Kota Jantho — Pemerintah Kabupaten Aceh Besar yang diwakili Kabag Perekonomian dan SDA Setdakab Aceh Besar, Darwan Asrizal SE MT, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia secara virtual, Senin (9/2/2026), dari Ruang Rapat Lt. 3 Kantor Bupati Aceh Besar.
Rakor tersebut bertujuan memantau perkembangan inflasi nasional dan daerah sekaligus menyelaraskan kebijakan pengendalian inflasi antara pemerintah pusat dan daerah.
Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, menyampaikan bahwa inflasi nasional secara year on year pada Januari 2026 tercatat sebesar 3,55 persen, melebihi batas atas target pemerintah. Tito menekankan bahwa kenaikan inflasi bukan berasal dari harga pangan, melainkan tarif listrik dan harga emas yang masuk dalam perhitungan inflasi.
“Inflasi harus dipandang secara seimbang. Inflasi terlalu rendah dapat menekan petani, nelayan, dan pelaku usaha, sementara inflasi terlalu tinggi membebani masyarakat berpendapatan rendah,” ujar Tito.
Sementara itu, Darwan Asrizal menyampaikan bahwa Pemkab Aceh Besar secara rutin memantau perkembangan inflasi daerah dan terus memperkuat koordinasi melalui rakor nasional. Ia menegaskan bahwa inflasi di Kabupaten Aceh Besar saat ini masih relatif rendah dan terkendali.
“Kami berharap pengendalian inflasi di Aceh Besar tetap stabil, terutama menjelang Bulan Suci Ramadan, agar masyarakat dapat menjalani ibadah dengan nyaman,” kata Darwan.
Rakor ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, sekaligus memastikan kebijakan pusat dan daerah berjalan selaras.
Editor: Amiruddin. MK













