Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh menjadi tuan rumah pelaksanaan Pra Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Pra Rakerkomwil) I APEKSI Tahun 2026 yang digelar di kawasan Lamprit, Banda Aceh, Kamis (12/2/2026).
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal dalam kegiatan tersebut diwakili oleh Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Banda Aceh, Ir. Jalaluddin. Turut hadir Asisten I Bidang Pemerintahan Bachtiar, Asisten II, para Kepala Bagian di lingkungan Setda Kota Banda Aceh, serta jajaran terkait lainnya.
Kegiatan ini juga dihadiri Ketua Komisariat Wilayah I APEKSI yang diwakili Sekretaris Komwil I APEKSI Muhammad Sofyan, para Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Kota se-Komwil I APEKSI, para Kepala Pelaksana BPBD Kota se-Komwil I, para Kabag Pemerintahan dan Kabag Kerja Sama, serta kepala OPD di lingkungan Pemko Banda Aceh.
Sebanyak 24 pemerintah kota anggota APEKSI Komwil I menjadi peserta kegiatan. Dari jumlah tersebut, 17 kota hadir secara langsung, sementara tujuh kota lainnya mengikuti secara daring melalui Zoom Meeting yang difasilitasi panitia.
Ketua penyelenggara yang juga Kabag Pemerintahan Setda Kota Banda Aceh, Yusnardi, dalam laporannya menyampaikan bahwa Pra Rakerkomwil I APEKSI Tahun 2026 mengusung tema “Kota Tangguh, Fiskal Kuat dan Kolaborasi Erat.”
Menurutnya, tema tersebut mencerminkan pentingnya kesiapsiagaan dan ketangguhan kota dalam menghadapi berbagai potensi bencana, sekaligus menjaga stabilitas fiskal daerah di wilayah Komwil I.
“Tujuan kegiatan ini adalah menyusun dan mematangkan agenda strategis yang akan dibahas dalam Rakerkomwil I APEKSI Tahun 2026, termasuk penentuan tuan rumah Rakerkomwil APEKSI 2027,” ujarnya.
Forum ini juga bertujuan merumuskan rekomendasi bersama sebagai bahan pembahasan dalam Rakerkomwil pada April 2026 dan Rakernas APEKSI pada Juli 2026 mendatang, khususnya terkait kota tangguh bencana, ketahanan fiskal daerah, serta isu-isu strategis lainnya.
Pra Raker ini sekaligus membahas penjelasan teknis pelaksanaan Rakerkomwil I APEKSI yang akan digelar pada 19–22 April 2026 di Kota Banda Aceh.
“Sasaran kegiatan ini adalah memperkuat kolaborasi kota-kota pada Komisariat Wilayah I APEKSI menuju kota tangguh bencana, fiskal kuat, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tambah Yusnardi.
Dalam sambutannya, Sekdako Jalaluddin menyampaikan bahwa tema “Kota Tangguh Bencana” sangat relevan dengan tantangan pembangunan perkotaan saat ini. Risiko bencana, baik alam, non-alam, maupun sosial, menurutnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dinamika pembangunan kota.
“Kota tangguh bencana tidak hanya diukur dari kesiapan infrastruktur fisik, tetapi juga dari ketangguhan tata kelola pemerintahan, kapasitas aparatur, efektivitas koordinasi lintas sektor, serta keterlibatan aktif masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan peran strategis Asisten I, Kalaksa BPBD, Kabag Pemerintahan, serta Kabag Kerja Sama dalam memastikan kebijakan dan program daerah berjalan selaras, adaptif, serta responsif terhadap risiko bencana.
Melalui forum ini, ia berharap terbangun kesamaan persepsi, pertukaran praktik baik antar daerah, serta lahir langkah konkret untuk memperkuat kapasitas pemerintah kota dalam seluruh siklus penanggulangan bencana, mulai dari pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, penanganan darurat, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Selain isu kebencanaan, Jalaluddin juga menyoroti tantangan kebijakan fiskal daerah. Banyak pemerintah kota saat ini menghadapi kondisi belanja pegawai yang telah melampaui 30 persen dari total APBD, sehingga membatasi ruang fiskal untuk belanja pembangunan dan penguatan mitigasi bencana.
“Diperlukan kebijakan fiskal yang lebih adaptif, efisien, dan berorientasi pada hasil. Penguatan tata kelola keuangan daerah harus berjalan seiring dengan reformasi pelayanan perizinan yang cepat, transparan, dan berbasis digital,” katanya.
Pelayanan perizinan yang baik, lanjutnya, tidak hanya meningkatkan iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga memperkuat kapasitas fiskal pemerintah kota untuk membiayai program-program strategis.
Ia menilai Pra Raker Komwil I APEKSI ini sangat strategis untuk merumuskan rekomendasi kebijakan yang komprehensif, baik terkait kebencanaan, penguatan fiskal daerah, maupun peningkatan kualitas layanan publik.
“Mari kita jadikan forum ini sebagai momentum memperkuat koordinasi dan kolaborasi antarkota, sehingga ketangguhan kota-kota di Indonesia dapat terbangun secara berkelanjutan,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Sekdako Jalaluddin secara resmi membuka kegiatan tersebut.
“Dengan mengucapkan Bismillaahirrahmaanirrahiim, kegiatan Pra Raker Komwil I APEKSI Tahun 2026 hari ini, Kamis 12 Februari 2026, secara resmi saya nyatakan dibuka.”
Usai pembukaan, acara dilanjutkan dengan pemaparan mengenai latar belakang pemilihan tema Kota Tangguh Bencana oleh Asisten Pemerintahan, Keistimewaan dan Kesejahteraan Setda Kota Banda Aceh, Bachtiar, sebagai pengantar pembahasan teknis dan perumusan agenda strategis Rakerkomwil I APEKSI 2026.
Editor: Amiruddin. MK











