Home / Advetorial / Keagamaan / Pemerintah Aceh

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:06 WIB

Maulid Nabi di Masjid Raya Baiturrahman, Aceh Dorong Keteladanan Rasulullah Jadi Nilai Kehidupan

mm Redaksi

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Dr. Tgk. H. Misran Fuadi, S.Ag., MAP. Foto: Dok. Pribadi

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Dr. Tgk. H. Misran Fuadi, S.Ag., MAP. Foto: Dok. Pribadi

Banda Aceh – Pemerintah Aceh mengangkat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah sebagai momentum memperkuat kembali nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan masyarakat. Tidak sekadar menjadi tradisi tahunan, peringatan Maulid diarahkan sebagai ruang refleksi untuk menghadirkan akhlak, kepemimpinan, kepedulian, dan persaudaraan yang diajarkan Rasulullah.

Peringatan Maulid Nabi akan digelar Pemerintah Aceh melalui Dinas Syariat Islam Aceh di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Senin malam, 24 Agustus 2026, setelah pelaksanaan salat Isya berjamaah.

Kegiatan tersebut dijadwalkan dihadiri langsung oleh Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf bersama unsur pemerintah, ulama, serta masyarakat. Kehadiran di masjid kebanggaan masyarakat Aceh itu sekaligus memperkuat pesan keislaman dan menjaga tradisi Maulid yang telah melekat kuat dalam kehidupan masyarakat Aceh.

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Dr. Tgk. H. Misran Fuadi, S.Ag., M.AP., yang ditunjuk sebagai penceramah pada malam tersebut, mengatakan Maulid Nabi harus dimaknai lebih jauh dari sekadar mengenang kelahiran Rasulullah SAW.

Baca Juga :  DPRA Gelar Paripurna Penyampaian Nota Keuangan dan Rancangan Qanun APBA 2026

Menurutnya, inti dari peringatan Maulid adalah bagaimana umat mampu meneladani kehidupan Rasulullah dan menerapkan nilai-nilai yang beliau ajarkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Maulid Nabi bukan hanya mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi momentum untuk menghidupkan kembali akhlak, kepemimpinan, kasih sayang, dan kepedulian beliau dalam kehidupan kita,” ujar Misran, Kamis (20/8/2026).

Misran menegaskan, ukuran keberhasilan sebuah peringatan Maulid bukan terletak pada kemeriahan acara, melainkan pada perubahan sikap setelah kegiatan tersebut berlangsung.

Ilustrasi jamaah Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh saat mendengar ceramah agama dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah, di Banda Aceh. Foto: Dok. Istimewa

Menurutnya, kecintaan kepada Rasulullah SAW harus diwujudkan melalui perilaku nyata, seperti menjaga hubungan baik dengan sesama, meningkatkan kepedulian sosial, memperkuat persaudaraan, serta membangun akhlak dalam kehidupan bermasyarakat.

“Nilai-nilai itu tidak boleh berhenti sebagai pesan di mimbar. Ia harus hidup dalam cara kita bersikap, dalam kepedulian kita kepada sesama, dan dalam cara kita menjaga persaudaraan di tengah masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Sekda Aceh Hadiri Peluncuran Buku “Polda Aceh Meutuah”, Apresiasi Dedikasi Kapolda Aceh

Ia menjelaskan, Rasulullah SAW tidak hanya menjadi teladan dalam ibadah, tetapi juga dalam membangun kehidupan sosial yang penuh kasih sayang, keadilan, dan kepedulian.

Karena itu, momentum Maulid diharapkan mampu mengingatkan masyarakat bahwa kecintaan kepada Rasulullah harus tercermin melalui tindakan dan karakter sehari-hari.

“Yang paling penting bukan hanya kemeriahan acara, tetapi bagaimana setelahnya ada perubahan. Kecintaan kepada Rasulullah harus semakin kuat dan tercermin dalam akhlak serta perilaku sehari-hari,” ujar Misran.

Dipilihnya Masjid Raya Baiturrahman sebagai lokasi peringatan Maulid Nabi 1448 H bukan tanpa alasan. Masjid tersebut merupakan simbol keislaman Aceh sekaligus pusat kegiatan keagamaan yang memiliki nilai sejarah dan spiritual bagi masyarakat.

Melalui pelaksanaan di Masjid Raya Baiturrahman, Pemerintah Aceh ingin menjadikan peringatan Maulid sebagai bagian dari penguatan syiar Islam sekaligus menjaga tradisi keagamaan yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Baca Juga :  Gubernur Muzakir Manaf Buka Aceh Ramadhan Festival 2025 

Rangkaian kegiatan akan dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Tgk. Muksalmina A. Wahab, A.Md., dari Kabupaten Pidie.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Shalawat Badar oleh Tim Shalawat Masjid Raya Baiturrahman. Setelah itu, Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman Aceh Abu Paya Pasie akan menyampaikan sambutan, dilanjutkan dengan sambutan Gubernur Aceh.

Puncak acara akan diisi dengan ceramah agama oleh Misran Fuadi dan doa bersama. Kegiatan kemudian ditutup dengan makan malam bersama para tamu undangan.

Dinas Syariat Islam Aceh berharap peringatan Maulid Nabi 1448 H dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai contoh utama dalam membangun kehidupan yang lebih baik.

Dengan demikian, Maulid tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan, tetapi menjadi momentum untuk menghadirkan nilai-nilai Rasulullah dalam keluarga, lingkungan sosial, dan kehidupan masyarakat Aceh secara luas. (Adv)

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Aceh Selatan

Wakil Gubernur Aceh Hadiri Malam Puncak HUT Aceh Selatan ke-69 di Tapaktuan

Opini

Pemerhati Sosial Apresiasi Kinerja Sekda Aceh M Nasir dalam Penanganan Banjir dan Longsor

Keagamaan

Peringati 1 Muharram 1448 Hijriah, Masjid Raya Baiturrahman Aceh Akan Gelar Malam Muhasabah Bersama Abu Muda Bakongan

Pemerintah Aceh

Kak Na Rayakan Hari Anak Nasional di SLB Aceh Tamiang, Apresiasi Kreativitas Siswa Disabilitas

Keagamaan

Illiza Wisuda 400 Santri Daurah Al-Quran Ramadan di Masjid Oman Al-Makmur

Aceh Barat Daya

Pemkab Abdya Buka Pendaftaran Beasiswa Hafiz-Hafizah 2026

Parlementaria

Gubernur Aceh Serahkan Raqan Pertanggungjawaban APBA 2025 ke DPRA, Aceh Kembali Raih Opini WTP

Advetorial

Festival Seni Budaya Etnis Alas – Gayo Segera Digelar di Banda Aceh