Home / Internasional / Pemerintah

Minggu, 8 Maret 2026 - 03:06 WIB

Ini Rute Ekspor Beras Indonesia ke Arab Saudi

mm Redaksi

Beras super premium diekspor ke Arab Saudi.Foto: Heri Purnomo/detikcom

Beras super premium diekspor ke Arab Saudi.Foto: Heri Purnomo/detikcom

Jakarta – Pemerintah memastikan pengiriman beras dari Indonesia untuk kebutuhan konsumsi jamaah haji di Arab Saudi tetap berjalan, meski kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah tengah memanas dan memicu isu penutupan Selat Hormuz.

Dilansir dari cnbcindonesia.com, Minggu (8/3/2026), Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan, beras yang diekspor dari Indonesia tersebut akan berlabuh di Pelabuhan Islam Jeddah (Jeddah Islamic Port), Arab Saudi, dan diyakini akan tiba dengan aman.

“(Nantinya akan berlabuh) di Jeddah, dan tiba dengan aman insya Allah,” kata Amran di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta, pada Rabu, 4 Maret 2026.

Dengan demikian, pengiriman beras dari Indonesia ke Arab Saudi untuk kebutuhan jamaah haji dipastikan tidak melalui Selat Hormuz. Dimana jalur pelayaran menuju Pelabuhan Jeddah di pesisir barat Arab Saudi umumnya melintasi Samudra Hindia dan masuk ke Laut Merah melalui Bab el-Mandeb, sebelum akhirnya bersandar di Jeddah.

Baca Juga :   PDAM Tirta Mountala Aceh Besar Launching Aplikasi Mymountala, Pj Bupati Muhammad Iswanto: Laksanakan Secara Konsisten

Ia juga optimistis pengiriman tetap bisa tiba tepat waktu, meski dinamika geopolitik sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah.

“Insya Allah aman. Aman sampai di Jeddah,” ujarnya.

Menanggapi isu sejumlah jalur perdagangan menuju Timur Tengah sempat mengalami buka-tutup akibat situasi keamanan, Amran mengatakan pengiriman tetap bisa dilakukan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.

“Kita masuk pada saat dibuka,” ucap dia.

Menurutnya, perubahan jalur pelayaran juga berpotensi membuat waktu perjalanan menjadi lebih lama dibandingkan kondisi normal.

Baca Juga :  Wakili Pj Bupati, Sekda Aceh Besar Sambut Kedatangan Pj Gubernur Aceh di Bandara SIM

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan proses pengiriman beras untuk kebutuhan jamaah haji Indonesia masih menunggu jadwal keberangkatan kapal.

“Insyaallah rencananya ini kan nanti (mulai berlayar) tanggal 7 Maret, baru pemberangkatan, kalau sesuai jadwal ya. Nah ini kan kita mengikuti dinamika perkembangan geopolitik yang ada di sana,” kata Rizal dalam kesempatan yang sama.

Ia menegaskan, pemerintah berupaya menyiapkan proses ekspor semaksimal mungkin sesuai arahan dalam rapat koordinasi terbatas (Rakortas).

“Intinya di sini pemerintah menyiapkan semaksimal mungkin sesuai dengan yang diperintahkan dalam Rakortas, khususnya kami menyiapkan dan mendorong semaksimal mungkin untuk bisa ekspor. Nah untuk proses kelanjutannya kita mengikuti perkembangan dinamika di lapangan,” ujarnya.

Baca Juga :  Geger Putra Mahkota Arab Saudi MBS Mau Dibunuh

Bulog juga telah meminta penilaian dari sejumlah lembaga intelijen dan kementerian terkait, guna memastikan keamanan pengiriman beras tersebut.

“Namun kami juga sudah bersurat ke BAIS (Badan Intelijen Strategis) TNI, ke BIN (Badan Intelijen Negara), kemudian ke Kemenlu (Kementerian Luar Negeri), memohon asesmen terkait dengan pemberangkatan beras haji Indonesia ini,” kata Rizal.

Terkait potensi keterlambatan pengiriman akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, Rizal mengatakan pihaknya masih menunggu hasil penilaian dari lembaga-lembaga tersebut.

“Nah ini kita menunggu informasi lebih lanjut dari asesmen, dari tiga institusi tersebut,” pungkasnya.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Pemerintah

Sukseskan Gerakan 10 Juta Bendera, Bakri Siddiq: Kita Siap Merah Putihkan Banda Aceh

Aceh Barat

Pemkab Aceh Barat Pantau Stabilitas Harga Beras di Pasar Bina Usaha Meulaboh

Aceh Barat

Awal Tahun 2026, Bupati Aceh Barat Serahkan Bantuan Sarana Perikanan untuk Nelayan

Aceh Besar

Kuta Malaka Juara Umum Taekwondo PORKAB 2025

Hukrim

Langgar aturan keimigrasian, Imigrasi Aceh Deportasi WNA asal Malaysia

Parlementaria

ASN PPPK Belum Terima Tunjangan Kinerja dan Jabatan, Komisi 1 DPRA Desak Pemerintah Aceh Revisi Keputusan Gubernur

Aceh Besar

Bupati Aceh Besar Melayat Ibunda Ketua MPU Aceh Abu Sibreh di Kota Jantho

Pemerintah

Lantik Pj Bupati Abdya dan Bireun, Pj Gubernur Aceh minta wujudkan program Pro-rakyat