceh Dorong Sekolah Kelola Aset Secara Produktif dan Berorientasi Keuntungan

mm Redaksi

Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., M.SP, memberikan arahan saat penandatanganan MoU antara PT Global Mandiri USK dan BLUD SMKN 1, 2, dan 3 Banda Aceh di Aula SMKN 3 Banda Aceh, Selasa (27/1/2026). Foto: Dok. Disdik Aceh

Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., M.SP, memberikan arahan saat penandatanganan MoU antara PT Global Mandiri USK dan BLUD SMKN 1, 2, dan 3 Banda Aceh di Aula SMKN 3 Banda Aceh, Selasa (27/1/2026). Foto: Dok. Disdik Aceh

Banda Aceh — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., M.SP, mendorong kepala sekolah dan jajaran pendidikan untuk mengubah cara pandang dalam mengelola aset serta potensi sekolah.

Ia menegaskan, berbagai fasilitas yang dititipkan negara—mulai dari gedung, listrik hingga peralatan—tidak seharusnya dibiarkan stagnan, melainkan harus dikelola secara produktif dan berorientasi pada hasil.

Hal tersebut disampaikan Murthalamuddin saat menghadiri penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Global Mandiri USK dengan BLUD SMKN 1, SMKN 2, dan SMKN 3 Banda Aceh, yang berlangsung di Aula SMKN 3 Banda Aceh, Selasa (27/1/2026).

Dalam arahannya, Murthalamuddin menyinggung lemahnya mental kewirausahaan di kalangan aparatur pendidikan. Menurutnya, banyak sekolah memiliki peluang besar untuk berkembang, namun gagal karena tidak berani membaca pasar dan mengelola potensi secara profesional.

Baca Juga :  Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Tegaskan Komitmen Bersih, Transparan, dan Pro-Rakyat 

“Kalau semua biaya dasar sudah ditanggung negara, seharusnya sekolah punya ruang besar untuk menciptakan keuntungan. Ini soal mental,” ujarnya.

Ia mencontohkan berbagai peluang usaha berbasis kompetensi keahlian SMK yang selama ini belum dimaksimalkan, seperti jasa produksi, bengkel, pemanfaatan lahan, hingga pengelolaan limbah organik yang memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan pendekatan bisnis yang tepat.

“Bukan asal jalan, tapi harus untung. Kalau tidak, sama saja seperti lembu makan plastik—masuk, keluar, tidak pernah gemuk,” tegasnya.

Baca Juga :  Sebanyak 20 Santri Dayah di Banda Aceh mengikuti Training Center dan Seleksi MQK IV Tingkat Provinsi Aceh

Murthalamuddin juga membagikan pengalaman pribadinya yang sempat terpuruk secara ekonomi saat pandemi, hingga akhirnya bangkit melalui dunia sales dan kewirausahaan. Dari pengalaman tersebut, ia menilai kemampuan membaca peluang, menjual gagasan, serta membangun jejaring menjadi kunci utama keberhasilan.

Ia menekankan bahwa keberhasilan tidak ditentukan oleh gelar akademik semata, melainkan oleh kecakapan dalam mengelola potensi. “Sekolah jangan takut berinovasi. Kalau tidak mampu menjalankan, beri ruang kepada yang mau dan mampu,” katanya.

Menutup arahannya, Murthalamuddin mengajak seluruh kepala sekolah membangun mental game uang, yakni cara berpikir realistis dan produktif dalam mengelola sumber daya. “Kalau orang tanpa modal bisa hidup, kenapa kita yang sudah dimodali negara tidak bisa?” pungkasnya.

Baca Juga :  Gen Z Penuhi Perpustakaan Aceh, Ribuan Pengunjung Datang Setiap Hari

Sementara itu, Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Ir. Marwan, menyampaikan komitmen USK untuk terus memperkuat kolaborasi dengan SMK, khususnya dalam pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“Pengelolaan BLUD yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pendidikan, karena hasilnya dapat dikembalikan untuk pengembangan sekolah,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Bisnis dan Dana Lestari USK, Dr. Syaifullah Muhammad, serta Direktur Utama PT Global Mandiri USK, Rizalsyah.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

News

Plt Sekda Aceh Gelar Rapat dengan BPKP Bahas Langkah Hibah RS Regional ke Pemkab Aceh Tengah 

Aceh Utara

Wagub Aceh Fadhlullah Resmikan Dapur Menu Bergizi Gratis di Seunuddon, Dukung Program Pemenuhan Gizi Nasional

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Dorong Percepatan Pemanfaatan Kayu Hanyutan untuk Pemulihan Pascabencana

Pemerintah Aceh

Disdik Aceh Gelar Asesmen Tahap II Kepala Sekolah se-Aceh, 892 Peserta Jalani Talent Mapping dan Wawancara

Advetorial

Pustakawan Dituntut Jadi Agen Perubahan di Era Digital

Opini

Murid Bukan Gelas Kosong

Aceh Selatan

Wakil Gubernur Aceh Hadiri Malam Puncak HUT Aceh Selatan ke-69 di Tapaktuan

Pemerintah Aceh

Disdik Aceh dan BPKP Percepat Penyaluran Dana BOS untuk Sekolah Terdampak Banjir dan Longsor