Sigli – Kondisi cuaca yang sangat ekstrem dalam beberapa bulan terakhir membuat hasil tangkapan nelayan di Kabupaten Pidie menurun drastis. Bahkan, sebagian nelayan mengaku pulang tanpa membawa ikan, sehingga ada yang memilih tidak melaut.
Hal itu disampaikan Panglima Laot Kabupaten Pidie, Marfian, kepada NOA.co.id, Minggu (16/11/2025). Menurutnya, angin kencang disertai gelombang tinggi sangat menyulitkan nelayan, terutama nelayan tradisional yang menggunakan boat kecil.
“Cuaca sangat berpengaruh pada tangkapan ikan. Angin kencang dan gelombang tinggi membuat nelayan sulit menangkap ikan. Akibatnya persediaan ikan berkurang dan harga di pasar menjadi mahal, ini sangat dirasakan dalam beberapa bulan ini,” jelas Marfian.
Ia mengingatkan para nelayan agar lebih berhati-hati dan tidak memaksakan diri melaut saat kondisi laut tidak bersahabat. Nelayan juga diimbau tidak melaut seorang diri. “Setidaknya dua orang dalam satu boat, supaya kalau terjadi sesuatu ada kawan yang bisa membantu dan memberi informasi kepada nelayan lain. Untuk saat ini tolong pahami situasi dan jangan melaut sembarangan,” pintanya.
Marfian menambahkan, tingginya harga ikan saat ini dipicu minimnya pasokan dari laut. Jika ditambah dengan turunnya hujan lebat, nelayan semakin kesulitan mencari ikan. “Saya minta para nelayan tetap berhati-hati saat mencari ikan dan mengutamakan keselamatan,” ujarnya.
Editor: Amiruddin. MKReporter: Amir Sagita









