Banda Aceh — Pemerintah Kota Banda Aceh memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 Perumdam Tirta Daroydalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan, Rabu sore (25/2/2026). Kegiatan tersebut dirangkai dengan apel bersama dan buka puasa bersama seluruh jajaran perusahaan daerah tersebut.
Apel yang digelar di halaman kantor Water Treatment Plant (WTP) Lubok Batee dipimpin langsung oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal. Turut hadir Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah, Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah, Wakil Ketua DPRK Daniel A Wahab, Anggota DPRK Iqbal Djohan, Sekretaris Daerah Kota Jalaluddin, Asisten I Bachtiar, serta Direktur Utama Perumdam Tirta Daroy Teuku Novizal Aiyub beserta jajaran dan karyawan.
Dalam sambutannya, Illiza menyampaikan rasa syukur atas perjalanan panjang Tirta Daroy yang telah mengabdi lebih dari setengah abad dalam melayani kebutuhan air bersih masyarakat Kota Banda Aceh.
“Lima puluh satu tahun bukanlah usia yang singkat. Ini adalah perjalanan panjang pengabdian dalam mengalirkan kehidupan bagi masyarakat. Air yang mengalir ke rumah-rumah warga bukan sekadar layanan, tetapi amanah besar yang harus dijaga,” ujarnya.
Capaian Layanan dan Kinerja
Saat ini, layanan Tirta Daroy telah menjangkau sekitar 86 persen masyarakat Kota Banda Aceh dengan total lebih dari 56 ribu pelanggan. Dua instalasi pengolahan air, yakni WTP Lubok Batee dan WTP Siron, beroperasi dengan kapasitas total sekitar 710 liter per detik.
Sepanjang tahun 2024, volume produksi air tercatat lebih dari 23 juta meter kubik dengan tingkat efisiensi produksi sebesar 94,97 persen. Distribusi didukung 11 unit reservoir berkapasitas total 9.600 meter kubik serta jaringan pipa sepanjang lebih dari 1.072 kilometer.
Berdasarkan indikator BPPSPAM, nilai kinerja tahun 2024 mencapai 3,75 dengan kategori “Sehat”. Perusahaan juga telah mencapai status Full Cost Recovery serta menyetorkan dividen lebih dari Rp9,2 miliar kepada Pemerintah Kota Banda Aceh sebagai kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Angka-angka ini bukan sekadar statistik. Di balik setiap liter air yang diproduksi, ada dedikasi dan pengabdian tanpa mengenal waktu dari seluruh karyawan,” tambah Illiza.
Tantangan dan Rencana Pengembangan
Meski menunjukkan tren positif, Illiza mengingatkan bahwa tantangan ke depan semakin besar seiring pertumbuhan kota dan meningkatnya kebutuhan layanan air bersih 24 jam.
Pemko Banda Aceh merencanakan pembangunan satu unit Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru berkapasitas 100 liter per detik di WTP Lubok Batee dengan nilai investasi sekitar Rp22 miliar. Selain itu, penggantian water meter pelanggan dan peremajaan jaringan pipa tua juga menjadi prioritas strategis.
Dimensi Spiritual Pelayanan
Dalam momentum Ramadan, Illiza menekankan bahwa pelayanan air bersih juga memiliki dimensi spiritual. Pemko Banda Aceh menggratiskan penggunaan air bagi masjid selama Ramadan, termasuk penggantian kran, penyediaan perlengkapan kebersihan, pengadaan mesin pompa, serta penyiagaan armada mobil tangki air.
“Ketika air mengalir untuk wudhu dan ibadah masyarakat, di sana ada pahala yang terus mengalir bagi siapa pun yang bekerja dengan ikhlas,” ujarnya.
Peringatan HUT ke-51 tersebut juga dirangkai dengan santunan anak yatim dan buka puasa bersama sebagai wujud kepedulian sosial serta penguatan silaturahmi antara jajaran Perumdam Tirta Daroy dan Pemerintah Kota Banda Aceh.
Illiza mengajak seluruh keluarga besar Tirta Daroy menjadikan usia ke-51 sebagai momentum memperkuat integritas, profesionalisme, dan inovasi pelayanan.
“Rawat kepercayaan masyarakat dengan kerja nyata. Jadikan Tirta Daroy bukan hanya perusahaan daerah, tetapi institusi yang membawa manfaat dan keberkahan bagi seluruh warga Banda Aceh,” pungkasnya.
Editor: Amiruddin. MK










