Aceh Jaya – Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya mencatat berbagai capaian positif sepanjang tahun 2025. Di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Jaya Safwandi–Muslem D atau yang dikenal dengan sebutan Salem periode 2025–2029.
Kinerja pembangunan daerah menunjukkan tren membaik, baik pada indikator makro pembangunan, raihan penghargaan, maupun pelaksanaan program unggulan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Kepala Bapperida Teuku Khairullah kepada awak media NOA.co.id, Jumat (20/2/2026), menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari perencanaan pembangunan yang terarah, terukur, dan kolaboratif.
“Alhamdulillah, sepanjang tahun 2025 indikator makro pembangunan Aceh Jaya menunjukkan tren yang positif. Indeks Pembangunan Manusia meningkat, tingkat kemiskinan menurun, dan pengangguran juga berhasil ditekan,” ujar Teuku Khairullah di Calang.
Ia merinci, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Aceh Jaya meningkat dari 73,40 pada 2024 menjadi 74,20 pada 2025. Pada periode yang sama, tingkat kemiskinan turun signifikan dari 12,25 persen menjadi 10,37 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka menurun dari 2,75 persen menjadi 2,57 persen.
“Penurunan angka kemiskinan dan pengangguran ini menunjukkan bahwa kebijakan pembangunan yang dijalankan mulai berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi Aceh Jaya tetap terjaga pada angka 3,83 persen dengan Indeks Gini sebesar 0,254, yang menandakan tingkat ketimpangan pendapatan masyarakat masih berada pada kategori relatif terkendali.
Sepanjang tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya juga meraih sejumlah penghargaan dari pemerintah pusat dan provinsi. Di antaranya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan tahun 2024, penghargaan penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik tercepat tahap I tingkat Provinsi Aceh, serta penghargaan eliminasi malaria internasional dari Kementerian Kesehatan RI.
Selain itu, Aceh Jaya juga meraih penghargaan Kabupaten Layak Anak kategori Pratama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Universal Health Coverage (UHC) Award, serta Serambi Emas Award untuk kategori inovasi digital produk kreatif lokal.
Menurut Teuku Khairullah, capaian tersebut tidak terlepas dari konsistensi pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program unggulan yang berpihak kepada rakyat.
“Kami terus memperkuat program prioritas, mulai dari beasiswa pendidikan, bantuan santri miskin, perlindungan sosial bagi pekerja rentan, hingga pembangunan rumah dhuafa dan infrastruktur dasar di gampong-gampong,” ungkapnya.
Pada sektor infrastruktur dasar, Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya merealisasikan pembangunan sarana sanitasi bagi masyarakat miskin, rehabilitasi rumah tidak layak huni, pembangunan rumah bagi korban bencana, serta penyediaan sarana air minum di delapan gampong dengan total 1.517 sambungan rumah.
“Ke depan, kami berkomitmen menjaga keberlanjutan pembangunan agar manfaatnya semakin dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Aceh Jaya,” tutup Teuku Khairullah.
Editor: Amiruddin. MKReporter: Sanusi












