Home / Daerah / Pemerintah

Sabtu, 26 April 2025 - 15:48 WIB

Hari Kekayaan Intelektual, Kemenkum Aceh Serahkan Sertifikat Merek kepada UMKM

Farid Ismullah

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Aceh, Meurah Budiman (Kedua Kiri) menyerahkan sertifikat merek kepada pelaku usaha saat momentum Hari Kekayaan Intelektual Sedunia, Banda Aceh (26/4/2025). (Foto : Farid Ismullah/NOA.co.id).

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Aceh, Meurah Budiman (Kedua Kiri) menyerahkan sertifikat merek kepada pelaku usaha saat momentum Hari Kekayaan Intelektual Sedunia, Banda Aceh (26/4/2025). (Foto : Farid Ismullah/NOA.co.id).

Banda Aceh – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum Aceh menyerahkan sertifikat merek kepada pelaku usaha saat momentum Hari Kekayaan Intelektual Sedunia yang jatuh pada tanggal 26 April.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Aceh, Meurah Budiman menyebut bahwa pelindungan hukum atas karya dan produk lokal harus menjadi gerakan bersama.

“Setiap merek lokal mencerminkan identitas dan kreativitas masyarakat Aceh. Tugas kami adalah memastikan hak atas kekayaan intelektual mereka benar-benar terlindungi,” Kata Meurah, Sabtu (26/4).

Baca Juga :  Kakanwil Kemenkum Aceh Hadiri Refleksi Akhir Tahun Ditjen Peraturan Perundang-undangan

Adapun tiga pemilik usaha yang menerima sertifikat merek tersebut adalah Megah Kopi, Ija Kroeng, dan Mupakat.

Meurah mengatakan, Penyerahan sertifikat merek tersebut merupakan upaya Kemenkum Aceh untuk memperluas pelindungan kekayaan intelektual, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di Aceh.

Baca Juga :  Wakili Pj Bupati, Asisten III Sekda Aceh Besar Ikuti Rakor Percepatan MCP KPK se Aceh Tahun 2024

“Sertifikat merek bukan hanya dokumen hukum, tetapi juga bentuk pengakuan negara terhadap potensi ekonomi lokal. Ia berharap lebih banyak UMKM di Aceh yang sadar akan pentingnya mendaftarkan merek,” Katanya.

Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Purwandani H. Pinilihan menyampaikan, langkah strategis ini penting dalam menciptakan ekosistem kekayaan intelektual yang sehat dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Lima Proyek Kemlu RI mendorong Pembangunan Gorontalo

“Kami ingin UMKM di Aceh naik kelas, dan itu dimulai dari kesadaran terhadap pentingnya pelindungan kekayaan intelektual,” kata Purwandani.

Diketahui, Peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia tahun ini mengusung semangat mendorong inovasi dan kreativitas sebagai pilar pembangunan ekonomi. Di Aceh, upaya itu diwujudkan lewat pendampingan aktif, edukasi, hingga pelayanan langsung bagi para pelaku usaha.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Plt Sekda Aceh Besar Terima Audiensi Dosen UIN Ar-Raniry Terkait Persiapan Penempatan Mahasiswa KPM

Aceh Besar

Pemkab Aceh Besar Dukung Prodi Magister STISNU Aceh di Dayah Mahyal Ulum Al Aziziyah

Internasional

Dubes RI untuk kamboja Perkuat Diplomasi Pelindungan WNI di Provinsi Kampot dan Pet

Daerah

TNI Bangun Fasilitas MCK untuk Dukung Kesehatan Pengungsi di Tapanuli Selatan

Daerah

Sekda Nagan Raya Sebut Pengendalian Inflasi di Aceh Menunjukkan Hasil Positif

Aceh Barat

PDAM Tirta Meulaboh Kembali Beroperasi, Pemkab Aceh Barat Pastikan Distribusi Air Bersih Sebelum Ramadan

Daerah

Mengapa UNHCR Diam ketika Maraknya Pengungsi Imigran Etnis Rohingya di Provinsi Aceh melarikan diri?

Aceh Barat

Dorong Digitalisasi Pemerintahan, Bupati dan Wabup Aceh Barat Rekam Tanda Tangan Elektronik