Banda Aceh – Baitul Mal Aceh mencatatkan kinerja positif dalam penyaluran dana zakat dan infak sepanjang tahun anggaran 2025. Total dana yang berhasil disalurkan mencapai Rp107,296 miliar dan menjangkau sebanyak 40.132 mustahik serta penerima manfaat di seluruh wilayah Aceh.
Penyaluran dana zakat tersebut diwujudkan melalui berbagai program yang menyentuh sektor kesehatan, pendidikan, sosial, hingga syiar Islam. Bantuan diberikan baik dalam bentuk konsumtif guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, maupun bantuan produktif untuk mendorong peningkatan taraf hidup dan kemandirian ekonomi penerima.
Sementara itu, dana infak difokuskan pada program pemberdayaan ekonomi masyarakat serta kegiatan lain yang bertujuan untuk kemaslahatan umat.
Ketua Badan Baitul Mal Aceh, Tgk H Muhammad Yunus M Yusuf, SH, yang akrab disapa Abon Yunus, menyampaikan bahwa dari total penyaluran tersebut, dana zakat mencapai Rp57,027 miliar untuk 15.702 mustahik, sedangkan dana infak sebesar Rp50,268 miliar disalurkan kepada 24.432 penerima manfaat.
“Alhamdulillah, hingga akhir Desember 2025, dana zakat dan infak yang disalurkan Baitul Mal Aceh kepada masyarakat yang membutuhkan di seluruh Aceh mencapai Rp107,296 miliar untuk 40.132 mustahik. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat Rp89,46 miliar untuk 29.859 mustahik,” ujar Abon Yunus, Kamis (22/1/2026).
Ia berharap penyaluran dana zakat dan infak tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Aceh. Tidak hanya meringankan beban hidup, tetapi juga mendorong kemandirian dan keberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kami berharap zakat dan infak ini benar-benar memberi manfaat nyata, sehingga masyarakat dapat terbebas dari belenggu kemiskinan,” tambahnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh, Didi Setiadi, S.Sos, menjelaskan bahwa dana zakat disalurkan kepada tujuh senif. Rinciannya, senif fakir sebesar Rp4,097 miliar, senif miskin Rp40,566 miliar, senif amil Rp1,721 miliar, dan senif muallaf Rp2,499 miliar.
Selain itu, dana juga disalurkan untuk senif gharimin sebesar Rp1,121 miliar, fisabilillah Rp2,76 miliar, serta ibnu sabil Rp3,828 miliar.
Adapun dana infak digunakan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat sebesar Rp31,619 miliar, kemaslahatan umat Rp18,389 miliar, serta biaya operasional kegiatan Zakat, Infak, dan Wakaf (ZIWah) sebesar Rp259 juta.
Menurut Didi, ke depan Baitul Mal Aceh berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan kualitas program, serta menjadikan zakat dan infak sebagai pilar strategis dalam mewujudkan Aceh yang sejahtera dan diridhai Allah SWT.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh muzakki dan donatur yang telah mempercayakan zakat dan infaknya melalui Baitul Mal Aceh. Semoga dilimpahkan rezeki dan diberkahi hartanya,” pungkas Didi.
Editor: Amiruddin. MK









