Home / Banda Aceh / Daerah / Parlementaria

Kamis, 27 November 2025 - 19:20 WIB

Komisi III DPRK Banda Aceh Dorong Pemetaan Drainase saat Banjir untuk Solusi Jangka Panjang

mm Redaksi

Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad.

Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad.

Banda Aceh – Hujan lebat yang mengguyur Kota Banda Aceh dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan sejumlah kawasan tergenang, termasuk ruas Jalan T. Nyak Arief di depan Polda Aceh yang terpantau memiliki ketinggian air cukup signifikan. Kondisi serupa bahkan lebih parah terjadi di beberapa kabupaten/kota lain di Aceh, di mana banjir dan longsor menimbulkan korban jiwa serta kerugian harta benda.

Menanggapi situasi tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPRK Banda Aceh, Tuanku Muhammad, meminta Dinas PUPR, Dinas Perkim, dan BPBD Kota Banda Aceh segera melakukan pemetaan terhadap wilayah yang masih terdampak banjir. Ia menilai pemetaan saat kejadian banjir merupakan langkah awal yang sangat krusial untuk merancang sistem drainase yang lebih efektif di masa mendatang.

Baca Juga :  KIN Da Aceh Bersama KIKAV 11/WCS Turun Langsung Salurkan Bantuan Banjir di Bener Meriah

“Salah satu bencana yang kerap terjadi di Kota Banda Aceh adalah banjir. Maka pembangunan ke depan harus fokus pada penyiapan sistem drainase yang baik. Pemetaan drainase harus dilakukan di saat kebanjiran seperti ini,” ujar Tuanku.

Ia menegaskan bahwa pemetaan yang akurat akan membantu menentukan prioritas pembangunan, mengidentifikasi titik-titik paling rentan, serta mencegah banjir berulang setiap tahun. Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan yang dapat menyumbat saluran air. Menurutnya, penyumbatan akibat sampah merupakan salah satu pemicu utama banjir lokal.

Baca Juga :  Tabrakan Di Julok Unit Laka Lantas Satlantas Polres Aceh Timur Olah TKP

Tuanku juga menyoroti pentingnya rencana pembangunan kota yang memperhitungkan dampak lingkungan dan tata guna lahan. Ia menilai ruang terbuka hijau (RTH) dan kawasan resapan air harus diperbanyak untuk mencegah Banda Aceh menjadi “terkurung air” di masa depan.

Baca Juga :  Ombudsman RI Perwakilan Aceh Serahkan Pernghargaan Kepada Pemda

“Kawasan pembangunan baru harus ditata dengan baik. Jika tidak, air tidak akan punya tempat untuk meresap dan Banda Aceh bisa terendam,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Tuanku memberikan apresiasi terhadap karya pembangunan drainase pada masa mendiang Wali Kota Mawardy Nurdin, yang dinilai efektif mengurangi jumlah kawasan rawan banjir saat ini. Ia juga memuji respons cepat Wali Kota Banda Aceh saat ini, Illiza Sa’aduddin Djamal, yang turun langsung meninjau lokasi-lokasi banjir.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Daerah

Panwaslih Aceh Singkil : KIP seharusnya wajib kordinasi kepada kami

Daerah

Laskar Panglima Nanggroe: Abu Razak, Pemimpin Bijak yang Pergi dengan Kemuliaan

Daerah

Inspektorat Aceh Besar Bantah Tuduhan Pemerasan Terhadap Keuchik 

Daerah

Wakili Pj Bupati Aceh Besar, Ir. Makmun Terima 700 Mahasiswa PPKPM UIN Ar Raniry

Daerah

Terkait Maraknya Rokok Ilegal di Aceh Singkil, ini kata Bea Cukai Meulaboh

Daerah

Pj Gubernur Aceh Temui Lansia Calon Penerima Rumah Layak Huni di Pidie

Daerah

Haji Mukhlis Santuni Ibu Dua Anak Korban Kebakaran Darul Aman, Kabupaten Bireun

Daerah

Bank Aceh Salurkan Zakat Karyawan Rp1,43 Miliar Melalui Baitul Mal