Home / Daerah / Pemerintah / Peristiwa

Rabu, 4 Maret 2026 - 17:39 WIB

Ini kata Kepala BKN terkait Dugaan Oknum ASN Aceh Singkil ikut Demo

mm Redaksi

Kepala BKN Prof. Zudan Arif Fakrulloh. Ilustrasi Foto: Ist

Kepala BKN Prof. Zudan Arif Fakrulloh. Ilustrasi Foto: Ist

Aceh Singkil – Aksi demonstrasi di depan Kantor DPRK Aceh Singkil pada Selasa (3/3/2026) menuai sorotan. Pemerhati daerah, Budi Harjo menyoroti kehadiran seorang pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Singkil yang menjabat sebagai kepala bidang (kabid) dan terlihat berada di tengah barisan massa.

“Kalau ini benar-benar gerakan rakyat, kenapa pejabat struktural ikut berada di dalam barisan massa? Ini patut diduga sebagai bentuk keterlibatan kekuasaan dalam mengarahkan opini publik,” kata Budi.

Menanggapi hal tersebut, kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zuldan Arif Fakrulloh mengatakan dalam menyampaikan aspirasi, saran, kritik dan masukan, ASN wajib menjaga kode Etik dan Kode Prilaku.

Baca Juga :  Sufriadi: Harga ikan Tenggiri kualitas ekspor terus mengalami penurunan Harga  

“ASN dalam menyampaikan pandangannya, lebih bagus menyampaikan secara langsung kepada atasan, kepada pihak2 terkait secara dengan penuh menjaga etika birokrasi,” Kata Prof. Zudan melalui pesan singkat kepada Kantor Berita NOA.co.id, Rabu, 4 Maret 2026.

Sebelumnya, Ratusan massa menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor DPRK mendesak agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Singkil Tahun 2026 segera disahkan.

massa yang terdiri dari pria dan wanita tampak mengenakan pita kuning di lengan dan kepala.

Baca Juga :  16 Sekolah di Aceh Singkil Terakreditasi C 

Mereka berorasi secara bergantian menuntut DPRK memprioritaskan pembahasan dan pengesahan APBK. Koordinator aksi, Ramli Manik, mengatakan keterlambatan pengesahan APBK berdampak pada banyak pihak, mulai dari aparat desa hingga perangkat daerah.

“APBK 2026 ini menyangkut hak hidup orang banyak, seperti aparat desa, imam, mukim, serta satuan perangkat daerah. Kami minta segera disahkan,” kata Ramli dalam orasinya. Selain itu, massa juga meminta agar hak interpelasi yang tengah bergulir di DPRK dihentikan.

Mereka menilai pembahasan APBK harus menjadi prioritas agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

Koordinator aksi lainnya, Masdar Mulyadi dan Ridwan Zein meminta anggota dewan bekerja sesuai tugas dan fungsi, namun tetap mengedepankan kepentingan masyarakat.

Baca Juga :  Hari Tani Nasional : Saatnya Generasi Milenial Menggali Potensi Pertanian di Aceh Singkil

“Jangan sampai masyarakat jadi korban karena APBK 2026 terkatung-katung,” ujarnya.

Menanggapi tuntutan tersebut, Ketua DPRK Aceh Singkil, Amaliun, mengatakan pengesahan APBK harus melalui tahapan sesuai aturan yang berlaku.

Ia menyebut keterlambatan terjadi karena dokumen Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) baru disampaikan pada akhir Desember.

“Seharusnya KUA-PPAS disampaikan pada Juli dan paling lambat November. Hari ini juga akan kami jadwalkan pembahasan APBK 2026,” kata Amaliun.

Editor: Amiruddin. MK

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Wabup Aceh Besar Serahkan Bantuan Masa Panik untuk Korban Kebakaran di Lambiheu Siem

Internasional

Melayu Day ke-11 Perkuat Kolaborasi dan Persaudaraan Rumpun Melayu di Thailand

Daerah

Plt Camat Simpang Kanan Lantik Dua Pj Kepala Desa

Aceh Besar

Pj Bupati Aceh Besar dan Forkopimda Kembali Tinjau Kesiapan Logistik Pemilu

Aceh Besar

Sekdakab Aceh Besar Dampingi Kapolda ke Pulo Aceh

Daerah

Bakamla Aceh kunjungan sinergitas ke Imigrasi Langsa

Daerah

Demi Marwah Pemerintah Pusat, Mendagri Diminta Ganti Pj Walikota Banda Aceh

Daerah

Satgas PRR Dorong Pemda Pendataan langsung bagi Rumah Warga Terdampak Bencana