Home / Daerah / Peristiwa

Jumat, 20 Februari 2026 - 11:45 WIB

Aroma Bau Busuk Daging Bantuan Presiden di Aceh Singkil

mm Redaksi

Masyarakat yang mengaku menerima daging dalam kondisi kurang segar dan berbau. (Foto : Dok.Warga)

Masyarakat yang mengaku menerima daging dalam kondisi kurang segar dan berbau. (Foto : Dok.Warga)

Aceh Singkil – Aliansi Muda Penggerak Aceh Singkil (AMPAS) meminta aparat penegak hukum menyelidiki proses pengadaan sapi bantuan meugang yang bersumber dari Bantuan Presiden di Kabupaten Aceh Singkil.

Sekretaris Jenderal AMPAS, Budi Harjo, menilai ketidakjelasan tersebut memunculkan pertanyaan publik terkait transparansi penggunaan anggaran.

“Kami meminta aparat penegak hukum turun tangan untuk memastikan proses pengadaan ini berjalan sesuai aturan. Jika tidak ada masalah, seharusnya data dibuka secara transparan,” kata Budi dalam keterangan tertulis, Jumat, 20 Februari 2026.

Baca Juga :  Semangat Kemerdekaan, HIMAPAS Berbagi Bendera Merah Putih kepada pengendara

Hal tersebut disampaikan menyusul belum adanya penjelasan terbuka mengenai jumlah sapi yang diadakan dan total anggaran yang digunakan.

Budi juga menyoroti laporan masyarakat yang mengaku menerima daging dalam kondisi kurang segar dan berbau.

“Apabila temuan itu benar, hal tersebut menunjukkan lemahnya pengawasan kualitas dalam distribusi bantuan,” Ujarnya.

Baca Juga :  Dibantu Haji Mukhlis, Saluran Air Pasar Ikan Geurugok Kembali Berfungsi

Ia menilai persoalan tersebut tidak cukup dijawab dengan klarifikasi administratif.

“Aparat penegak hukum, perlu melakukan penyelidikan untuk mengetahui ada atau tidaknya potensi penyimpangan serta kemungkinan kerugian negara,” Terangnya.

AMPAS meminta Kejaksaan dan Kepolisian membuka penyelidikan resmi, melakukan audit investigatif, serta memeriksa pihak penyedia dan pejabat yang terlibat dalam proses pengadaan.

“Bantuan Presiden adalah simbol kehadiran negara membantu rakyat. Karena itu, setiap rupiah anggaran harus dipertanggungjawabkan secara hukum dan moral,” ujar Budi.

Baca Juga :  Solidaritas Pengusaha Perempuan, IWAPI Aceh Bantu Korban Banjir di Tiga Daerah

Menurut dia, AMPAS akan mengawal persoalan ini hingga ada kejelasan.

“Jika memang tidak ada pelanggaran, buka seluruh data ke publik. Namun jika ditemukan unsur pidana, pihak yang bertanggung jawab harus diproses sesuai hukum,” Demikian Sekretaris Jenderal AMPAS, Budi Harjo.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Kapolres Aceh Barat Gelar Kejurprov Balap Motor IMI

Daerah

Berharap Manajemen Baru BPKS Mampu Tingkatkan Etos Kerja

Daerah

Penanganan Pasca Banjir, Bupati Ajak Awak Media Bersinergi

Daerah

WALHI Aceh: Pemerintah Harus Hormati Sikap Warga Tolak Tambang di Pameu

Aceh Besar

Aceh Besar Krisis Air Bersih, Anggota DPRK Turun Pasok Kebutuhan Air untuk Warga Terdampak

Daerah

BSI Aceh Berkonstribusi 10 Unit Hiace Untuk Mudik Gratis Pemerintah Aceh

Daerah

DPR dan Pemerintah Aceh Sahkan APBA 2025 Sebesar Rp 10,8 Triliun

Aceh Barat Daya

Pemkab Abdya Kembali Terima WTP dari BPK RI