Home / Advetorial / Pemerintah

Rabu, 21 Mei 2025 - 17:13 WIB

Bunda Literasi Dikukuhkan, Banda Aceh Semakin Serius Gaungkan Budaya Baca

mm Redaksi

Prosesi pengukuhan Bunda Literasi Banda Aceh di Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Kota Banda. Foto: Dok. Humas DPKA

Prosesi pengukuhan Bunda Literasi Banda Aceh di Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Kota Banda. Foto: Dok. Humas DPKA

Banda Aceh – Sosok inspiratif, Dessy Maulidha Azwar resmi dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Kota Banda Aceh oleh Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah. Prosesi pengukuhan tersebut dilakukan di Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Kota Banda Aceh, Rabu (21/5/2025).

Pengukuhan ini menjadi bagian dari pembukaan Festival Literasi Kota Banda Aceh 2025 yang mengangkat tema “Merajut Kolaborasi Menuju Literasi Unggul, Kreatif, Terampil, dan Berdaya Saing.”

Baca Juga :  Jangkauan Layanan JKN Aceh Merata, Pemerintah Aceh Terima Penghargaan UHC

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Afdhal menekankan pentingnya literasi sebagai senjata utama menghadapi derasnya arus informasi digital dan ancaman disinformasi. Ia juga menyoroti masih rendahnya minat baca masyarakat Banda Aceh.

Data dari BPS menunjukkan tingkat kunjungan masyarakat ke perpustakaan baru 0,38 persen per hari dengan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat di angka 69,63 persen.

Baca Juga :  Pj Gubernur Apresiasi Peran Aktif Polri Dukung Pembangunan di Aceh 

“Ini adalah tantangan besar yang harus kita jawab bersama,” ujarnya.

Afdhal meyakini, kehadiran Bunda Literasi menjadi kunci untuk menggerakkan budaya baca dari akar rumput. Sosok Bunda Literasi diharapkan bukan hanya menjadi panutan, tapi juga pelopor gerakan literasi lintas generasi, dari anak-anak hingga orang tua.

Sementara itu, Kepala Bidang Layanan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Zulfadli, turut hadir dan menyatakan komitmen DPKA untuk mendukung kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan minat baca masyarakat Aceh.

Baca Juga :  Pesan Pj Gubernur Aceh pada Hari Lahir Pancasila

“Kami menyambut baik pengukuhan ini dan siap berkolaborasi dalam gerakan literasi ke seluruh penjuru Aceh,” ujarnya.

Festival Literasi yang dirangkaikan dengan kegiatan workshop, talkshow, dan diskusi interaktif ini diharapkan menjadi titik balik bagi tumbuhnya ekosistem literasi yang lebih inklusif, adaptif, dan berdampak nyata. (Adv)

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Internasional

Kemlu : Indonesia dan Afrika memiliki warisan Sejarah yang kaya dalam Perjuangan melawan kolonialisme

Aceh Barat

Satgas Rehabilitasi Bencana Tinjau Jambak Aceh Barat, Percepat Data dan Pemulihan Infrastruktur

Nasional

Di Tahun 2025, Kemenkumham Fokus pada Empat Program

Daerah

Dukung ketahanan Pangan Nasional, Kanwil Ditjenpas Aceh Ubah Lahan Tidur Jadi Produktif

Aceh Besar

Syech Muharram dan Syukri A Jalil Dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Besar Periode 2025-2030

Daerah

Disdik Aceh Canangkan Zona Integritas WBK dan WBBM untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan

Aceh Besar

Pj Bupati Iswanto Tekan Sirene Simulasi AEE – ACE Bandara SIM 2023

Aceh Besar

Sekdakab Aceh Besar Dampingi Kapolda ke Pulo Aceh