Aceh Barat Daya – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dalam waktu dekat akan menggelar musyawarah untuk memilih kepengurusan baru.
Momentum ini dinilai sangat krusial bagi masa depan pembinaan dan prestasi olahraga di daerah berjuluk Nanggroe Sigupai tersebut.
Sejumlah tokoh olahraga di Abdya berharap agar ketua KONI yang terpilih nantinya benar-benar memahami organisasi olahraga serta memiliki rekam jejak yang jelas dalam membina cabang olahraga (cabor).
Hal ini dianggap penting agar olahraga Abdya dapat berkembang dan tidak terus tertinggal dibandingkan daerah lain di Aceh.
Mantan Ketua Harian KONI Abdya tahun 2014, Elizar Lizam, menegaskan bahwa pemilihan ketua KONI ke depan tidak boleh hanya didasarkan pada pertimbangan politik atau popularitas semata.
Menurutnya, KONI membutuhkan figur yang mengerti manajemen olahraga, pembinaan atlet, serta mampu menggerakkan seluruh potensi cabor yang ada.
“KONI Abdya yang akan menghelat musyawarah memilih pengurus baru diharapkan mendapatkan ketua terpilih yang benar-benar mengerti tentang organisasi olahraga, sehingga mampu membawa olahraga di Abdya berkembang dengan baik,” ujar Elizar, Selasa (30/12/2025).
Elizar menilai, sosok ketua ideal adalah mereka yang telah terbukti mampu membawa cabang olahraga yang dipimpinnya berprestasi dan mampu lolos ke ajang bergengsi tingkat provinsi, seperti Pekan Olahraga Aceh (PORA).
Ia secara terbuka mencontohkan Ketua PASI Abdya, Jhon Rolex, yang dinilainya memiliki pengalaman dan rekam jejak nyata.
“Sebaiknya yang dipilih nanti adalah orang yang sudah terbukti mampu membawa cabor yang dipimpinnya bisa mengikuti PORA 2016 di Calang, Aceh Jaya, seperti Ketua PASI Abdya, Jhon Rolex,” tambahnya.
Menurut Elizar, pengalaman memimpin organisasi olahraga di tingkat cabang sangat penting karena ketua KONI bukan hanya berperan sebagai simbol, tetapi juga sebagai motor penggerak pembinaan atlet dan koordinasi antar-cabor.
Ia juga menyoroti kondisi sejumlah cabang olahraga di Abdya yang dinilai mengalami stagnasi, bahkan ada yang terkesan “mati suri”. Padahal, kata dia, Abdya memiliki banyak atlet potensial yang seharusnya bisa dibina secara berkelanjutan.
“Seperti kita ketahui, beberapa cabor di Abdya seperti mati suri. Padahal banyak atlet potensial di Nanggroe Sigupai ini yang bisa dikembangkan jika dikelola dengan serius,” ungkap Elizar..
Senada dengan itu, mantan Ketua Pengkab PBVSI Abdya periode 2010–2014, Adoen sapaan akrabnya, turut menyampaikan kritik dan harapannya terhadap kepengurusan olahraga di Abdya ke depan.
Ia menilai pembinaan olahraga, khususnya bola voli, sebenarnya memiliki potensi besar jika digarap dengan sungguh-sungguh.
Adoen mencontohkan, hampir setiap desa di Abdya memiliki lapangan bola voli yang aktif digunakan masyarakat. Kondisi ini seharusnya menjadi modal besar bagi pengurus PBVSI maupun KONI untuk melakukan pembinaan atlet usia dini hingga tingkat kabupaten.
“Seperti voli, kita melihat hampir di setiap desa punya lapangan bola voli. Seharusnya pengurus PBVSI tinggal menggerakkan anak muda desa untuk berlatih voli,” ujar Adoen.
Ia menambahkan, selain latihan rutin, pengurus juga dituntut aktif menggelar turnamen dan kejuaraan secara berkala.
Dengan begitu, bibit-bibit atlet dapat terpantau, sekaligus membentuk tim voli tingkat kabupaten yang siap diterjunkan pada kejuaraan antar kabupaten maupun event resmi lainnya.
“Pengurusnya juga harus sering membuat kejuaraan dan membentuk tim tingkat kabupaten untuk diikutsertakan jika ada kejuaraan antar kabupaten dan lainnya,” lanjutnya.
Adoen menilai, lemahnya pembinaan selama ini bukan karena kekurangan atlet, melainkan lebih disebabkan kurangnya peran aktif dan terobosan dari pengurus cabor maupun KONI.
Oleh sebab itu, ia berharap musyawarah KONI Abdya nantinya benar-benar menghasilkan pemimpin yang memiliki visi pembinaan jangka panjang.
Musyawarah KONI Abdya ke depan diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial lima tahunan, tetapi menjadi titik balik kebangkitan olahraga daerah.
Para insan olahraga berharap, ketua dan pengurus baru nantinya mampu menyatukan seluruh cabor, membangun sistem pembinaan yang terarah, serta memperjuangkan kepentingan atlet.
Dengan kepemimpinan yang tepat, olahraga Abdya diyakini mampu kembali bersaing di tingkat provinsi dan melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mengharumkan nama daerah.
Editor: RedaksiReporter: Teuku Nizar









