Home / News

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:44 WIB

Dinas Pertanian Abdya Siapkan Kelompok Tani untuk Dapur MBG

mm Teuku Nizar

Kadis Pertanian Aceh Barat Daya, Hendri Yadi. Foto. Dok. Teukunizar/NOA.co.id

Kadis Pertanian Aceh Barat Daya, Hendri Yadi. Foto. Dok. Teukunizar/NOA.co.id

Aceh Barat Daya – Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Barat Daya terus meningkatkan daya saing pemasok lokal, khususnya komoditas sayur-mayur, guna memenuhi kebutuhan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dan juga kebutuhan masyarakat pada umumnya.

Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi daerah dalam menghubungkan petani dengan pasar yang berkelanjutan.

Kepala Dinas Pertanian Abdya, Hendri Yadi, menyampaikan bahwa pihaknya telah membentuk kelompok tani binaan yang bersifat mandiri.

Selain itu, pemerintah daerah juga tetap menyiapkan dukungan anggaran berdasarkan pengajuan resmi dari kelompok yang telah memenuhi persyaratan administrasi.

Hendri Yadi menjelaskan, saat ini Dinas Pertanian telah membentuk kelompok tani binaan dengan skema satu kecamatan satu kelompok.

“Aceh Barat Daya yang memiliki sembilan kecamatan berarti telah memiliki sembilan kelompok aktif yang berada di bawah pendampingan langsung dinas teknis,” kata Hendri Yadi, Selasa (27/1/2026).

Baca Juga :  Wakili Gubernur, Plt Sekda Sambut Kedatangan Dubes UEA dan Direktur Mubadala Energy di Aceh

“Kelompok ini tidak berhenti di sembilan saja. Kami akan terus mendorong pembentukan sebanyak mungkin kelompok baru agar kapasitas produksi daerah semakin kuat,” lanjutnya.

Menurutnya, pembinaan tidak hanya menyentuh aspek budidaya, tetapi juga manajemen usaha tani, perencanaan tanam, serta pemenuhan standar kualitas pangan.

“Pendekatan ini bertujuan agar petani mampu memenuhi kebutuhan dapur MBG secara konsisten,” imbuhnya.

Ia menyebut setiap kelompok yang aktif dan memenuhi kriteria berhak mengajukan dukungan sesuai kebutuhan lapangan.

Lebih lanjut, Hendri juga menegaskan, komoditas hortikultura seperti gambas, kacang panjang, sayuran dan bahan pangan lainnya yang menjadi fokus utama karena memiliki peran penting dalam penyediaan menu sehat bagi penerima manfaat program MBG.

“Bahan segar dari wilayah sendiri dinilai mampu menekan biaya distribusi sekaligus menjaga kualitas pangan,” sebutnya.

Hendri menjelaskan bahwa petani lokal memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan tersebut apabila mendapat pendampingan yang tepat.

Baca Juga :  Plt Sekda: Halal bi Halal Momentum Memperkuat Silaturrahmi dan Membangun Jejaring  

“Oleh sebab itu, dinas terus mendorong pola tanam terjadwal agar suplai tetap stabil sepanjang tahun,” katanya.

Dinas Pertanian juga berperan sebagai penghubung antara kelompok tani dan pengelola dapur MBG.

“Skema ini diharapkan mampu menciptakan kepastian pasar bagi petani sekaligus menjamin ketersediaan bahan baku bagi penyedia makanan,” papar Hendri.

Melalui koordinasi lintas sektor, lanjutnya, dinas ingin memastikan hasil panen terserap langsung tanpa melalui rantai distribusi panjang.

“Langkah ini sekaligus meningkatkan pendapatan petani dan memperkuat ekonomi desa,” sebutnya.

Lebih serius, Hendri menjelaskan, program MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi, tetapi juga berdampak pada pergerakan ekonomi daerah.

“Dengan memaksimalkan sumber daya setempat, pemerintah daerah berupaya menciptakan sirkulasi ekonomi yang sehat di tingkat kabupaten,” terangnya.

Hendri menyebutkan bahwa keterlibatan petani lokal dalam program nasional tersebut menjadi peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Baca Juga :  Penegakkan SI, Kadis Syariat Islam Apresiasi langkah WaliKota

“Kita merancang pembinaan kelompok tani ini secara jangka panjang. Setiap kelompok akan mendapatkan evaluasi berkala untuk melihat perkembangan produksi dan kendala di lapangan,” tegasnya.

Ke depan, dinas menargetkan pembentukan kelompok baru di setiap kecamatan sesuai minat dan potensi wilayah.

“Kami ingin petani benar-benar siap menjadi pemasok utama dapur MBG, bukan hanya hari ini, tetapi juga untuk jangka panjang,” ujar Hendri.

Dengan penguatan kapasitas petani dan optimalisasi kelompok binaan, Abdya menargetkan ketahanan pangan yang lebih mandiri.

Pemerintah daerah menilai kolaborasi antara petani dan program MBG sebagai model pembangunan pertanian yang inklusif.

Dinas Pertanian Abdya siapkan kelompok tani ini untuk Dapur MBG sekaligus menjadi bukti komitmen daerah dalam mendukung program strategis nasional melalui pemberdayaan potensi lokal.

Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar

Share :

Baca Juga

Nasional

Angkie Yudistia Raih Penghargaan Inclusive Women Leaders With Disabilities

Daerah

Resmikan 104 Huntap di Aceh Utara, Menko Polkam Tegaskan Negara Hadir bantu Rakyat

News

Di Tengah Banjir, Gas Subsidi Menghilang, Ketua DPRK Pidie Desak Penertiban Pangkalan Nakal

Aceh Besar

Pj Bupati Aceh Besar Hadiri Muswil III DMI Aceh 

News

Polda Aceh Gelar Simulasi Sispam Kota Hadapi Kontijensi Tahun 2025

News

Peringati Nuzulul Qur’an, Polres Aceh Tamiang Gelar Buka Puasa Bersama Anak Yatim dan Dhuafa

News

Pj Gubernur Safrizal Apresiasi Peningkatan Pelayanan Publik di Aceh dalam Penganugerahan Predikat Kepatuhan 2024

News

Bertemu Mendagri, Pj Gubernur Aceh dan Ketua DPR Aceh Bahas Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Terpilih