Aceh Barat Daya – Sementara korban bencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh terus bertambah, DPC PKB Abdya menjawab panggilan kemanusiaan mereka menembus medan sulit untuk menyerahkan bantuan langsung ke Gayo Lues, salah satu kabupaten terdampak.
Menurut laporan dari posko tanggap darurat bencana di Aceh per 5 Desember 2025 disebutkan sebanyak 18 kabupaten/kota terdampak, meliputi 234 kecamatan dan 3.978 gampong (desa).
Total warga terdampak mencapai 321.134 kepala keluarga (KK)sekitar 1.404.130 jiwa. Korban meninggal dunia telah mencapai 349 jiwa, dan 92 orang dilaporkan hilang.
Sebanyak 775.346 jiwa atau 194.233 KK tercatat mengungsi tersebar di ratusan titik pengungsian.
Dampak fisik bencana juga besar ribuan rumah dan fasilitas umum hancur atau rusak berat, membuat banyak wilayah menjadi terisolasi.
Di tengah situasi darurat tersebut, DPC PKB Abdya mengambil langkah cepat. Rombongan pengurus partai dari Abdya menempuh perjalanan jauh ke Gayo Lues salah satu wilayah yang terdampak langsung bencana.
Bantuan yang diserahkan berupa bahan pokok seperti beras, gula, dan kebutuhan pangan dasar langsung kepada warga terdampak melalui pemerintah daerah.
Penyerahan diterima oleh Wakil Bupati Gayo Lues, H. Maliki, pada Sabtu (6/12/2025).
Ketua DPC PKB Abdya, Zulkarnain, bersama anggota DPRK Abdya, Muhibpudin, menyatakan bahwa kehadiran mereka tak sekadar membawa barang bantuan melainkan juga dukungan moral dan solidaritas bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, harta benda, dan menghadapi penderitaan akibat bencana.
“Kami datang bukan sekadar membawa bantuan, tetapi juga membawa empati. Semoga ini bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kami di Gayo Lues,” ucap Zulkarnain.
Wakil Bupati Maliki menyampaikan apresiasi tinggi atas keberanian dan solidaritas DPC PKB Abdya menempuh perjalanan jauh di tengah krisis dan memastikan bantuan akan segera didistribusikan ke warga yang paling membutuhkan.
Dalam situasi seperti ini, peran partai politik atau organisasi kemasyarakatan dalam membantu distribusi bantuan dan memberi semangat kepada korban menjadi sangat penting terutama untuk menjangkau daerah terisolasi dan memastikan bantuan tepat sasaran.
Aksi DPC PKB Abdya memberi contoh nyata bahwa solidaritas dan aksi kemanusiaan harus hadir di saat masyarakat paling membutuhkan.
Namun, data korban dan kerugian menunjukkan bahwa tantangan sangat besar: penanganan darurat, distribusi bantuan, pemulihan infrastruktur, hingga rehabilitasi jangka panjang wajib dilakukan oleh pemerintah, partai, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat luas.
Semoga bantuan seperti ini bukan hanya bersifat sesaat. Semoga menjadi pemantik untuk tindakan kolektif, mendorong perhatian nasional terhadap krisis di Aceh, serta mempercepat proses pemulihan bagi seluruh korban bencana.
Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar










