Home / Aceh Barat / Daerah / Peristiwa

Senin, 22 Juli 2024 - 20:32 WIB

Atasi Gangguan Satwa Liar, Pj Bupati Minta Instansi terkait Siapkan Langkah Kongkrit

mm Redaksi

Juru Bicara Pemkab Aceh Barat, Hidayat Isa. Foto: NOA.co.id

Juru Bicara Pemkab Aceh Barat, Hidayat Isa. Foto: NOA.co.id

Meulaboh – Penjabat (Pj) Bupati Aceh Barat, Mahdi Efendi, menginstruksikan jajaran terkait di Pemkab Aceh Barat untuk segera melakukan langkah konkret guna mencegah terulangnya konflik antara satwa liar yang dilindungi dengan manusia, terutama di kawasan pedalaman yang kini telah menjadi ladang usaha tani dan usaha pertambangan.

Instruksi tersebut disampaikan melalui Juru Bicara Pemkab Aceh Barat, Hidayat Isa SE, pada Senin (22/07/2024). Hal ini merespons konflik antara gajah dengan masyarakat di Sungai Mas, Tanoh Mirah Woyla, Gampong Cot Situah, Alue Panyang, Panton di Woyla Barat, Alue Keumuneng Woyla Timur, Paya Mengendrang, dan Gampong Alue Keumuneng di Kabupaten Aceh Barat.

“Pemkab akan segera melakukan langkah-langkah mitigasi untuk mengatasi masalah tersebut,” kata Hidayat.

Baca Juga :  Bupati Aceh Barat Buka Penyuluhan Redistribusi Tanah HKB Kategori III Tahun 2022

Atas nama Pemkab Aceh Barat, Hidayat menyatakan keprihatinan mendalam atas konflik lintas makhluk tersebut dan berharap semua pihak mengambil pelajaran dari fenomena alam tersebut.

“Kami sangat prihatin dengan kondisi yang terjadi. Banyak kebun warga yang rusak akibat kehadiran gajah liar,” ujar Hidayat di Meulaboh.

Sebagai langkah awal, kata Hidayat, Pemkab akan melakukan koordinasi intensif dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh. Hal ini bertujuan untuk mencari solusi yang efektif dan berkelanjutan guna mengurangi konflik antara manusia dan satwa liar.

Hidayat menegaskan komitmen Pemkab Aceh Barat dalam menangani masalah gajah liar yang sering masuk ke kebun warga.

“Situasi ini telah menjadi perhatian serius Pemkab Aceh Barat, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap kehidupan masyarakat,” tandasnya.

Baca Juga :  Komisioner KIP Nagan Raya Ajak Insan Media Bantu Sosialisasi Pilkada Serentak Damai

Di sisi lain, Hidayat menambahkan bahwa kerja sama dengan BKSDA dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh diharapkan dapat menghasilkan solusi jangka panjang yang mampu mengurangi konflik antara manusia dan satwa liar, serta meminimalkan kerugian yang dialami oleh masyarakat setempat.

Kepala Resor Konservasi Wilayah Eksitu Meulaboh, BKSDA Aceh, Dessi Novita Sari, S.Si, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan upaya penghalauan gajah liar sebanyak tiga kali dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.

“Penghalauan dilakukan dengan menggunakan mercon, dan metode ini terbukti efektif untuk sementara waktu. Ini adalah langkah yang paling mungkin dilakukan saat ini,” ujar Dessi.

Baca Juga :  Ketua Pramuka Kwarcab Pidie Cut Bang Samsul Azhar Pantau MTR

Dessi menambahkan bahwa tim yang diturunkan ke lapangan masih melakukan upaya-upaya mitigasi jangka pendek, yang tidak permanen. Untuk solusi jangka panjang, dibutuhkan waktu dan biaya yang besar. Oleh karena itu, Dessi berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah terkait isu konservasi ini.

Namun, Dessi juga mengungkapkan bahwa perubahan fungsi lahan menjadi persoalan utama.

“Banyak hutan produksi yang telah berubah menjadi lahan tambang, sehingga gajah merasa tidak mempunyai tempat yang aman lagi. Akibatnya, mereka berpindah dari kebun ke kebun lainnya setelah diusir,” jelasnya.

Dessi berharap segera menemukan solusi jangka panjang yang dapat mengurangi konflik antara manusia dan satwa liar, serta menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah tersebut.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Banda Aceh

Komisi III DPRK Banda Aceh Dorong Pemetaan Drainase saat Banjir untuk Solusi Jangka Panjang

Daerah

Rekrutmen PLTU Nagan Raya Didera Polemik: LSM Tuding Ada Pungli, Pemerintah dan Perusahaan Membantah, Kebenaran Masih Tersembunyi

Daerah

Direktur Utama Bank Aceh, Haizir Sulaiman Akhiri Masa Tugas

Aceh Barat

Listrik Sering Padam di Meulaboh, Wakil Ketua Komisi III DPRK Minta Audit Kinerja PLN

Aceh Timur

MTSN 2 Aceh Timur Gelar Maulid Nabi Muhammad

Peristiwa

Pohon Tumbang Merusak Kantor PWI Aceh Besar, Tak Ada Korban Jiwa

Daerah

Dukung Asta Cita : Bea Cukai Aceh Musnahkan Barang Ilegal

Daerah

Operasi SAR Bencana Aceh Capai 80 Persen, 4.271 Warga Dievakuasi dan 62 Masih Hilang