Meulaboh – Bupati Aceh Barat Tarmizi SP, MM bersama Wakil Bupati, Sekretaris Daerah (Sekda), serta sejumlah unsur terkait melakukan kunjungan lapangan ke lokasi lahan rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Ujong Tanjong, Kecamatan Meureubo, Sabtu (31/1/2026).
Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi serta aktivitas yang tengah berlangsung di lahan yang akan dibangun Sekolah Rakyat. Saat ini, di lokasi tersebut telah dilakukan sejumlah pekerjaan awal, seperti pembuatan akses jalan dan persiapan penimbunan lahan.
“Kita sudah melihat langsung aktivitas di lapangan. Saat ini sedang dibuat jalan, kemudian juga direncanakan penimbunan. Secara administrasi, lahan sudah selesai semuanya dan sudah bersertifikat, tinggal proses timbunan,” ujar Tarmizi.
Tarmizi berharap pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Aceh Barat dapat masuk dalam tahap kedua, yang direncanakan mulai dibangun pada Oktober 2026 bersamaan dengan sekitar 100 kabupaten lainnya di Indonesia.
Menurutnya, dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak sangat dibutuhkan, khususnya dalam proses penimbunan lahan yang memerlukan biaya besar.
“Tanpa kolaborasi dan gotong royong semua pihak, tentu pemerintah daerah tidak akan memiliki cukup anggaran untuk penimbunan. Kita sudah menganggarkan lebih dari Rp2 miliar sebagai bentuk keseriusan persiapan, namun untuk timbunan perlu dukungan perusahaan melalui dana CSR,” jelasnya.
Lebih lanjut, Tarmizi mengungkapkan bahwa beberapa waktu lalu dirinya telah bertemu dengan Menteri Sosial (Mensos)dan mengusulkan agar pembangunan Sekolah Rakyat di daerah lain yang belum memenuhi persyaratan dapat dialihkan ke Kabupaten Aceh Barat.
“Ini masih dalam tahap kajian, apakah memungkinkan atau tidak. Karena ada sekolah rintisan, proses administrasinya cukup rumit, harus memindahkan guru dan murid. Namun kita akan terus berikhtiar, kalau memungkinkan kita ingin masuk tahap pertama pembangunan Sekolah Rakyat,” pungkas Tarmizi.
Editor: Amiruddin. MK










