Home / Daerah

Sabtu, 28 Maret 2026 - 12:42 WIB

Memburu Jaringan Narkoba hingga Menjaga Kamtibmas, Jejak Iptu Mirzan Kini Berlabuh di Kursi Kasat Reskrim

mm Amir Sagita

Kasat Reskrim Polres Pidie Iptu Mirzan

Kasat Reskrim Polres Pidie Iptu Mirzan

Sigli – Pagi di halaman Mapolres Pidie terasa berbeda. Barisan rapi personel, suara komando yang tegas, dan prosesi serah terima jabatan menjadi penanda satu hal: estafet tanggung jawab kembali bergulir. Di antara nama-nama yang bergeser, satu sosok mencuri perhatian Iptu Mirzan, perwira yang lama bergelut di medan sunyi pemberantasan narkoba, kini resmi menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Pidie.

Mutasi itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolda Aceh Nomor ST/123/III/KEP.3/2026 tertanggal 2 Maret 2026. Namun bagi IPTU Mirzan, perpindahan ini bukan sekadar rotasi jabatan. Ini adalah “pulang” kembali ke tanah yang ia kenal sejak lama, Pidie.

Sebagai putra asli Mutiara Bereunuen, Mirzan tak perlu waktu lama membaca denyut wilayah ini. Ia pernah menyusuri jalan-jalan berbatu di Geumpang saat menjabat Kapolsek, memahami karakter masyarakat, hingga merasakan langsung kompleksitas persoalan sosial yang kerap berkelindan dengan keamanan.

Kariernya di kepolisian dimulai dari titik yang tak banyak sorotan—Satuan Reserse Polres Sabang pada 2010. Dari sana, ia berpindah ke fungsi Intelkam di Polres Pidie, sebelum akhirnya mendapat penugasan yang mengubah banyak hal dalam hidupnya: Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh.

Baca Juga :  Ini kata Kepala BKN terkait Dugaan Oknum ASN Aceh Singkil ikut Demo

Di lembaga itulah, antara 2016 hingga 2020, Mirzan mengenal sisi lain dari penegakan hukum—sunyi, berisiko, dan seringkali tanpa tepuk tangan. Bersama tim, ia terlibat dalam operasi pengungkapan jaringan narkotika internasional. Barang bukti yang diamankan bukan jumlah kecil: ratusan kilogram sabu, ribuan pil ekstasi, hingga ratusan kilogram ganja.
Namun yang paling membekas bukan sekadar angka.

“Operasi itu bukan hanya soal penangkapan, tapi tentang menyelamatkan generasi,” pernah ia sampaikan dalam sebuah kesempatan. Ia juga ikut dalam operasi pemusnahan ladang ganja di wilayah Aceh Besar, pekerjaan yang menuntut fisik kuat sekaligus mental yang tangguh. Menyusuri hutan, menghadapi medan sulit, hingga risiko konflik di lapangan menjadi bagian dari keseharian.
Pengalaman itulah yang kini menjadi bekal penting di kursi Kasat Reskrim.

Baca Juga :  Hanya Orang Gila yang Mau Kelola Bersama Empat Pulau Aceh Singkil

Setelah kembali ke struktur kewilayahan, Mirzan dipercaya memimpin Polsek Blang Bintang. Di sana, wajahnya lebih sering terlihat di tengah masyarakat ketimbang di balik meja. Ia hadir dalam diskusi warga, duduk bersama tokoh masyarakat, hingga terlibat langsung menyelesaikan persoalan-persoalan sosial.

Pendekatan itu membuatnya dikenal bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai problem solver. Tak heran, penghargaan sebagai “Polisi Teladan” sempat ia raih bukan karena jumlah kasus yang ditangani, tetapi karena kemampuannya meredam konflik dan membangun kepercayaan.

Di luar tugas formal, ia juga aktif dalam kegiatan sosial: menyantuni anak yatim, menggelar buka puasa bersama, hingga membantu masyarakat kurang mampu. Baginya, polisi bukan sekadar penegak hukum, tetapi juga bagian dari denyut kehidupan masyarakat.
Kini, tanggung jawab itu bertambah besar.

Sebagai Kasat Reskrim Polres Pidie, Iptu Mirzan berada di garda depan penanganan berbagai tindak pidana. Dari kasus kriminal umum hingga perkara yang membutuhkan penyelidikan mendalam, semua bermuara di meja kerjanya.
Namun, jika melihat jejak langkahnya, Mirzan bukan orang baru dalam tekanan.

Baca Juga :  DPW dan DPD Gibran Center se-Aceh Siap Kawal Pelaksanaan Pilkada Serentak 2024

Dengan latar pendidikan magister, ditambah berbagai pelatihan seperti penyidikan fungsi Reskrim, Dikbangpes perwira, hingga sertifikasi penyidik tindak pidana umum, ia membawa kombinasi antara pengalaman lapangan dan kapasitas akademik.

Lebih dari itu, ia membawa sesuatu yang tak tercantum dalam sertifikat mana pun: pemahaman tentang manusia dan lingkungannya.
Di Pidie, tantangan tidak hanya soal kejahatan, tetapi juga menjaga keseimbangan antara penegakan hukum dan kearifan lokal. Di titik itulah, pengalaman panjang Mirzan diyakini akan menemukan relevansinya.

Rotasi jabatan mungkin adalah hal biasa dalam institusi kepolisian. Namun bagi Ipru Mirzan, ini adalah babak baru dari perjalanan panjang dari memburu jaringan narkoba lintas negara hingga kini menjaga keamanan di tanah kelahirannya sendiri. Dan di tengah harapan masyarakat akan rasa aman, satu hal yang pasti: langkahnya belum berhenti.

Editor: Amiruddin. MKReporter: Amir Sagita

Share :

Baca Juga

Daerah

Wagub Fadhlullah Ziarahi Makam Aba Asnawi Lamno

Daerah

Muhammad Nazar Kunjungi ARC-USK, Dorong Inovasi dan Ekspor Nilam Aceh

Daerah

Ketua DPD Peureute Gabthat Daftar 21 Bacaleg DPRK kepada KIP Aceh Besar 

Aceh Barat

Penjabat Bupati Aceh Barat Ajak Media Berkolaborasi Hadapi Pilkada dan Isu Sosial

Daerah

Hari Pelantikan Bupati Simeulue: Era Baru “Kegelapan”

Daerah

BSI: Data & Dana Aman, Nasabah dapat Bertransaksi secara Aman

Aceh Besar

Pj Bupati Aceh Besar Serahkan SK Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat

Daerah

Perkuat Pengawasan Syariat Islam, DSI Banda Aceh Fokuskan Peran Muhtasib Gampong