Home / Aceh Jaya

Selasa, 11 November 2025 - 22:31 WIB

Longsor Batu Tutupi Jalan Nasional Banda Aceh–Calang, Polisi dan Balai Jalan Sigap Tangani di Kawasan Gunung Geurutee

mm Redaksi

Balai Jalan Aceh bersama Kepolisian Aceh Jaya sedang dilakukan pembersihan dan evakuasi material batu di jalan gunung geurutee. Foto: Dok. Humas Polres Aceh Jaya

Balai Jalan Aceh bersama Kepolisian Aceh Jaya sedang dilakukan pembersihan dan evakuasi material batu di jalan gunung geurutee. Foto: Dok. Humas Polres Aceh Jaya

Aceh Jaya – Arus lalu lintas di Jalan Nasional Banda Aceh–Calang sempat terganggu akibat longsor batu gunung yang terjadi di kawasan Gunung Geurutee, Desa Babah Ie, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya, pada Selasa (11/11/2025) sekitar pukul 12.50 WIB.

Informasi pertama kali diterima dari masyarakat yang melintas di lokasi, yang melaporkan adanya batu berukuran besar jatuh ke badan jalan sehingga menghalangi jalur utama lintasan antar kabupaten tersebut.

Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Jaya bersama Sat Lantas Polres Aceh Jaya langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan, pengaturan arus lalu lintas, dan koordinasi dengan pihak Balai Jalan.

Baca Juga :  Lantik 23 Kepala Sekolah di Aceh Jaya, Wabup Muslem Tekankan Integritas dan Profesionalisme

“Begitu mendapat informasi dari masyarakat, anggota kami segera menuju TKP untuk mengatur lalu lintas dan memastikan keamanan pengguna jalan. Kami juga langsung berkoordinasi dengan Balai Jalan agar dilakukan penanganan menggunakan alat berat,” ujar Kapolsek Jaya, Iptu Safrizal Ariga, mewakili Kapolres Aceh Jaya AKBP Zulfa Renaldo, S.I.K., M.Si., Selasa (11/11/2025).

Pihak Balai Jalan menurunkan satu unit excavator ke lokasi guna menggeser batu besar tersebut ke pinggir jalan. Setelah dilakukan pembersihan dan evakuasi material, sekitar pukul 19.00 WIB arus lalu lintas kembali normal dan dapat dilalui kendaraan dua arah.

Baca Juga :  Aceh Jaya diguyur Hujan, BPBK Imbau Warga Waspadai Cuaca Dini

Beruntung, peristiwa longsor batu tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materi bagi masyarakat yang melintas. Meski demikian, petugas mengimbau pengguna jalan untuk tetap berhati-hati, terutama pada saat cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi dan angin kencang di kawasan pegunungan Geurutee yang memang dikenal rawan longsor dan pohon tumbang.

Kapolsek Jaya menambahkan bahwa kejadian serupa sering terjadi di wilayah tersebut, terutama saat musim hujan.

“Kami mengimbau agar masyarakat yang melintas di jalur Gunung Geurutee selalu waspada, karena di samping tebing curam, daerah itu juga sering terjadi pohon tumbang. Kami juga meminta agar pemerintah daerah dan instansi terkait memberikan perhatian khusus serta memasang rambu-rambu peringatan rawan longsor,” pungkasnya.

Baca Juga :  Peringati Hari Pahlawan, Wabup Aceh Jaya, Jaga Api Semangat dengan Kerja Nyata

Polres Aceh Jaya melalui Polsek Jaya juga mengingatkan agar pihak terkait dapat memberikan respon cepat apabila terjadi longsor atau pohon tumbang, mengingat jalur tersebut merupakan akses utama penghubung Banda Aceh–Calang yang padat dilalui kendaraan masyarakat maupun logistik.

Dengan penanganan cepat antara Polri dan Balai Jalan, situasi di lokasi kini telah kembali aman dan terkendali, serta arus lalu lintas di kawasan Gunung Geurutee kembali lancar dan normal.

Editor: Amiruddin. MKReporter: Sanusi

Share :

Baca Juga

Aceh Jaya

Zikir Akbar Peringati 21 Tahun Tsunami, Bupati Ajak Warga Jaga Solidaritas

Aceh Jaya

Sigap di Musim Hujan, Kapolres Aceh Jaya Tinjau Jalur Rawan Longsor di Gunung Geurutee

Aceh Jaya

Bupati Aceh Jaya Delegasikan Pelantikan Keuchik Kepada Camat

Aceh Jaya

Bantuan dari Aceh Jaya, Mulai Dimuat di Pelabuhan Calang

Aceh Jaya

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca untuk Wilayah Aceh, BPBK Aceh Jaya Imbau Tetap Waspada

Aceh Jaya

Ketua KPA Sagoe Panga, Minta Kepolisian Proses Pemilik Akun TikTok yang Diduga Hina Warga Aceh

Aceh Jaya

Sejarah Baru di Aceh Jaya, Dra. Salbiah Jadi Kadis PUPR Perempuan Pertama

Aceh Jaya

Bupati Aceh Jaya Lepas KKN UTU, Desa Jadi Perhatian Utama