Home / Parlementaria

Minggu, 12 Juli 2026 - 23:26 WIB

Cegah Pemadaman Berulang, DPRK Banda Aceh Dorong Sistem Listrik Mandiri dan Andal

mm Redaksi

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Daniel Abdul Wahab bersama Ketua Fraksi NasDem DPRK Banda Aceh Abdul Rafur menyerahkan surat usulan penguatan sistem kelistrikan Banda Aceh kepada Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Dr. Sripeni Inten Cahyani di Jakarta, Selasa (7/7/2026). Foto: Dok. DPRK Banda Aceh

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Daniel Abdul Wahab bersama Ketua Fraksi NasDem DPRK Banda Aceh Abdul Rafur menyerahkan surat usulan penguatan sistem kelistrikan Banda Aceh kepada Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Dr. Sripeni Inten Cahyani di Jakarta, Selasa (7/7/2026). Foto: Dok. DPRK Banda Aceh

Banda Aceh – Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab, menyampaikan usulan penguatan sistem kelistrikan Kota Banda Aceh kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia agar ibu kota Provinsi Aceh mendapatkan perhatian khusus terkait keandalan pasokan listrik.

Usulan tersebut disampaikan melalui surat yang diserahkan Daniel bersama Ketua Fraksi NasDem DPRK Banda Aceh, Abdul Rafur, kepada Anggota Pemangku Kepentingan Bidang Industri Dewan Energi Nasional (DEN), Dr. Ir. Sripeni Inten Cahyani, MM, IPM, ASEAN Eng, di Kantor DEN, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Daniel mengatakan, Banda Aceh sebagai pusat pemerintahan provinsi memiliki banyak fasilitas dan objek vital yang membutuhkan pasokan listrik stabil dan tidak boleh terganggu dalam waktu lama.

Menurutnya, gangguan listrik di ibu kota provinsi dapat berdampak luas terhadap berbagai sektor, mulai dari pelayanan pemerintahan, fasilitas kesehatan, pendidikan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Tiga Point Kesepakatan Rapat Pemerintah-DPR Pemulihan Bencana Aceh

“Banda Aceh memiliki fungsi strategis sebagai pusat pemerintahan, layanan kesehatan rujukan, pendidikan, serta kegiatan ekonomi. Karena itu, keandalan sistem kelistrikan harus menjadi perhatian khusus,” ujar Daniel.

Ia menjelaskan, kondisi pemadaman listrik yang terjadi belakangan ini menunjukkan bahwa sistem kelistrikan Banda Aceh masih memiliki ketergantungan tinggi terhadap sistem interkoneksi regional Aceh.

Akibatnya, ketika terjadi gangguan di wilayah lain, Banda Aceh turut mengalami dampak yang menyebabkan terganggunya aktivitas masyarakat.

“Kita meminta agar ketika terjadi gangguan kelistrikan di wilayah lain yang jauh dari Banda Aceh, tidak langsung menyebabkan pemadaman total di ibu kota provinsi. Harus ada sistem proteksi yang mampu menjaga kontinuitas pasokan listrik,” katanya.

Dalam surat tersebut, DPRK Banda Aceh mengusulkan agar Kota Banda Aceh ditetapkan sebagai zona kelistrikan prioritas dengan standar keandalan dan sistem perlindungan yang lebih tinggi.

Baca Juga :  H. Heri Julius: Pembangunan Rumah Sakit Pendidikan USK Harus Dijaga demi Masa Depan Kesehatan Rakyat Aceh

Selain itu, Daniel juga mendorong PT PLN (Persero) untuk merancang penerapan islanding system di Banda Aceh. Sistem tersebut memungkinkan wilayah tertentu tetap memperoleh pasokan listrik secara mandiri ketika terjadi gangguan pada sistem interkoneksi utama.

Ia juga mengusulkan pembangunan pembangkit listrik siaga permanen serta pelaksanaan audit teknis terhadap sistem kelistrikan Banda Aceh, meliputi kapasitas beban, keandalan jaringan, dan sistem proteksi.

“Pemadaman listrik berulang telah memberikan dampak terhadap masyarakat, baik sektor pendidikan, kesehatan, pemerintahan, maupun dunia usaha. Karena itu, penguatan sistem kelistrikan menjadi kebutuhan yang mendesak,” jelas Daniel.

Menurutnya, ketersediaan energi listrik yang stabil juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan investor dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Dr. Sripeni Inten Cahyani, menyambut baik aspirasi yang disampaikan DPRK Banda Aceh.

Baca Juga :  Pulang dari Jakarta, Salihin Tegaskan Revisi UUPA dan Otsus Demi Masa Depan Aceh

Ia mengatakan, persoalan keandalan sistem kelistrikan di daerah strategis perlu dikaji secara komprehensif dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

“Surat ini akan kami sampaikan kepada Menteri ESDM dan para pemangku kepentingan lainnya,” ujar Sripeni.

Sebagai tindak lanjut, DEN berencana melakukan kunjungan kerja ke Aceh untuk melihat langsung kondisi sistem kelistrikan, menghimpun data teknis, serta berdialog dengan pihak terkait sebelum menyusun rekomendasi kebijakan.

Ketua Fraksi NasDem DPRK Banda Aceh, Abdul Rafur, menambahkan bahwa sudah saatnya Banda Aceh memiliki sistem kelistrikan yang lebih mandiri dan tangguh seiring perkembangan kota.

Menurutnya, pasokan listrik yang aman dan berkelanjutan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kemajuan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Parlementaria

Komisi VII DPR Aceh Kunker ke Disdik Dayah Kabupaten Aceh Tengah

Parlementaria

SPMB 2026 Dinilai Masih Bermasalah, Fraksi Demokrat Desak Pemko Banda Aceh Lakukan Evaluasi

Parlementaria

DPRK Banda Aceh Sosialisasikan Qanun Kota Layak Anak di Kecamatan Baiturrahman

Daerah

Perkuat Sinergi Antar-Stakeholder, Kapolres AKBP Ricky Nugraha Silaturahmi ke DPRK Bener Meriah

Parlementaria

PON XXI Aceh-Sumut Sukses, DPRA Apresiasi Pj Gubernur Aceh dan KONI

Parlementaria

Fraksi Gerindra Soroti Minimnya Anggaran DPKP Banda Aceh, Desak Penguatan Program Ketahanan Pangan

Parlementaria

Revisi UUPA Perlu Dikawal Secara Ketat

Nasional

Istri Gubernur Aceh Raih AMKI Kartini Award 2026: Terima Kasih Suamiku