Aceh Jaya – Musyawarah Wilayah (Muswil) III Majelis Ulama Nanggroe Aceh (MUNA) Kabupaten Aceh Jaya menetapkan Tgk Muhammad Diah (Tgk Nu) sebagai Ketua MUNA Aceh Jaya periode 2026–2031.
Penetapan dilakukan melalui pemungutan suara yang berlangsung di Aula Dinas Kesehatan Aceh Jaya, Kamis (12/2/2026).
Dalam kontestasi tersebut, Tgk Muhammad Diah meraih 23 suara, unggul dari pesaingnya Tgk Fauzan Adhim yang memperoleh 10 suara.
Muswil III menjadi ajang konsolidasi penting bagi para ulama dan tokoh masyarakat di Aceh Jaya. Kegiatan itu turut dihadiri Bupati Aceh Jaya Safwandi, Plt Sekda Masri, Pimpinan DPW Partai Aceh Ir. Azhar Abdurrahman, Ketua MUNA Provinsi Aceh Tgk Abdul Azis, Ketua MAA Aceh Jaya Tgk Yusri, unsur Forkopimda, serta para pimpinan dayah dan tokoh ulama.
Ketua MUNA Aceh, Dalam hal ini diwakili oleh Tgk Abdul Azis, dalam paparanya menegaskan bahwa MUNA memiliki tanggung jawab moral dalam membina umat dan menjaga nilai-nilai keislaman di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
“MUNA harus memperkuat peran strategisnya sebagai mitra pemerintah sekaligus penjaga moral masyarakat,” tegasnya.
Terpilihnya kepemimpinan baru diharapkan membawa energi dan gagasan segar bagi MUNA Aceh Jaya untuk semakin aktif dalam pembinaan keagamaan, mempererat sinergi lintas lembaga, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah.
Tgk. Muhammad Diah usai terpilih kepada awak media NOA.co.id menegaskan bahwa amanah ini bukanlah sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab besar untuk membawa organisasi menjadi lebih solid, progresif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Beliau juga mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk bersatu, mempererat ukhuwah, serta bersama-sama menjalankan program kerja yang berorientasi pada penguatan nilai-nilai keislaman, pendidikan, dan pengabdian sosial.
“Dengan semangat kebersamaan dan kerja kolektif, saya optimis MUNA Aceh Jaya akan semakin maju dan memberikan manfaat yang luas,” tuturnya.
Editor: Amiruddin. MKReporter: Sanusi











