Home / Internasional / Pemerintah / Peristiwa

Kamis, 19 Februari 2026 - 21:00 WIB

Kemlu RI : Anggaran Pemberangkatan TNI ke Palestina Masih Dibahas

Farid Ismullah

Foto : Gedung Pancasila Kementrian Luar Negeri Indonesia

Foto : Gedung Pancasila Kementrian Luar Negeri Indonesia

Jakarta – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Vahd Nabyl Mulachela, mengungkapkan anggaran yang akan digunakan membiayai TNI untuk berpartisipasi dalam International Stabilization Force (ISF) di Palestina masih menjadi pembahasan di internal pemerintah.

“Yang terkait dengan budget dan jumlah itu masih dalam koordinasi, ini kami belum menetapkan secara definitif yang sifatnya numbers, masih dalam koordinasi dengan pihak-pihak yang menangani,” kata Vahd dalam konferensi pers di Kantor Kemlu, Jakarta Pusat, Kamis (19/2/2026).

Meski masih dalam pembahasan, Vahd memastikan bahwa pemerintah akan menyediakan anggaran untuk proses pembiayaan TNI selama bertugas di Palestina.

“Itu akan ada yang berimplikasi pada anggaran Indonesia juga,” jelasnya.

Baca Juga :  35 Mobil Hias Semarakkan Pawai Takbir Keliling Darul Kamal Meusaneut

Dalam kesempatan yang sama, Vahd juga menjelaskan bahwa Indonesia sebagai anggota Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah berkomitmen untuk ikut serta dalam pembayaran iuran yang nilainya mencapai 1 miliar dolar AS atau setara Rp16 triliun.

Selaras dengan yang disampaikan Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, uang 1 miliar dolar AS akan digunakan untuk pembiayaan pemulihan dan pembangunan rekonstruksi di Palestina yang dilanda konflik.

“Mengenai donasi, tadi sebenarnya saya angkat juga bahwa memang tidak ada kewajiban untuk membayar sebagai anggota BoP. Namun Indonesia memang memiliki komitmen untuk berkontribusi yang tujuannya adalah untuk membantu konstruksi di Gaza. Dan ini nantinya akan dilakukan, ada banyak hal-hal teknis yang masih akan dibahas untuk jumlah dan sebagainya, dan akan mengikuti ketentuan nasional,” terangnya.

Baca Juga :  Kunjungan Kerja Pangdam IM ke Batalyon Arhanud 5/CSBY

Selain membahas mengenai ongkos pengiriman pasukan TNI ke Palestina, Vahd juga menegaskan bahwa partisipasi Indonesia dalam ISF harus dengan persetujuan dari pihak Palestina. Vahd menyampaikan bahwa hal tersebut menjadi syarat mutlak yang telah dibahas sebelum Indonesia bergabung dengan ISF.

“Dan satu hal yang juga sangat penting adalah ini dilakukan dengan concern dari pihak Palestina. Sehingga hal ini menjadi syarat, menjadi suatu kesatuan keterlibatan Indonesia dalam ISF,” kata Vahd.

Baca Juga :  TNI AL Kerahkan Kekuatan Laut saat latihan Integrasi TNI

Dia menerangkan bahwa peran pasukan Indonesia di ISF telah diatur secara ketat dan dipastikan bahwa mereka yang berangkat ke Palestina tidak akan terlibat dalam tindakan tempur, demilitarisasi dan fokus pada aspek kemanusiaan dan rekonstruksi kehidupan damai di wilayah konflik tersebut.

“Kemudian mengenai ISF, Indonesia memiliki suatu posisi nasional bahwa keterlibatan kita di dalam ISF ini sepenuhnya dibawah kendali Indonesia dan kita memiliki sejumlah batasan, ketentuan-ketentuan yang mengatur penempatan pasukan kita ini untuk apa saja. Dan antara lain tidak digunakan untuk misi tempur, demilitarisasi, dan lebih berfokus pada yang bersifat manusiaan, rekonstruksi, mengupayakan kehidupan sehatan, seperti itu,” terangnya.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Pj Bupati Iswanto Tutup Karang Pamitran Pramuka Kwarcab Aceh Besar di Takengon

Ekbis

Menkeu Purbaya akan Tindak Pelaku Penyelundupan

Aceh Barat

Pemkab Aceh Barat Cari Solusi Honorer Non Database dalam RDP Bersama DPRK

Internasional

Dubes Santo Tegaskan Komitmen Lindungi WNI di Preah Sihanouk

Hukrim

DPR dorong BINDA deteksi dini TPPO di wilayah perbatasan

Aceh Besar

Bupati Syech Muharram Minta Konten Kreator Promosikan Produk Industri Rumahan Aceh Besar

Aceh Besar

Disdikbud Kembali Tanda Tangan Nota Kesepakatan dengan Kejari Aceh Besar

Aceh Besar

Diskominfo Aceh Besar Lauching Aplikasi E-Office