Home / Pemerintah

Jumat, 21 Juni 2024 - 17:29 WIB

Jelang PON 2024, Pemerintah Diminta Tertibkan Gepeng di Banda Aceh

mm Redaksi

Rapat persiapan atlet PON XXI Aceh-Sumut Tahun 2024 di Kantor Gubernur Sumut.(Foto: nao.co.id/FA)

Rapat persiapan atlet PON XXI Aceh-Sumut Tahun 2024 di Kantor Gubernur Sumut.(Foto: nao.co.id/FA)

Banda Aceh – Anggota DPRK Banda Aceh, Musriadi, meminta Pemerintah Aceh dan Pemko Kota Banda Aceh serius untuk menuntaskan persoalan gelandangan dan pengemis (gepeng) serta anak jalanan yang kembali merebak di ibu kota Provinsi Aceh. Hal ini dilakukan jelang PON 2024 di Aceh dan Sumatera Utara,

“Kami mendesak Pj Gubernur dan Pj Wali Kota Banda Aceh melalui instansi terkait serius menuntaskan dengan serius untuk menertibkan masalah ini sehingga tidak terus berulang-ulang,” kata Musriadi, Jumat, 21 Juni 2024.

Penertiban, kata dia perlu dilakukan karena para gepeng dan anak jalanan tersebut disinyalir menjadi bisnis empuk kelompok yang terorganisasi dan memanfaatkan mereka untuk mencari keuntungan pribadi.

Baca Juga :  Mahdi Efendi Lantik GAPI Ach Barat

Menurutnya hal itu dapat dilihat dari jumlah mereka yang terus meningkat, hampir di setiap persimpangan jalan dan pusat-pusat keramaian di Kota Banda Aceh dapat ditemui gepeng.

“Ke depan kita dihadapkan dengan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 yang di gelar di Aceh dan Sumatera Utara. Oleh karena itu, wisatawan dan pengunjung PON perlu mendapatkan rasa aman dan nyaman selama berada di Aceh,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan pengemis dan pengamen tersebut dinilai sangat mengganggu kenyamanan pengunjung. Karena itu, kata dia Pemerintah Aceh dan Pemko Kota Banda Aceh harus bersinergi dan segera bekerja sama dengan melibatkan lintas sektor mulai dari TNI/Polri, kejaksaan, pengadilan, lembaga pemasyarakatan (Lapas) hingga Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) guna menertibkan mereka.

Baca Juga :  Upaya Lestarikan Naskah Kuno, BALEQ DPRA susun RAQAN

Persoalan pengemis menurut Musriadi juga menjadi gambaran permasalahan di ibu kota Provinsi Aceh. Jika dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan terus bertambah dan menimbulkan persoalan serius di tengah masyarakat. Maka diperlukan sinergi yang baik antara seluruh pemangku kepentingan untuk mengatasi masalah ini.

Baca Juga :  Pemkab Aceh Besar Bangun Sinergitas dengan BPJS Kesehatan

“Pemberantasan gepeng tidak hanya mengangkut mereka yang meminta-minta di jalan, tapi ada aktor di belakangnya dan ini yang perlu di tindak. Penanganan ini harus melibatkan semua sektor agar dapat diselesaikan,” katanya.

Karena itu, ia mendesak Pemerintah Aceh segera mengungkap jaringan pengemis yang terorganisasi itu karena keberadaan mereka sudah sering dikeluhkan masyarakat. Apalagi diduga kuat adanya eksploitasi anak di bawah umur.

“Tindakan mengorganisasi dan mengeksploitasi anak-anak menjadi pengemis merupakan sebuah pelanggaran hukum yang bisa diproses sesuai aturan yang berlaku, maka ini sudah sepatutnya di tindak,” tutur Musriadi.

Editor: Gito Rolis

Share :

Baca Juga

Aceh Jaya

Tim Penilai BMD Kunjungi DPMPKB Aceh Jaya, Aset Daerah Siap Diverifikasi

Internasional

Kemlu RI melalui KBRI Den Haag Imbau WNI Waspada Badai Saljlu Melanda Belanda

Nasional

Hadiri Upacara HUT ke-79 TNI, Menko Polhukam: Terima Kasih Atas Dedikasi dan Pengabdiannya

Aceh Besar

H Masrul Aidi Lc Ajak Umat Islam Sambut Ramadhan dengan Rasa Bahagia 

Daerah

Sambut Hari Donor Darah se-Dunia, Pj Bupati Iswanto Donor Darah ke-25

Aceh Besar

Diskominfo Aceh Besar Dukung Pemanfaatan PDN untuk SPBE

Internasional

Menko Polkam: Negara Hadir Lindungi WNI, Evakuasi dari Wilayah Konflik Terus Dilakukan

Internasional

WNI dapat Gunakan QRIS di Rumah Sakit Adventist Penang